Don't forget for vote and comment..
Enjjoy the story :)
__________________________________
"Aleta cepatlah!" Ragata menatap Aleta yang keluar dari dalam villa dengan tak sabar. Pria itu sudah lebih dari 10 menit berdiri di dekat mobilnya sambil merokok.
Dari kejauhan Aleta berjalan mendekat sambil membawa tas ransel miliknya. "Kenapa kau masih ada disini?" tanyanya. "Aku akan mencari penginapan sendiri."
Ragata melepaskan kaca mata hitam yang dipakainya, menatap Aleta mengernyit. "Siapa yang mengijinkanmu mencari penginapan?"
"Lalu kenapa kau menyuruhku membereskan semua barang-barangku dan membawanya?" Aleta menatap Ragata. "Bukankah kau menyuruhku pergi?"
"Kau terlalu percaya diri." Ragata menyentil kening Aleta hingga gadis itu mengaduh. "Aku tidak menyuruhmu pergi. Justru aku akan membawamu ke suatu tempat."
"Kemana?"
"Lihat saja nanti." Ragata kemudian berjalan mengelilingi mobilnya sambil memasang kaca mata hitamnya kembali dan masuk ke kursi pengemudi. "Cepat masuk, Ta." katanya saat kaca jendela mobil menurun.
Aleta masuk kedalam mobil setelah meletakkan tasnya di kursi belakang. Matanya menatap kearah Ragata yang tengah memasang sabuk pengaman di tubuhnya. "Sebenarnya kita akan kemana? Jangan-jangan kau akan menjualku ke pria hidung belang sejenismu."
Ragata menatap gadis disampingnya dengan malas. Kepala gadis itu sepertinya terbentur. "Sekalipun aku ingin menjualmu, tidak akan ada orang yang mau membelimu. Gadis bodoh sepertimu mana ada yang mau." balasnya. Membuat Aleta menatap geram.
"Apa yang kau lakukan?!" Aleta memekik seketika saat Ragata tiba-tiba memajukan tubuhnya dan menghimpitnya di antara kursi. Matanya membelalak saat pria itu balas menatapnya.
"Kau harus pakai sabuk pengamanmu." Ragata menarik sabuk pengaman disamping kursi dan memasangkannya di tubuh Aleta. Pria itu tertawa keras saat mendapatkan pukulan di punggungnya berkali-kali.
"Aku bisa memasangnya sendiri." Aleta mengeram kesal.
Ragata menghempaskan tangan Aleta yang terus memukulinya. "Kita akan berangkat besok kalau aku menunggumu memasangnya. Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah memasangkannya untukmu, dan juga kau harusnya merasa beruntung karena banyak wanita diluar sana yang menginginkan diperlakukan seperti itu olehku."
Aleta mendelik, "Dan aku bukan salah satunya."
"Dasar gadis bodoh." Ragata tertawa mengejek dan mulai melajukan mobilnya.
"Dimana kak Bob?" tanya Aleta. Dia baru sadar tidak melihat Bobby setelah sarapan tadi pagi. Seingatnya setiap mereka pergi Bobby juga akan ikut menghilang.
"Dia sudah lebih dulu pergi." balas Ragata. "Kemana kau memanggil Bobby dengan seperti itu sedangkan memanggilku tanpa embel-embel apapun?" protesnya.
Aleta menatap sekilas pria di sampingnya. "Kau tidak pantas disebut seperti itu."
"Kenapa? Aku kan lebih tua darimu, bahkan aku lebih tua dari Bobby." Tanya Ragata, melirik sekilas Aleta dari ujung matanya.
"Lalu kau berharap aku memanggilmu kak Ragata, begitu?" Aleta terkekeh.
Ragata menggeleng cepat, "Tidak perlu. Rasanya aneh mendengar itu darimu."
"Kak Ragata." panggil Aleta, menggoda Ragata.
"Hentikan. Aku tidak sanggup mendengarnya, rasanya menjijikan bagiku." Ragata bergidik. Merasa mual mendengar panggilan Aleta barusan.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romance--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)