40 - Triplets A

6.3K 463 24
                                        

Mobil milik Aland dan Alano terlihat terparkir di pekarangan rumah mereka, setelah mengantar Ajeng, Alano langsung melajukan mobilnya pulang menuju rumah.

Tetapi, sedari tadi, Alano terlihat kesusahan membangunkan Aland yang tertidur di kursi penumpang.

Alano menepuk keningnya, ia lupa, Aland termasuk orang yang kebo.

Sama seperti dirinya, hehe.

"Aland! Bangun!" Percuma saja, Aland terlihat semakin nyenyak dalam tidurnya.

"Aland! Bangun! Kebo amat sih!" Pekiknya kesal.

Dan entah ide darimana, Alano terlihat mengulurkan tangannya untuk memijit hidung Aland, ia terkekeh. "Kita lihat, Land. Seberapa lama lu bisa nahan nafas." Ujarnya licik.

Sedetik.

Dua detik.

Tiga detik.

Tiba-tiba saja Aland menggelengkan kepalanya kencang membuat tangan Alano mau tak mau terlepas dari hidungnya.

Ia menekan dadanya yang terasa sesak, kemudian beralih menatap Alano tajam.

"Lu apaan sih, No. Lu mau bikin gue mati, hah?!" Tanya Aland kesal. "Enggak, tapi kalau sekalian bisa yaudah." Aland mengerakkan giginya.

"Elu aja sono mati! Gue mah masih mau ngerasain hidup!" Alano terdiam, ia mencabut kunci mobil yang masih terpasang di tempatnya.

Ia kembali menoleh pada Aland dengan dahi mengernyit. "Lu mau turun kagak? Kalau kagak, gue kunci nih." Ancamnya.

Dengan kesal pun Aland mencebikkan bibirnya dan keluar dari mobil, karena kesal, ia membanting pintu mobilnya membuat Alano terjingkak kaget.

"Astaghfirullah! Gila lu, Land!" Pekik Alano kepada Aland yang sudah masuk ke dalam rumah.

Setelah selesai mengunci mobilnya, Alano melangkahkan kakinya menyusul Aland yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.

Namun, baru saja hendak membuka pintu, terdengar suara yang tak asing di telinganya. "Baru pulang, No?" Alano menoleh ke belakang.

Seulas senyuman mengembang di wajahnya, ia menghampiri orang tersebut lalu mencium tangannya. "Iya, pah. Papah tumben udah pulang?" Tanya Alano pada orang tersebut yang tak lain adalah Andra, papahnya.

Andra menepuk kepala Alano, "iya, di rumah sakit papah gak sibuk jadinya pulang deh."

"Iya tau, beda lah yang sibuk mah. Presiden aja kalah sibuknya, whehe." Andra terkekeh dibuatnya.

"Bukan gitu, akhir-akhir ini kan banyak banget pasien jadi papah harus kerja extra." Alano hanya mengangguk paham.

Alano paham, Andra itu memang terkenal gila kerja. Ia sangat totalitas. Tapi kadang dia heran, untuk apa papahnya itu kerja dengan keras sedangkan rumah sakit tempatnya bekerja kan adalah milik ayahnya, Juan, yang jelas adalah Opa nya.

Dan suatu saat nanti, rumah sakit itu pasti akan jatuh ke tangan Andra, papahnya.

"Aland mana?"

"Di dalem," jawab Alano.

Andra mengangguk kemudian ia berdiri di samping Alano, mensejajarkan tubuhnya dengan Alano. "Kamu kok udah mau nyusul papah, yah? Perasaan dulu kamu gak nyampe deh selutut papah juga."

Alano berdecak sebal, "iyalah pah, kan sekarang Ano udah gede, masa iya sih masih setinggi lutut papah." Balas Alano geram.

Andra terkekeh, ia kemudian mengelus rambut Alano lembut. "Kamu tau, papah gak pernah menyesal punya anak seperti kalian, papah sayang banget sama kalian." Kata Andra membuat Alano menatapnya tak percaya.

"Pah? Ini papah? Papah Andra 'kan?"

"Yaiyalah coeg, yakali ini setan." Jawab Andra asal.

Alano mencebikkan bibirnya, kenapa tadi papah nya itu seperti seseorang yang lembut dan dalam sekejap berubah menjadi orang yang kadang tak berakal.

Astaghfirullah, No. Inget dia itu bapak lu! Bagaimana pun juga, lu ada karena sperma dari bapak lu! Ucap batin Alano.

"Udah ah, ayok masuk, dingin disini, mending di kamar sama mamah." Lagi-lagi Alano terbelalak mendengar ucapan Andra.

Lalu tanpa menghiraukan Andra, ia langsung bergegas masuk ke dalam rumah. "Assalamu'alaikum, Ano pulang!" Setelah itu muncul seorang perempuan setengah baya dengan senyuman di wajahnya.

"Wa'alaikumsalam, eh ada papah juga?" Alano menoleh ke belakang, dan memekik kesal, kenapa mamahnya malah lebih dahulu menghampiri papahnya?

"Ih mamah, kok mamah gak samperin Ano duluan sih." Jihan menoleh ke belakang dan menyungingkan senyumnya.

Ia menjulurkan tangannya meraih punggung tangan Andra untuk dicium setelah itu menghampiri anaknya yang tengah merajuk. "Aduh, maafin mamah, oke."

"Masa gitu aja ngambek, nih, mau salam gak?" Jihan menjulurkan punggung tangganya pada Alano dan langsung di raih juga dicium olehnya.

Alano mencebikkan bibirnya kesel ketika melihat Andra yang tengah kesusahan menahan tawa. "Papah kalau mau ketawa, ketawa aja, jangan kayak orang dijajah deh." Dan setelah itu, terdengar gelak tawa Andra.

Lagi-lagi Alano mencebikkan bibirnya kesal, kenapa hari ini benar-benar sangat membuatnya kesal?

"Au ah, terserah! Ano mau ke atas, sana papah mesra-mesraan aja sama mamah dikamar!"

"Tanpa kamu suruh pun papah udah pasti melakukannya, Ano." Balas Andra dan malah dihadiahi cubitan dipinggangnya.

Ketika menoleh, ia mendapati Jihan yang tengah menatapnya tajam. "Ih kebiasaan deh, itu Ano jadi ngambekan!" Andra terkekeh.

"Bukannya dia setiap hari kerjaannya ngambek yah, kan sama kayak kamu, baperan!"

"Oh jadi gitu? Aku baperan? Oke, malem ini kamu tidur sana di ruang tamu!" Dan seketika pula Andra mengerutuki dirinya sendiri yang sudah berbicara seperti itu.

"Yah, kok gitu sih, papah kan gak salah mah." Bela Andra.

Jihan menatap Andra sekilas lalu berlalu meninggalkan Andra membuatnya mengacak rambutnya frustasi. Kalau sudah begini, apa boleh buat.

Alhasil, ia harus bersabar, seperti malam-malam yang pernah terjadi, tidur di ruang tamu sendiri tanpa Jihan disampingnya, lagi.

Bersambung...

******

Cie cie:')
Kasihan papah Andra, gak bisa kelonan sama mamah Jihan, gak bisa bikin Adek buat Aland Alano berarti, whehe.

Btw gue masih open members buat group xkystoriesx famliy lho:') yang mau gabung, caranya gampang, cukup chat gue di akun wp ini atau dm ke Instagram gue (rizkytajulia).

Gue menanti kalian guys:') disana kita bisa seru-seruan, curhat, bahas apa aja lah:')

Oh iya, gue mau sedikit berbagi kebahagiaan. Tau gak guys? TADI PAGI GUE MIMPI KEPALA GUE DI ELUS SAMA MANTAN! WTF!

Bahagia? Iya lah, wong gue ganteng:v

Tapi sayang, cuman mimpi:'(

BROTHERHOOD : Aland & AlanoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang