41- PENSI

6.5K 473 42
                                        

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, hari ini SMA Pelita Kasih terlihat ramai. Seluruh siswa bahkan guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan staff tata usaha pun turut serta menikmati acara PENSI yang tengah berlangsung.

Disisi lain, Aland terlihat tersenyum memerhatikan seorang gadis di sampingnya yang terlihat sangat menikmati drama yang tengah ditampilkan oleh anak-anak dari ekstrakulikuler drama.

"Lu suka banget yah nonton drama kek gini?" Pertanyaan Aland sontak membuat gadis itu mengerjap kaget.

Gadis itu menoleh dengan senyuman yang mengembang dibibirnya. "Iya, dulu aku sama kakak aku suka banget nontonin drama-drama kek gini tapi semenjak kakak kuliah ke luar negeri, aku udah jarang nonton drama kek gini." Jelas gadis itu.

Aland mengangguk paham. "Gapapa deh lu nonton drama, asal jangan hidup lu aja ikut drama." Gurau Aland.

"Apaan sih kak," balas Jasmine malu.

"Lu suka apa?" Jasmine mengernyit, "hah? Apa?"

"Iya, lu suka apa? Suka makan, ngemil, atau apa gitu."

Jasmine tampak berpikir, "aku suka semuanya." Jawabnya.

Aland tersenyim miring, "berarti gue juga dong yah?" Sontak Jasmine terbelalak. "Hah?"

"Iya, lu kan bilang suka semuanya, berarti gue termasuk kan ya?" Jasmine terkekeh dibuatnya.

"Iya deh, gimana kak Aland aja." Mereka sama-sama tertawa.

"Eh tau, gak. Ngemil, ngemil apa yang enak?" Tanya Aland.

"Ngemil sambil nonton tv kali yah," jawabnya namun Aland justru menggeleng. "Salah!"

"Terus apa dong?"

"Ngemilikin kamu seutuhnya, eak!"

"Kak Aland ada-ada aja deh, mana pakek gombal segala lagi." Ia terkekeh. "Tapi suka kan?" Goda Aland membuat Jasmine tersenyum.

Dalam hati, Aland tersenyum kagum ketika melihat senyuman dari wajah gadis di depannya ini. Jasmine, adik kelas yang tidak sengaja selalu berurusan dengannya.

"Lu tau gak, kenapa malem-malem bintang jarang muncul?" Jasmine hanya menggeleng. "Soalnya malu, kalah cantik sama elu." Lagi-lagi Jasmine hanya mampu tersenyum.

"Kak Aland gombal mulu, beda banget sama kak Ano yang suka ngelucu."

"Gue juga suka ngelucu kok," balas Aland. "Oh ya?" Aland mengangguk.

"Nih, kucing kalau turun apanya duluan?"

"Kakinya duluan lah!" Jawabnya lantang. Aland menggeleng, "salah!"

"Kok salah?"

"Emang apanya duluan?"

"Kucing kalau turun apanya duluan, ya naiknya lah. Kalau belum naik mana bisa turun." Seketika tawa keduanya pecah.

"Kak Aland receh deh!"

"Enak aja, recehan si Alano kali, dia tuh kalau ngelucu malah bikin orang emosi." Ujar Aland gak mau kalah.

"Tapi gitu-gitu kak Ano juga kembaran kakak." Aland tak mengelak, ia mengakui hal itu.

Kadang timbul di benaknya, kenapa bisa ia ditakdirkan memiliki saudara yang meniru wajahnya, ia kan tak suka ditiru.

"Eh, kaki lu udah gak kenapa-napa 'kan?"

"Iya udah mendingan kok, makasih yah kak waktu itu udah rela gendong aku yang berat, hihi." Aland hanya mengangguk.

BROTHERHOOD : Aland & AlanoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang