Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
__________________________________
Aleta segera menuju dapur sesampainya di rumah. Diikuti Ragata di belakangnya, dia memasuki area dapur yang luas itu dengan bersemangat. Ragata memilih duduk di kursi pantry ketika Aleta membuka lemari pendingin dan mengeluarkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat tom yam pedas. Tangan Aleta dengan cekatan membawa bahan-bahan tersebut ke atas meja dapur, meletakkannya perlahan dengan penuh konsentrasi.
"Jadi ceritakan semuanya sekarang." Aleta menggulung lengan kemejanya hingga siku, menatap Ragata yang juga tengah menatapnya.
Ragata memutar matanya malas, "Kukira kau sudah melupakan itu." gumamnya.
"Tidak mungkin aku melupakan itu." Aleta terkekeh pelan. "Jadi ceritakan sekarang juga, sejelas mungkin." lanjutnya.
"Baiklah." Ragata menghela nafasnya.
Aleta meraih celemek dan memakainya. Matanya kini beralih pada sayuran segar dan daging di hadapannya. "Oh ya, pria yang menemuimu tadi pagi sepertinya bukan karyawan di perusahaan." dia melirik Ragata sekilas, teringat pria berwajah dingin yang datang menemui Ragata tadi pagi.
"Dia mata-mata yang aku sewa."
Aleta menatap Ragata cepat, mengernyit bingung. "Mata-mata? Untuk apa kau menyewa mata-mata?"
Ragata memainkan sayuran di depannya, "Aku ingin mencari tahu keberadaan ibuku." Kemudian dia menghela nafas dan menatap Aleta yang kini tengah menghentikan aktivitasnya. Aleta menatapnya dengan terdiam, dan penuh ekspresi. "Sebelum datang ke pesta pernikahan Bella minggu lalu, mata-mata yang aku sewa mengatakan jika ibuku akan segera kembali ke Korea dalam waktu dekat. Makanya aku menyiapkan sebuah rencana untuk menemuinya di Korea."
"Lalu kau akan ke Korea kapan?"
"Besok pagi." balas Ragata, membuat Aleta membelalak. "Makanya hari ini aku pulang ke rumah. Aku harus bersiap untuk keberangkatan besok, dan kau harus ikut juga."
Mata Aleta semakin membelalak, "Besok?"
Ragata mengangguk, "Kau tidak keberatan kan?" tanyanya.
"Tentu saja aku keberatan." balas Aleta. "Pekerjaanmu sedang banyak disini, dan kau tidak bisa meninggalkannya begitu saja."
"Ada Bobby." Ragata menyandarkan tubuhnya, menatap Aleta santai.
"Bobby hanya sekretarismu. Semua keputusan di perusahaan harus kau yang bertanggung jawab."
"Tapi aku hanya memiliki kesempatan sekali ini saja untuk bisa menemui ibuku." balas Ragata serba salah.
Aleta terdiam seketika mendengar nada putus asa Ragata. Dia tahu, bagaimana pria itu sangat menginginkan bertemu dengan ibunya meskipun dia tak bertanya secara langsung. Dari mata pria itu saja, dia bisa mengetahui jika Ragata sangat berusaha keras mendapatkan kesempatan untuk bisa menemui ibunya. Tapi Ragata bukanlah orang sembarang yang bisa kapanpun pergi ke suatu tempat dengan mudah. Ragata adalah seorang pemimpin perusahaan besar dimana semua keputusan dan proses berjalannya perusahaan ada di tangan pria itu.
"Aku akan menghubungi CEO Dinata Labels untuk membantumu." ucap Aleta akhirnya, membuat Ragata menatapnya berbinar. "Aku tahu kau akan pergi tanpa sepengetahuan pak Devano, jadinya aku tidak bisa menghubunginya untuk membantumu. Seingatku CEO Dinata Labels adalah temanmu dan aku yakin dia bisa mem--"
Ucapan Aleta terhenti seketika saat Ragata tiba-tiba menghampirinya dan memeluknya erat. Ragata tersenyum bahagia sekaligus haru saat memeluk Aleta. "Terimakasih Aleta. Kau sangat mengerti aku. Terima kasih karena kau membantuku." ucapnya tulus.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romance--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)