Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
________________________________
"Aleta, tolong kosongkan beberapa hari jadwal pak Raga untuk minggu depan." Kata Bobby di sebelah Aleta. Pria itu menatap fokus layar komputer, dengan tangannya yang bergerak lincah di atas keyboard. "Beliau harus menemui beberapa investor secara langsung."
Aleta mengangguk mengerti, "Ada lagi, kak?" tanyanya.
"Tidak ada. Untuk sementara hanya itu, jika ada perubahan lagi aku akan memberitahumu." Bobby kemudian menatap Aleta dan tersenyum, kedua tangannya diangkat tinggi untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku. "Kau akan langsung pulang ke rumah?" tanyanya.
"Tidak, aku ada janji dengan temanku." balas Aleta sambil membereskan barang-barangnya. Hari ini dia sudah berjanji pergi menemui teman-teman lamanya bersama Alvin. Alvin terus menerus memaksanya pergi, jadi dia tidak punya pilihan untuk tidak menolaknya. Lagipula dia sudah lama tidak menghabiskan waktu diluar. Akhir-akhir ini dia lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja dan di rumah untuk menyelesaikan laporan magangnya.
"Kau akan berkencan ya?" tanya Bobby menggoda.
"Siapa yang akan berkencan?"
Bobby dan Aleta dengan cepat menegakkan tubuh mereka saat Ragata keluar dari ruangannya bersama Isabell. Ragata menatap kedua orang di depannya ingin tahu, sedangkan Isabell hanya tersenyum di sampingnya.
"Siapa yang akan berkencan?" Ragata menatap Bobby. "Kau sudah memiliki kekasih, Bob?" tanyanya antusias.
Bobby menggeleng cepat, "Bukan, pak. Bukan saya, Aleta yang akan berkencan hari ini." balasnya, membuat Ragata menatap Aleta seketika.
"Kau akan berkencan?" tanya geli. "Dengan yang mana?"
Aleta mendengus kecil. "Tidak, hanya reuni dengan teman lama saja." balasnya singkat.
"Siapa yang menjemputmu?" Ragata menatap Aleta penuh makna. Bermaksud mengatakan jika mereka tidak bisa pulang bersama.
"Alvin." balas Aleta.
"Baiklah." sahut Ragata, kemudian menatap Isabell dan tersenyum. "Aku akan mengantarmu pulang." katanya. Membuat wajah Isabell langsung sumringah, dan Aleta mengernyit bingung.
Aleta merasa aneh dengan perubahan sikap Ragata yang mendadak itu. Setelah pria itu memeluknya dan mengatakan hal yang tak masuk, sikapnya pada Isabell jadi berubah sedikit hangat. Tapi syukurlah, kasihan juga Isabell jika terus menerus diperlakukan dingin oleh pria aneh itu. Kedua orang itu melangkah pergi dari sana, menyisakan dirinya dan Bobby.
Bobby yang selama ini memperhatikan sikap dingin Ragata pada Isabell, menatap Aleta penuh pertanyaan. "Apa aku tidak salah melihat?" tanyanya terkejut.
Aleta terkekeh geli menatap wajah tak percaya Bobby. "Karena aku juga melihatnya, berarti kak Bob tidak salah melihat." sahutnya.
"Tapi bukankah selama ini pak Raga bersikap dingin pada nona Isabell? Kenapa hari ini jadi begitu?"
"Mungkin dia sudah sadar jika Isabell cantik dan menarik perhatiannya." balas Aleta seadanya. "Kak Bob tahu sendiri Ragata seperti apa."
Bobby mengangguk-anggukan kepalanya, "Benar juga. Pak Raga pastinya sekarang sudah terpesona dengan kecantikan nona Isabell."
Entah memang benar terpesona atau ternyata pria itu menyimpan sebuah rencana di dalam otaknya, batin Aleta. Aleta merasa curiga dengan sikap tiba-tiba pria itu, dan dia yakin Ragata pasti tengah menyimpan sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romance--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)