Andra terlihat menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan, hari ini ia mendapatkan shift malam. Seperti malam-malam kemarin, lagi-lagi ia harus berkutat di meja kerjanya dengan beberapa data pasien yang ia tangani.
Seuai SMA, Andra memutuskan untuk berkuliah di Universitas Indonesia dengan jurusan Kedokteran, setelah lulus ia memilih kembali melanjutkan S2 untuk mendapatkan spesialis ahli bedah.
Sulit memang menjadi seorang dokter ahli bedah, Andra mengakui itu. Terutama ia baru saja menikah, tugasnya semakin berat, apalagi ketika Jihan dinyatakan hamil setelah dua bulan umur pernikahan mereka.
4 tahun setelah Claudya meninggal, ia bertemu dengan sosok gadis yang kini menjadi istrinya. Tak butuh waktu lama untuk mereka dekat, bahkan Andra menikahinya setelah ia lulus S1.
Setelah menikah, ia bekerja paruh waktu untuk membiayai hidupnya dengan sang istri. Ia menolak pemberian kedua orangtuanya, karena menurutnya, istrinya adalah tanggung jawabnya bukan orangtuanya.
#Flashback On
Saat itu Andra tengah menjalani koas yang menjadi salah satu syarat kelulusan nya. Ia tersenyum kecil ketika mengingat apa yang terjadi kemarin.
Seorang gadis berambut hitam dibawah bahu, pipinya yang chubby juga senyumnya yang manis. Persis seperti Claudya, entah kenapa, gadis itu mengingatkan nya pada sosok Claudya.
Claudya yang Andra cintai dan yang pergi meninggalkan duka hingga sekarang. Tapi ketika bertemu gadis itu, Andra seolah merasa Claudya ada di dekatnya.
Andra akan selalu ingat, Jihan Fahira namanya.
#Flashback Off
"Huh! Makin hari pekerjaan makin numpuk aja." Andra mengusap peluh yang membasahi dahinya dengan lembut.
Lalu pandangannya beralih pada sebuah bingkai foto dimana terdapat foto dua gadis yang berbeda, yaitu Claudya dan Jihan.
Menurut Andra, Claudya itu tak pantas dilupakan karena bersama Claudya ia merasakan seperti apa rasanya jatuh cinta dan seperti apa rasanya melepaskan.
Sedangkan menurut Andra, Jihan juga sosok yang tidak akan mungkin ia lupakan, seorang istri yang mampu memberinya dua anak lelaki seperti Aland dan Alano.
Tangan Andra terulur mengusap foto Claudya, lalu ia tersenyum. "Semoga kamu disana selalu bahagia yah, Clau. Bagaimana pun aku sayang kamu, sayang banget, bahkan sampai saat ini."
"Kamu inget kan, Clau. Kamu pernah bilang, kamu pengen punya anak kembar, liat Clau, kamu punya Aland dan Alano. Mereka juga anak kamu, meskipun mereka bukan anak kita tapi mereka juga anak kamu, anak aku, kamu dan Jihan." Ujar Andra lirih.
"Makasih, Clau. Karena kamu aku bisa bertemu dengan Jihan, istri aku."
Kemudian ia mendongak menatap ke langit-langit ruangannya, lalu menghembuskan nafas kasar. "Aland dan Alano, kalian tau, papah sayang banget sama kalian, walaupun menurut kalian papah ini sengklek atau apapun itu, papah akan selalu menyayangi kalian."
Membicarakan kedua anak kembarnya, ia tersenyum kecil. Mengingat bagaimana ekspresi nya ketika mendengar Jihan dinyatakan hamil oleh Gladis yang notabennya sekarang dokter spesialis kandungan.
#Flashback On
Andra dan Jihan terduduk di kursi menatap Gladis yang sedari tadi tersenyum. "Ada apa, Dis? Istri gue gak kenapa-napa kan? Gue agak bingung sih waktu dokter di klinik kemaren minta gue bawa dia kesini, tapi be--"
"Selamat yah, Ndra. Istri lu hamil, usia kandungan baru seminggu." Seketika Andra bungkam.
Ia menoleh ke samping, menatap Jihan yang juga tengah menatapnya. "Ak--aku hamil?" Tanya Jihan tak percaya, Andra mengangguk dengan seulas senyuman di wajahnya.
Kemudian ia kembali menatap Gladis, "Ini beneran kan? Istri gue beneran hamil?"
"Iya, jaga kandungan istri lu baik-baik yah, Ndra. Jangan biarin dia banyak pikiran," Andra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Jihan hamil, istrinya hamil. Itu artinya ia akan menjadi sosok ayah, seperti kakaknya Dirga yang kini telah memiliki seorang putri bernama Laras Dirgantara yang sudah berusia dua tahun.
"Oh iya, kalau lu kesepian di rumah. Lu bisa kok contact gue, gue tau, Andra pasti sering pulang telat kan." Usul Gladis.
"Iya, boleh yah, Ndra?" Jihan menatap Andra memohon membuat Andra mengangguk pasrah. "Oke boleh," ucap Andra membuat Jihan memekik girang.
"Gue titip istri gue yah, kalau dia nakal, jangan dicubit ntar pipi nya merah." Gurau Andra.
Mereka bertiga pun bertawa bersamaan mendengar gurauan Andra yang terbilang garing.
#Flashback Off
Ia terkekeh geli mengingat semua momment tersebut, banyak yang sudah ia lewati sejak Claudya meninggalkannya.
Mulai dari kakaknya Dirga yang tiba-tiba saja meminta Juan untuk melamar Karin, seorang mantan kekasih yang membuatnya gagal move on.
Rey yang juga yang ikut menikah tiga tahun setelah Andra dan Jihan menikah, namun sayang, selama empat belas tahun umur pernikahan mereka belum memiliki momongan. Sampai seminggu yang lalu, Rey menghubungi Andra, ia berbicara kalau Naura, istrinya tengah hamil sekitar dua bulan.
Dan Anna Ganasiar, anak perempuan dari Juan dan Siska, seorang adik yang tak diduga hadir di rahim bunda Andra ketika ia hendak melaksanakan Ujian Nasional. Kini Anna justru sudah berkuliah.
Ah, ternyata waktu berjalan begitu cepat.
Tring... Tring... Tring...
Seketika Andra mengalihkan pandangannya pada sebuah telepon kerja miliknya yang berdering, segera ia pun meletakkan benda persegi panjang tersebut di telinga kanannya.
"Iya, hallo?"
"Hallo dokter Andra, ini saya suster Merly, ada pasien yang harus segera di operasi dok." Terdengar suara suster yang tak lain bernama Gladis dengan tersengal-sengal.
"Oke, saya akan segera kesana, siapkan perlengkapan nya." Jawab Andra.
"Baik dok," setelah itu Andra mematikan telepon tersebut dan bersiap untuk melakukan pekerjaannya.
Andra menghembuskan nafasnya perlahan, lalu tersenyum. "Ayo Andra, semangat!" Pekiknya mencoba menghibur diri.
Bersambung...
******
Hei, udah puas sama flashback nya? Kalau belom masih ada lagi nih, tapi sabar, satu- persatu, oke?
Btw, selamat hari Senin untuk kamu yang dulu pernah singgah. Apa kabar? Masihkah ingat dengan aku sebagai tempat pelarianmu? Wakwaw:v
Maaf banget yah, slow update, dikarenakan aku pusying memikirkan kehidupan zaman now. Eak eak eak.
Oh iya!
Jangan lupa follow Instagram :
1. rizkytajulia
2. xkystoriesx
3. alandalano_
4. aurafrazia
KAMU SEDANG MEMBACA
BROTHERHOOD : Aland & Alano
Mizah-Sequel from the story of BAD BOY- "Karena nakal harus tau aturan!" Ini kisah si kembar Aland dan Alano. Kembar yang unik dan terkesan seperti orang gila. Tingkah mereka bahkan apa yang melintas dari otak mereka pun tak mencerminkan sepasang sauda...
