Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
___________________________________
"Alvin?"
Bobby mengangguk, "Iya. Dia menunggumu di ruang tamu."
Aleta mengernyit sesaat. Sebenarnya dia sedang tidak ingin bertemu siapapun termasuk dengan Alvin. Dia hanya ingin menyelesaikan permasalahan dengan Ragata. "Oke, aku akan kesana, kak."
Bobby kembali mengangguk, "Dan kau jangan terlalu khawatir. Pak Raga pasti akan bersikap seperti biasanya lagi." katanya, mencoba menghibur Aleta.
"Iya, kak." Aleta tersenyum. Dia kemudian melangkah menuju ruang tamu kantor untuk menemui Alvin.
Alvin dengan cepat menegakkan tubuhnya saat melihat Aleta muncul. Pria itu berdiri gugup di tempatnya dan menatap Aleta yang kini berdiri di hadapannya. "A-aleta aku ingin minta maaf soal kemarin." katanya cepat.
"Sebaiknya kita tidak perlu membahas itu lagi." Aleta tersenyum simpul, lalu dia mempersilahkan Alvin untuk duduk. "Jadi ada apa kau menemuiku?"
"Aku datang kesini hanya untuk meminta maaf padamu." kata Alvin. "Aleta, kuharap kau masih mau menjadi temanku."
"Tentu saja. Tapi hanya sebatas teman."
Alvin tentu mengerti maksud ucapan Aleta. Gadis itu tidak memiliki perasaan apapun padanya. "Aku mengerti. Aku sudah merasa sangat senang dengan hanya menjadi temanmu." balasnya, tersenyum tulus. "Oh ya, apa kau sibuk hari ini?"
Aleta tampak mengernyit. Sebenarnya dia ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Ragata, hanya saja dia menurutnya dia harus membiarkan Ragata beberapa waktu. Karena akan percuma saja jika dia terus menerus mendesak pria itu atas sikap dinginnya, lebih baik dia membiarkan Ragata tenang terlebih dahulu dan kembali mengajak Ragata berbicara lagi nanti.
"Sepertinya tidak."
"Boleh aku mengajakmu makan bersama?" tanya Alvin ragu.
Aleta mengangguk dan tersenyum simpul, "Tentu saja. Aku ingin makanan yang pernah kau rekomendasikan dulu padaku."
Alvin tersenyum senang, "Baiklah. Aku akan mengajakmu kesana." dia menatap Aleta lagi, sedikit ragu dan takut. "Tapi sebelumnya, boleh aku mengajakmu pergi ke rumah sakit dulu. Aku ingin memastikanmu baik-baik saja."
"Aku baik-baik saja." balas Aleta cepat. "Kau tidak perlu mengkhawatirkanku."
Alvin menghela nafas pasrah. Dia memilih menutup mulutnya daripada membuat suasana tak nyaman. "Aku akan menunggumu di bawah." katanya kemudian.
Aleta mengangguk.
Pertemuan mereka berjalan singkat, tak ada obrolan apapun lagi setelahnya. Selepas bertemu Alvin, Aleta memilih menyelesaikan pekerjaannya. Meskipun pikirannya berkecamuk, memikirkan apa yang terjadi pada Ragata, dia harus tetap menyelesaikan tanggung jawabnya di kantor. Dan yang paling penting adalah dia tetap memikirkan dirinya sendiri. Sikap Ragata yang tiba-tiba berubah padanya membuatnya amat frustasi, dan itulah sebabnya dia membutuhkan udara segar untuk menghilangkan sedikit rasa frustasi itu.
Waktu sudah menjelang malam saat Aleta kembali menatap Alvin yang kini duduk menunggu di lobby. Wajah tampan pria itu terangkat, menatapnya dengan senyum manis seperti biasanya. Alvin bisa dikatakan sangat tampan, dengan wajah blasteran dan senyum menawan, tentu saja Alvin adalah idaman setiap gadis. Hanya saja, Aleta tak merasakan rasa apapun pada pria itu selain rasa menghormati sebagai teman.
"Maaf membuatmu menunggu lama." katanya, dengan tersenyum bersalah.
Alvin balas tersenyum. Seberapa lama pun dia harus menunggu, jika itu Aleta, dia akan terus menunggunya. "Tidak masalah. Toh, aku juga sedang tidak ada urusan apapun."
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romance--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)