Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
_________________________________
"Kau bodoh." Ragata mendengus kesal sekali lagi menatap Bobby yang duduk di atas kursi rodanya dengan tangan yang terbidai. Pria itu mengalami cedera di lengan kirinya akibat tak sempat mengerem saat terjadi kecelakaan beruntun di depan mereka. Kali ini murni kesalahan Bobby yang terlalu sibuk berbicara padanya soal Aleta.
Sebenarnya Ragata merasa sangat khawatir melihat kondisi Bobby saat ini, namun rasa khawatir itu berubah menjadi rasa kesal ketika mengingat alasan kenapa mereka ikut terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut. Meski mereka hanya mengalami cidera ringan, tapi tetap saja dia merasa khawatir. Bagaimana jika kecelakaan tersebut sangat parah, bahkan kecelakaan yang baru terjadi tadi memakan cukup banyak korban meninggal dan luka berat. Mereka cukup beruntung karena berada di paling belakang sehingga mereka hanya mengalami cedera ringan.
"Maaf, pak." Bobby setengah memelas saat menatap Ragata. Dia juga merasa bersalah karena tidak cukup hati-hati saat membawa mobil. Untungnya Ragata hanya mengalami luka lebam kecil akibat terbentur kursi di bagian depan.
Ragata menghela nafasnya perlahan, bersedekap sambil bersandar pada tembok. Ponsel di saku jasnya terus bergetar karena banyak orang yang mencoba menghubunginya. Saat kecelakaan terjadi kebetulan ada beberapa orang yang melihat wajahnya, sehingga berita soal kecelakaan dirinya langsung menyebar ke publik. Dia merasa sia-sia atas perjuangannya menghindari media selama beberapa bulan ini.
Ponsel Ragata terus bergetar tanpa henti, membuatnya merasa jengah dan mau tak mau mengambil ponsel tersebut. Dia membuka layar kunci dan membuka panggilan tak terjawab yang berjumlah ratusan tersebut. Tangannya menggeser perlahan layar ponsel, membaca nama-nama yang tertera di layar sebelum tangannya terhenti ketika menemukan nama Aleta di panggilan tak terjawab tersebut. Bukan hanya satu, namun lebih dari 30 panggilan tak terjawab. Aleta menghubunginya? Apa gadis itu tahu soal kecelakaannya dan mengkhawatirkannya? Apa itu mungkin--
"Aleta?" Bobby menatap lurus ke belakang Ragata disaat matanya menangkap sosok gadis yang tampak bingung mencari arah. Suara Bobby yang cukup keras membuat mata gadis itu menatap ke arahnya.
Ragata berbalik dengan cepat, terpaku ketika menemukan Aleta tak jauh di depannya. Gadis itu tampak berdiri kaku, dengan wajah sedikit pucat dan ekspresi antara gelisah dan lega. Ragata tak bisa menilainya saat ini karena jantungnya berdetak dengan kencang mengetahui Aleta berada di tempat ini. Apa dia boleh berharap jika Aleta datang untuk menemuinya? Karena gadis itu mengkhawatirkannya?
Aleta ingin menangis saat ini juga melihat Ragata yang tampak baik-baik saja dan sehat. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit dia sangat gelisah, dan semakin gelisah ketika dia bertanya pada suster dimana korban kecelakaan yang dibawa disana, dan suster tersebut mengatakan jika seluruh korban sudah berada di ruang mayat. Ketakutannya sungguh luar biasa membayangkan jika Ragata menjadi salah satu dari korban meninggal tersebut. Tapi, melihat pria itu berdiri tak jauh darinya, dalam keadaan sehat dan baik-baik saja membuat hatinya terasa lega seketika.
Dia baru saja bertindak bodoh dengan mengkhawatirkan pria yang tampak baik-baik saja itu?
Aleta dengan cepat melangkah mendekat ke arah Ragata yang tengah menatapnya. Air matanya kini telah mengalir membasahi wajahnya. "Kau-- kukira-- kau--" Aleta berdiri di depan Ragata dan menangis. Wajahnya menunduk dalam, menyembunyikan tangisannya. Sebelah tangannya memukul dada Ragata pelan. "Kukira--"
Ragata menarik Aleta dengan cepat ke dalam pelukannya. Memeluk gadis itu dengan sangat erat seakan takut jika semua yang tengah terjadi saat ini hanyalah ilusinya saja. Senyum di wajahnya terbit, penuh haru. Dia tak menyangka jika Aleta akan mencari dan mengkhawatirkannya. Dia pikir Aleta sudah benar-benar melupakannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romance--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)