Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
_________________________________
Aleta memasuki mansion besar bak istana itu dengan takjub. Matanya menatap ke sekeliling, menatap berbagai macam ornamen indah yang ada, dan meneliti bangunan bergaya khas Eropa itu tak berkedip. Pemilik mansion tersebut pastilah bukan orang sembarang, bukan hanya dari kekayaannya namun juga dari ketertarikannya akan seni. Mansion tersebut benar-benar bukti nyata dari sebuah seni tingkat tinggi, dimana perpaduannya itu sendiri menghasilkan karya seni yang begitu indah.
Ragata berjalan di samping Aleta dengan tenang, langkah kakinya mantap memasuki mansion tersebut seakan dialah pemiliknya. Para pelayan berdiri menyambut kedatangan mereka dari pintu utama dan menuntun mereka menuju area belakang yang begitu indah. Sebuah taman besar dengan hiasan lampu yang di tata rapi menjadi pemandangan menyenangkan. Tepat tak jauh dari pintu belakang, sebuah meja panjang diletakan diantara lampu-lampu. Berbagai macam hidangan tersaji di atas meja tersebut, seakan makan malam itu disediakan untuk para bangsawan kerajaan.
"Hai, bro." Ragata melangkah mendekati meja, menyapa satu-satunya pria yang duduk disana. Mata hijau pria itu balas menatap Ragata dengan senyum lebar dan jahil seperti biasanya.
"Kau sudah datang?" tanya Leo sambil menegakkan tubuhnya. Mereka bersalaman dan saling memeluk khas pria sebelum kembali duduk di tempatnya. Mata hijau Leo menatap kearah Aleta yang berdiri di belakang Ragata, tersenyum ramah saat menyapanya. "Kau pasti Aleta."
Aleta menganggukkan kepalanya dan sedikit mengernyit, "Iya, Anda mengenal saya?" tanyanya.
Leo kembali tersenyum, "Aku sering mendengar namamu dari Raga. Oh ya, namaku Leonard Archey." balasnya. Aleta hanya mengangguk kecil sambil tersenyum. "Duduklah." katanya mempersilahkan.
Aleta duduk di samping Ragata yang sudah terlebih dahulu duduk. Pria itu kini asyik mengobrol dengan Leo hingga kedatangan seorang pria membuat keduanya berdiri. Mereka kembali bersalaman dan memeluk seperti yang dilakukan Leo dan Ragata sebelumnya. Aleta mengenal sosok pria tinggi itu dan hanya tersenyum kecil saat Juna menyapanya. Dia jadi penasaran dengan apa yang Ragata bicarakan tentangnya hingga Juna dan Leo seakan mengenalnya sejak lama, meskipun ada kemungkinan jika sikap kedua pria itu memang ramah terhadap siapapun.
"Senang bertemu denganmu lagi, Aleta." kata Juna dengan tersenyum. Senyum formal selayaknya sebuah perkenalan.
"Senang bertemu dengan Anda lagi, pak." balas Aleta dengan balas tersnyum.
Juna tertawa geli, "Cukup panggil Juna saja, atau jika kau tidak terbiasa panggil saja kakak." katanya.
Aleta mengagguk ragu, "Ah, baik." sahutnya. Tiga orang anak muncul dari balik pintu dan berjalan mendekati mereka. Aleta menatap ketiga anak tersebut dengan takjub, mengagumi ketampanan dan kecantikan mereka. Dia bisa menebak jika ketiga anak itu adalah putra dan putri Rayyan, karena setahunya Rayyan sudah menikah dengan salah satu kakak kelasnya. Dia sering kali mendengar kisah Rayyan bersama istrinya saat di sekolah.
"Hei, keponakan uncle. Apa kabar?" Juna tersenyum lembut menatap ketiga anak itu sambil berjalan menghampiri.
"Alhamdulillah baik, uncle."
Ragata pun ikut melangkah menghampiri salah satu anak lelaki yang termuda. "Al, uncle sangat merindukanmu. Sudah lama kita tidak bertemu." katanya sambil berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan Althariq.
Althariq tersenyum setelah menyalami Ragata. Mata birunya menatap lurus ke arah Aleta. "Uncle, itu siapa?" tanyanya.
Ragata mengalihkan pandangannya ke arah Aleta, "Itu teman uncle, namanya kak Aleta." jawabnya, lalu meminta Aleta mendekat.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Storie d'amore--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)