"dek..."
"Angel.."
"bangun yuk, sekolah"
bukannya bangun, Christy malah semakin mengeratkan pelukannya pada guling
"hey..."
"emhh" lenguh Christy sambil menyingkirkan tangan yang sedang memainkan pipinya
"mau bangun, atau mau ayah makan hm?" tanya Alran lalu menggigiti daun telinga Christy dengan bibirnya yang mengatup ke dalam
"hheukkk hekk" rengek Christy sambil menjauhkan wajah ayahnya dengan punggung tangan
"ayok bangun Angel. jangan sampai bikin ayah marah masih pagi gini"
dengan terpaksa, Christy membuka matanya. ia langsung mengubah posisi tidurnya menjadi telentang, lalu menatap ayahnya
"bunda.."
"bunda masih bobo. ayok dedek bangun, terus langsung mandi. habis itu, sarapan. ayah yang anterin dedek ke sekolah"
Christy menatap sekeliling kamarnya. anak itu merasa kebingungan
"ayah yang pindahin dedek ke kamar dedek. bunda yang suruh. takut dedek ikutan sakit kata bunda" beritahu Alran yang menangkap wajah kebingungan Christy
puk!
"kenapa di pukul, ayahnya?" tanya Alran yang kaget dengan pukulan tiba-tiba dari Christy
"bunda~" rengek anak itu sambil kakinya menendang-nendang hingga selimutnya yang menutupi tubuhnya terbuka
"masih bobo bundanya"
Christy mulai terisak. ia mendudukkan tubuhnya, lalu menuruni kasur diikuti oleh Alran yang langsung bangkit juga dari kasur untuk mengikuti Christy yang sudah berjalan ke arah pintu
saat Christy akan membuka pintu kamar orangtuanya, Alran berhasil menahannya
"kalo mau ke bunda, ngga nangis" pinta Alran
Christy menghentakkan kedua kakinya dengan kesal, juga semakin menambah tangisannya
"BUNDAA HHUAAA BUNDA!!"
"shutt!! denger ayah ga! kalo mau ke bunda berhenti nangisnya. biarin bundanya istirahat cukup" Alran menatap tegas Christy
"hikss hiks.. bunda..."
"ada apa? masih pagi udah rame aja" protes Tian yang baru keluar dari kamarnya, dengan pakaian yang sudah terlihat rapi
Christy menarik lengannya yang masih Alran genggam. membuat genggaman yang memang tak terlalu kuat itu terlepas.
dengan masih menangis, Christy mengulurkan kedua lengannya pada Tian yang sedang berjalan ke arahnya
"kenapa dek? mau apa?" tanya Tian saat Christy sudah berada digendongannya
"bunda.. hiks hikss" sambil menunjuk pintu
"mau ke bunda?"
Christy menganggukkan kepalanya, lalu memeluk Tian dengan dagu bertumpu di bahu Tian
