perlahan Dira membuka matanya sambil sedikit meringis karena merasakan pusing di kepalanya
Melodi, menjauhkan minyak kayu putih dari hidung Dira saat melihat Dira yang sudah mulai sadar. ia menyimpan minyaknya di atas nakas, lalu mengambil segelas air yang ada di atas nakas juga
"minum dulu nak" titah Melodi
Dira sedikit mengangkat kepalanya, lalu meneguk airnya dengan dituntun oleh Melodi
kembali Dira menidurkan kepalanya di atas bantal
Dira menatap Melodi dan Marsha secara bergantian. Di dalam kamar itu memang hanya ada mereka bertiga
Dira mengingat hal terakhir sebelum akhirnya ia tak sadarkan
"Tian!" pekik Dira lalu mendudukkan tubuhnya
"Tian kemana Oma?" lanjutnya bertanya pada Melodi
Melodi menatap Marsha
"Oma! Tian nya kemana?" tanya Dira lagi
"aku mau ketemu Tian!" lanjutnya yang ingin menuruni kasur
Melodi dengan cepat menahannya
"Tian nya biarin tenangin diri yaa. nanti kalo Tian udah ngerasa tenang, pasti bakal balik"
"emangnya Tian kemana?"
Melodi menggelengkan kepalanya pelan "Oma ga tau nak. daritadi Oma disini jagain Dira" jawab melodi
Dira menatap Marsha
"sha? kamu tau Tian kemana?"
"ga tau dir. soalnya Tian ga ada bilang apa-apa waktu pergi tadi. dia nyelonong gitu aja setelah dikasih lihat buktinya sama laki-laki tadi" jawab Marsha
"bukti apa yang dia kasih lihat ke Tian? aku aja ga kenal sama laki-laki itu" lirih Dira menundukkan kepalanya "Oma percaya kan?" Dira kembali menegakkan kepalanya menatap Melodi "kalo aku ga ngelakuin itu Oma.. aku beneran ga kenal sama laki-laki tadi" lanjutnya dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya
Marsha menarik Dira kedalam pelukannya
di pelukan Marsha, Dira menangis dengan tangannya yang ia kepal
"aku ga pernah ngelakuin itu sama siapapun sha... hikss"
"iyaa... aku percaya kok sama kamu. ga mungkin kamu ngelakuin hal itu" sahut Marsha dengan satu tangan bergerak mengelus kepala Dira
Melodi hanya diam, karena ini kali pertama dirinya bertemu dengan Dira. jadi, ia belum terlalu mengenal Dira lebih. namun, jika memang Dira melakukan hal itu, jelas dirinya tak akan menyetujui Tian melanjutkan hubungannya dengan Dira lebih jauh lagi. bukan hanya Melodi, kedua orangtuanya pun pasti tak akan menyetujui hubungan mereka lagi
tak tega melihat Dira yang masih menangis di pelukan Marsha. Melodi mengelus kepala Dira, memberikan sedikit ketenangan untuknya
setelah puas menangis, Dira menegakkan tubuhnya. saat dirinya sudah menuruni kakinya ke lantai, dengan masih duduk ditepian kasur. Melodi menahan lengan Dira
"mau kemana?" tanyanya
"mau temuin bunda" jawabnya dengan diiringi senggukan kecil
"badan kamu masih lemes loh"
Dira menggeleng kuat "aku gapapa Oma. aku mau ke bunda"
akhirnya Melodi hanya membiarkan Dira yang sudah keluar kamarnya sendirian
"Oma" panggil Marsha menatap Melodi
"udah gapapa biarin aja" jawab Melodi
"kalo Tante Chika marah-marah gimana?" tanya Marsha
