Jam 1 siang, Christy mulai membuka matanya perlahan. Christy mengedarkan pandangannya di sekeliling ruang keluarga itu yang tak mendapati satu orangpun selain dirinya
Bundanya kemana? Bunda kan udah pulang, tadi bunda bobo sama dedek. Bunda pergi lagi?. Batin anak itu. Bahkan, matanya saat ini sudah berair
Christy mengubah posisi baringnya menjadi telungkup. Anak itu membenamkan wajahnya di bantal. Ia menangis disana
Sementara itu, Chika yang sedang di kamarnya. Ia baru selesai mandi. Chika yang sudah memakai pakaiannya, ia lanjut memakai skincare nya dengan tenang
Setelah beberapa menit, Chika yang sudah selesai dengan skincare nya, langsung keluar kamar untuk menghampiri anaknya yang ia pikir masih tertidur
"Kok gitu bobonya sih dek. Susah napas dong, dedeknya" gumam Chika sambil masih berjalan menghampiri Christy
Chika mendudukkan dirinya di sisian kasur. Membuat kepala Christy terangkat untuk melihat orang yang berada didekatnya
"Lho??" Kaget Chika melihat wajah Christy yang sudah merah, dan masih menangis itu.
"Kenapa sayang?" Lanjutnya, lalu membawa tubuh Christy ke pangkuannya
"Heuu.. b-bunda habis darima-na? Hikss"
"Bunda habis dari kamar. Bunda baru selesai mandi. Dedek mau apa hm? Kenapa nangisnya kayak gitu sih. Engap sayang"
Christy malah semakin menambah tangisnya sambil memeluk erat bundanya. Takut kalau pelukan itu ia lepas, bundanya akan meninggalkannya lagi
Christy membenamkan wajahnya ke dada bundanya
Anak itu berucap dalam posisinya, membuat ucapannya tak terdengar jelas oleh Chika
Namun, Chika terus menenangkannya walau tak mengerti apa yang diucapkan Christy
"Sini liat bunda dulu" pinta Chika "jangan gini dedeknya. Susah napas kalo kayak gini"
Christy mendongak menatap bundanya, dengan dagu yang masih menempel di dada Chika
"Hiks hikss.. jangan pergiiii"
"Ngga.. bunda ga pergi sayangku. Udah, yaa... Nanti tambah pusing kepalanya kalo nangis terus"
Akhirnya Christy pun menghentikan tangisnya menyisakan senggukan. Anak itu menyandarkan kepalanya di dada Chika
"Kangen bunda ini sayangnya bunda ini yaa. Bunda juga kangen sama dedek" Chika mengeratkan pelukannya pada Christy "kangeeen banget" lanjut Chika lalu mencium puncak kepala Christy, dan menghirupnya
Chika menunduk menatap Christy, membuat Christy yang sedang melamun masih sesenggukan itu menatap balik Chika
Chika mengusap kedua pipi Christy yang basah karena air mata anak itu
"Mam yaa? Dedek harus minum obat soalnya"
"Obat nya bau.. ga enak"
"Udah minum obat, nenen. Mau?" bujuk Chika
"Nenen aja. Ga mau obat"
"Biar cepet sembuh dedeknya"
"Obat dedek bunda"
Chika dibuat tersenyum karena ucapan anak itu
"Adududu.. tiga kata doang berhasil bikin bunda luluh yaa. Pinter banget anak kecil ini hum.." Chika mengecup kening Christy dengan sayang "ya udah kalo ga mau minum obat, tapi harus mau makan"
"Mau bubur"
"Okee bayi. . Bunda langsung buatin buburnya"
"Ga mau. Mau bubur yang di minimarket, yang manis bunda" lirihnya
