Bonus gif Aland sama Alano yang lagi asik nge-dangdut.
Ps : Aland keliatan asik bener goyangin jempolnya. Beda kalau Alano keliatan mau adu jotos. Wkwk.
Happy readings!
***
Seperti yang sudah terencana, kini Alano dan seluruh anggota OSIS lainnya tengah berkumpul di ruang OSIS untuk membicarakan pentas seni yang akan diadakan oleh sekolah Pelita Kasih sekitar dua Minggu yang akan datang.
"Jadi ntar, kita bagi menjadi empat bagian. Yang pertama untuk yaitu pentas drama yang akan diadakan oleh perwakilan dari ekstrakulikuler drama, pada setuju kan?" Yang lain hanya mengangguk paham.
"Yang kedua, akan ada penampilan tari tradisional dan modern dari ekstrakulikuler dance. Yang ketiga yaitu penyanyi solo, baik siswa maupun siswi. Dan yang terakhir, yaitu untuk group band. Pada setuju juga kan?"
"Iya, kita setuju, No." Jawab Adnan diangguki yang lainnya.
"Semua anggota OSIS menjadi panitia yah pasti, untuk pembagiannya, nanti gue kasih tau di group OSIS. Btw, ada yang mau nambahin sesuatu?"
"Hmm, tahun kemaren kan panitia gak boleh ikut serta sama event ini, nah gimana kalau tahun ini, panitia bebas untuk ikut." Alano mendelik taiam ke arah Amar yang baru saja mengemukakan pendapatnya.
Amar menyungingkan senyumnya, "gimana, No? Bagus kan saran gue?" Ia mengangguk.
"Sebenernya saran itu udah gue terima sih, ya meskipun dari si Aland. Bener juga, apa salahnya kalau panitia ikut serta."
"Ya, tapi setelah tampil, kalian harus kembali ke tugas mereka masing-masing. Oke jadi tahun ini, gak ada larangan untuk panitia ikut serta." Lanjut Alano.
Mereka bersorak bergembira namun gue teringat sesuatu, "oh iya, gue inget sesuatu, ada dua syarat yang harus dilakukan oleh para peserta. Yang pertama, untuk penyanyi solo dan group band, lagu yang dipilih tidak boleh berbau dangdut. Dan yang kedua, para peserta dipastikan siswa dan siswi SMA Pelita Kasih, gimana?" Terdengar beberapa dengusan kecewa dari beberapa orang.
Namun setelah itu mereka mengangguk serempak, "iya kita semua setuju, yah meskipun kita agak gak setuju karena pasti seru kalau ada dangdut, apalagi kalau yang nyanyi nya The Kucrut Band." Sahut Mauren membuat mereka juga ikut mengangguk.
"Sorry yah, untuk salah satu anggota The Kucrut Band, kalian dilarang menyanyikan lagu dandut. Kemaren gue udah berkompromi dengan ketua kalian kok." Ujar Alano sambil mendelik ke arah Adnan dan Amar.
The Kucrut Band beranggotakan Aland sebagai ketua, Amar, Adnan, dan Reyhan. The Kucrut Band tahun lalu berhasil menggemparkan seluruh warga sekolah dengan penampilan mereka yang menyanyikan lagu dangdut berjudul Sambalado milik Ayu Ting Ting.
Apalagi goyangan yang dilakukan oleh para anggota The Kucrut Band membuat seluruh warga sekolah yang menyaksikan event tahun lalu tertwa terbahak-bahak.
Dan Alano sangat ingat pada saat itu, ia ditarik Aland untuk naik ke atas panggung dan memaksanya untuk berjoget. Sungguh itu hal yang memalukan yang pernah Alano lakukan. Wkwk.
***
Disisi lain, kini terlihat Aland yang tengah bersenandung ria di depan pintu ruang OSIS dan sudah dapat dipastikan kalau ia sedang menunggu kembarannya, Alano.
"Whoah, you stress me up, you kill me. You drag me down, you fuck me up." Gumam Aland mengikuti musik yang ia dengarkan.
Karena bosan terus mendengarkan musik dari earphone yang terpasang di kedua telinganya, Aland pun melepaskan benda tersebut. "Huft, bosen bener dah." Gumamnya.
"Kak Aland," Aland terjingkak kaget dari posisinya kemudian menatap seorang gadis yang tiba-tiba muncul di belakangnya sembari menundukkan kepalanya.
Gadis itu terkekeh pelan, "maaf kak, ngagetin yah?" Aland hanya mengangguk. "Hm, ada apa?" Gadis itu diam.
Aland menggeram kesal ketika melihat gadis tersebut yang sedari tadi hanya menunduk. "Kenapa setiap kita ketemu lu nunduk mulu? Malu? Dimuka lu ada jerawatnya makanya gak mau nengok gue?" Tanya Aland bertubi-tubi.
Namun gadis tersebut tetap menundukkan kepalanya membuat Aland mengulurkan tangannya menyentuh dagu tersebut lalu mengangkatnya agar menatapnya.
Merasa Aland menyentuhnya, gadis itu memejamkan matanya takut. "Jasmine," panggilnya pelan.
Gadis yang dipanggil Jasmine itu pun perlahan membuka matanya dan terbelalak, jarak antara dia dan Aland sangat dekat. "K--kak Al--Aland." Ucap Jasmine dengan gugup.
Aland yang melihat itu pun terkekeh tetapi pandangannya terpaku ketika matanya tak sengaja bertemu dengan retina mata indah Jasmine. "You're so beautiful," gumam Aland pelan namun ia segera menggelengkan kepalanya.
"Hah? Apa kak? Kakak ngomong apa?"
"Enggak, lu mau ngapain manggil gue?"
"Aku cuman mau minta maaf." Dahi Aland mengernyit bingung. "Minta maaf? Minta maaf kenapa?"
"Karena waktu itu gak sengaja merhatiin kakak di hukum di lapang." Jawab Jasmine membuat Aland seketika terkekeh dibuatnya.
"Sengaja juga gapapa kali."
"Sekali lagi aku minta maaf yah kak."
"Iya iya, santai aja kali, Jas. Gapapa," balasnya ikut membuat Jasmine diam-diam menyungingkan senyumnya.
Aland yang melihat itu pun kembali terpaku, ini pertama kalinya ia melihat gadis itu tersenyum. "Manis," gumam Aland pelan.
Jasmine yang mendengar itu menoleh, baru saja hendak mengeluarkan suara namun tiba-tiba kehadiran Alano membuat ia mengurungkan niatnya. "Dor! Hayo lu pada lagi ngapain?" Pekik Alano hadir ditengah-tengah mereka.
Aland mendengus kesal menatap Alano. "Lu udah kek jailangkung aja datang tiba-tiba, ogeb!" Sahut Aland membuat Alano terkekeh.
"Habis lu pada asik ngobrol sih, gue yang udah selesai rapat daritadi dikacangin." Balas Alano.
"Yaudah deh, ayo cabut ntar keburu sore." Ajak Alano membuat Aland mengangguk.
"Gue balik duluan yah, lo hati-hati pulangnya." Jasmine mengangguk dengan semburat merah yang menghiasi wajahnya. "Iya, kita duluan yah." Kali ini Alano ikut berucap.
Bersambung...
******
Whohoho...
Entah kenapa gue bersemangat sekali buat next, do'ain aja mood gue baik terus:v
Jujur aja, gue mau cerita dikit.
Banyak banget orang yang bilang gue ini jomblo, salah satunya kalian pasti pernah bilang 'nih author pasti jomblo!' dan right, itu emang bener.
Oh iya, bulan kemarin gue tuh sama sekali gak ada mood untuk nerusin nih cerita karena lagi deket sama cowok.
And then, gue sama tuh cowok udah jauh. Entah kenapa jauh sama tuh cowok, gue kagak ada sedih, nyesel atau semacamnya.
Malah gue jadi mood lagi untuk nerusin nih cerita.
See, haruskah gue menjomblo sampe nih cerita tamat?
KAMU SEDANG MEMBACA
BROTHERHOOD : Aland & Alano
Umorismo-Sequel from the story of BAD BOY- "Karena nakal harus tau aturan!" Ini kisah si kembar Aland dan Alano. Kembar yang unik dan terkesan seperti orang gila. Tingkah mereka bahkan apa yang melintas dari otak mereka pun tak mencerminkan sepasang sauda...
