Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
_________________________________
Aleta berjalan sendiri di lorong sekolah, dengan membawa map berisi laporan ujikomnya, dia berjalan santai menuju kantin. Akhirnya laporannya selesai juga, dan dia hanya tinggal menunggu waktu sidang yang seharusnya seminggu lagi. Selama seminggu ini pula dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengerjakan tugas, karena Ragata melarangnya bekerja dengan alasan kesehatannya. Padahal dia sudah sangat sehat, baik fisik maupun pikirannya. Namun pria itu tetap bersikeras memberikannya libur selama satu minggu.
Dan sekarang disinilah dia berada, menikmati waktu liburnya untuk bertemu dengan pembimbingnya juga menikmati suasana sekolahnya yang asri. Sudah sangat lama dia tidak mengunjungi sekolah tercintanya. SMK Bhakti Negara memiliki area yang luas dengan banyak pepohonan di dalamnya, itulah mengapa sekolahnya begitu asri dan sejuk setiap harinya. Dan karena hal itu pulalah banyak siswa dan siswa yang lebih betah berada di sekolah meskipun hari libur. Termasuk dia dulu.
Aleta berhenti di dekat taman, mengedarkan matanya ke sekeliling yang dirimbuni dedaunan pohon-pohon. Sejuknya udara membuat Aleta tersenyum kecil, menikmati suasana di tempat tersebut hingga tak menyadari kedatangan seseorang.
"Hirup terus bu." kata Zildan dengan terkekeh geli.
Aleta memandang Zildan dan balas tersenyum, setengah kesal dia memukul bahu lelaki tersebut. "Kau ada disini juga?" tanyanya. Dia melangkah menuju bangku semen dan duduk disana setelah meletakan mapnya di dekatnya.
Zildan ikut duduk di samping Aleta. Di tangan lelaki itu terdapat dua tumpuk map berisi kertas-kertas. "Aku ada bimbingan juga hari ini." balasnya. "Kau juga sama?" tanyanya setelah melongok map di samping Aleta.
"Mumpung aku libur bekerja, jadinya aku bimbingan." Aleta menyahuti. "Kapan jurusanmu sidang ujikom?" Di sekolahnya terdapat 10 jurusan yang berbeda, dan setiap jurusan pun memiliki waktu yang berbeda untuk Uji Kompetensi.
"Seharusnya dua minggu lagi aku melaksanakan sidang. Naura bilang jurusan kalian akan sidang minggu depan." Zildan kemudian mengeluarkan ponselnya. "Oh ya, kau sudah mendengarkan aransemen yang aku buat?"
Aleta mengangguk, "Sudah. Lumayan bagus, tapi aku merasa masih ada yang kurang. Tidak masalahkan jika aku menambahkan aransemen yang lain?"
Zildan menggeleng, "Tidak masalah. Malah bagus, aku sengaja memberikannya padamu agar kau bisa menyempurnakannya."
"Syukurlah. Berarti mulai minggu depan kita latihan lagi." katanya. Aleta, Naura, dan Zildan tergabung dalam grup band bernama Argus Harmony. Band tersebut dibentuk saat mereka kelas satu yang bermula dari keisengan mereka semata karena mereka hobi dan bakat di bidang musik. Namun band tersebut semakin berkembang dan digemari oleh seluruh siswa bahkan guru di sekolah, meskipun tidak ada yang tahu identitas mereka yang sebenarnya. Dan acara pentas seni nanti adalah acara terakhir mereka di sekolah ini.
"Naura tidak datang ke sekolah juga?" tanya Zildan.
"Tidak, dia sudah menyelesaikan laporannya kemarin."
Zildan menganggukkan kepalanya seraya menatap kearah lain. Pandangannya terhenti di arah gerbang saat menyadari seorang lelaki tengah menatap ke arah mereka, lebih tepatnya pada Aleta. "Ta, sepertinya ada yang mencarimu." dia menyenggol Aleta pelan.
Aleta bergumam pelan seraya mengangkat wajahnya. Dia menatap ke arah yang sama dengan Zildan dan membelalak saat itu juga. Alvin? Untuk apa lelaki itu disini?
"Aku kesana dulu." Aleta menegakkan tubuhnya dan melangkah menuju Alvin. Matanya menatap lurus pada Alvin yang mulai tersenyum saat menyadari dirinya mendekat. "Alvin? Sedang apa kau disini?" tanyanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romansa--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)