121

5.7K 475 34
                                        

Hari ini, keluarga Mahendra baru tiba di rumah setelah menginap di villa beberapa hari. Orang tua Alran, dan keluarga Rara ikut pulang ke rumah Alran. Mereka akan menetap di rumah Alran untuk beberapa hari kedepan

Di ruang keluarga,  Boby, Alran, Fion, Tian, Christy, dan Aca. Sedang menunggu para ibu dan istrinya menyiapkan makan malam

Aca yang sedang bermain dengan papa nya, anak itu terus tertawa sambil mengoceh tak jelas

Sementara Christy yang sedang memainkan ponselnya dengan posisi telungkup di atas karpet, anak itu sedaritadi menggerutu kesal karena merasa berisik

Dengan wajah bete nya, Christy bangkit dan langsung menghampiri ayahnya yang sedang duduk di sofa. Anak itu duduk dipangkuan ayahnya, dengan punggung yang ia sandarkan di tubuh ayahnya

Hal itu membuat Alran memeluk Christy, dan memberi kecupan-kecupan lembut di pipi anaknya karena Christy yang mendongakkan kepalanya menatap dirinya 

"Berisik.." adunya dengan suara yang pelan

"Dedeknya ikut main makanya sama Aca. Pasti seru"

"Males. Dedek mau main game"

"Ya udah disini aja sama ayah main game nya"

"Tetep berisik~" rengeknya

"Ya udah pindah aja yaa? Main game nya"

Christy mengangguk pelan "sama ayah" pintanya

"Ayah lagi nonton bola. Sendiri aja gih"

Christy memajukan bibirnya "eum~ ayah ga sayang dedek" rajuk nya

"Iya iya iya ayok pindah ayok. Eh, tapi ayah mau tanya dulu sebentar sama dedek. Emang dedek sayang sama ayah?"

"Sayang"

"Sayang nya kadang-kadang yaa?"

"Ngga. Sayang nya setiap hari. Kan ayah cintanya dedek" jawab Christy membuat Alran tersenyum

"Cintanya dedek nomor berapa?"

"Nomor satu"

"Berarti, bunda cintanya dedek nomor dua?"

"Nomor kosong"

"Kok lebih atasan bunda, daripada ayah" protes Alran

"Kan harus bunda dulu, baru ayah"

Boby tersenyum mendengarnya, lalu ia mengusap puncak kepala Christy "pinter..."

"Iya dong opa, anak-anak ayah tuh pinter-pinter loh"

"Bunda juga" 

"Iyaa, anak ayah sama bunda juga. Uhm" Alran menggigit pipi Christy dengan bibir nya yang ia katupkan

"Aaa~ ndak mau~" rengek Christy mengusap kasar pipinya dengan punggung tangan

"Iyaa, maaf maaf" ujar Alran diakhiri mengecup lama pipi Christy dengan gemas

"Nama bunda ga boleh sampai ketinggalan yah" timbrung Tian yang sedaritadi fokus menonton kini menatap pada ayah dan adiknya

"Iya nih. Sama ayah mah boro-boro inget"

Christy bangkit dari pangkuan Alran, lalu berdiri dihadapan Alran

"Ayok~" rengeknya sambil menarik satu tangan Alran

"Mau kemana?" Tanya Boby

"Mau pindah katanya main game nya" jawab Alran

"Kenapa pindah? Aca nya kan ngga gangguin dedek"

Kesayangan BundaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang