Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
__________________________________
Jam 3 sore, sore yang hangat.
Iris menyeringai kecil saat membaca lembaran-lembaran informasi yang diberikan oleh informannya. Meskipun harus menunggu dalam waktu lama untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya, tapi melihatnya sekarang membuatnya amat puas. Sekali lagi dia membuka lembaran di tangannya dan seringainya semakin terlihat jelas.
Hama yang mengganggunya ternyata berada amat dekat.
Go Ha Joon adalah sosok pria yang bisa mendukung dan menstabilkan kondisi keluarganya. Setelah perceraiannya dengan sang mantan suami, banyak keluarga yang memandang dirinya dengan sebelah mata. Makanya dia berusaha untuk mendapatkan nilai keluarganya lagi di depan semua orang dengan menikahi Ha Joon. Ha Joon bukan orang sembarangan, bahkan kedudukan Ha Joon sebanding dengan keluarga Dinata dan keluarga Calief. Dan yang paling penting dari semua hal tersebut adalah, tradisi keluarga Ha Joon yang mengharuskan harta warisan mereka diturunkan kepada putra dan putri mereka secara adil. Sekalipun Ha Joon tidak memiliki anak perempuan, maka warisan itu bisa diturunkan kepada anak perempuan yang terikat darah ataupun status. Ha Joon tidak memiliki saudara lain, makanya dia sangat bahagia karena mengetahui Elva yang akan mewarisi harta warisan tersebut, mengingat Elva terikat status dengan Ha Joon.
Setelah dia tak sengaja menguping pembicaraan suaminya dan Devano beberapa bulan lalu, dia dengan cepat menyelidiki kebenaran hal tersebut. Dia tidak boleh membiarkan posisi putrinya tergeser oleh anak kandung suaminya itu. Elva harus bisa mewarisi warisan tersebut dan mempertahankan apa yang sudah mereka rencanakan sejak awal. Satu hama Jihoon saja sudah membuatnya sedikit kewalahan, dia tidak ingin ada hama yang lain.
Senyum licik tersungging di wajah awet mudanya. Dia tentu saja merasa takdirnya memang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, ternyata anak perempuan yang tak diketahui Ha Joon sudah berada di depan matanya sejak lama. Dia tak menyangka jika putranya sendiri yang membawa gadis itu ke tangannya dengan mudah seperti ini.
"Kenapa mama tersenyum seperti itu?" Elva menatap ibunya mengernyit. Dia amat penasaran mengapa ibunya terlihat begitu senang ketika melihat kertas tersebut.
Iris menatap Elva dan memberikan kertas di tangannya. Elva segera meraih kertas tersebut, membacanya dalam gerakan mata cepat. Senyum bahagia sekaligus terkejutnya nampak dengan sangat jelas setelahnya. "Apa ini Aleta?" tanyanya tak percaya.
"Kau bisa melihat foto dan namanya bukan?"
Elva tertawa puas mendengar ucapan ibunya. Pantas saja selama ini dia tidak menyukai gadis itu, terutama saat gadis sok suci itu menjadi tangan kanan Ragata. Meskipun Ragata telah bertunangan dengan Isabell, tetap saja dia merasa sangat iri karena ada gadis lain yang berada di dekat pria idamannya itu. Kini, mengetahui semua fakta ini membuatnya semakin bersemangat untuk menyingkir Aleta dari dunia ini.
"Kau sudah memastikan semua ini benar?" Iris kini menatap pria di hadapannya. Pria berpakaian serba hitam itu mengangguk mantap.
"Semua yang tertera di sana sudah saya pastikan kebenarannya." jawab pria itu.
Iris tersenyum semakin puas. "Kerja bagus. Aku akan segera mengirimkan imbalan untukmu."
Senyum di wajah pria itu terbit, "Terima kasih nyonya, senang bekerja sama dengan Anda lagi." tentu saja kerjasama mereka kali ini bukan yang pertama. Sebelumnya Iris pernah meminta bantuannya untuk menyelidiki Ha Joon. Kemudian pria itu melangkah pergi, meninggalkan sepasang ibu dan anak yang tengah diliputi suka cita.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Lãng mạn--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)