Don't forget for vote and comment..
Enjoy the story :)
_______________________________________
Lagi dan lagi pagi yang mendung. Tidak seperti kemarin dimana hujan terus mengguyur hari, hari ini langit hanya nampak gelap. Suram dan dingin. Hal biasa mengingat waktu sudah memasuki musim penghujan, dan mungkin akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan.
Aleta menatap dirinya dalam cermin. Celana panjang, kaos panjang putih, dan jaket tebal menjadi pakaian pilihannya hari ini. Tak lupa dia mengikat rambutnya menjadi satu bagian. Wajahnya masih terlihat sedikit pucat meski dia sudah memakai riasan. Jiwa memang tidak bisa membohongi raga.
“Kau yakin dengan ini?”
Aleta menatap pantulan Jihoon dari cermin sebelum dia berbalik dan tersenyum. “Ini terasa lebih baik.”
Jihoon menghela nafasnya dan melangkah mendekat. “Kau harus ingat, kau selalu memiliki aku.” Katanya seraya menarik Aleta kedalam pelukannya. “Aku selalu lupa jika kita bertemu disaat kau sudah sangat dewasa. Dan aku malah memperlakukanmu seperti anak kecil.”
Aleta terkekeh, “Itu karena kau menyayangiku.”
“Tentu saja.” Jihoon balas terkekeh.
“Kalaupun kau bukan adikku, aku akan tetap menyayangimu.” Karena sejak awal dia bertemu Aleta kasih sayang itu telah ada di dalam hatinya, mungkin karena ikatan darah mereka yang kuat atau karena Jihoon pernah memandang Aleta sebagai sosok wanita asing. Dan mungkin juga jika mereka bukan sepasang saudara, dia akan benar-benar bersaing dengan Ragata untuk mendapatkan Aleta.
“Kau pikir aku akan membiarkanmu memeluk kekasihku meskipun kau kakak kandungnya?” Ragata berdiri bersedekap di ambang pintu kamar Aleta, mengernyit tak suka pada pemandangan di depannya.
Aleta menatap Ragata dari balik bahu Jihoon dan tertawa keras saat kakaknya itu semakin memeluknya erat dengan sebelah tangan. Kedua pria itu semakin kekanakan saja setiap berebut perhatian darinya.
“Justru aku yang harusnya bilang seperti itu.” Balas Jihoon. “Aku tidak akan membiarkanmu memeluk adikku sembarangan, apalagi menciumnya.” Lanjutnya penuh penekanan.
Wajah Aleta memerah karena ucapan terakhir kakaknya itu. Takut dan malu jika selama ini Jihoon pernah melihatnya berciuman dengan Ragata karena kekasihnya itu selalu mencari kesempatan menciumnya dengan tak tahu tempat.
Ragata mendengus, dia merasa akan hal itu. Dia menatap arloji di pergelangan tangannya lalu menatap Alet, “Kita berangkat sekarang?” Tanyanya.
Aleta mengangguk pelan saat melepaskan rangkulan Jihoon dan berjalan pelan menuju ranjangnya, untuk mengambil tas dan barang-barangnya yang lain. Setelah berpamitan pada Jihoon, Aleta pergi bersama Ragata. Keduanya berjalan bersama menuju mobil. Seperti biasa dengan tingkah berlebihan yang selalu membuat Aleta tertawa, Ragata membukakan pintu mobil dan membiarkan Aleta masuk. Aleta memasang sabuk pengaman ke tubuhnya bersamaan dengan Ragata memasuki mobil.
“Mau kemana kita hari ini?” tanya Ragata seraya memasang sabuk pengaman untuk dirinya sendiri. Dia menatap Aleta penuh perhatian seperti biasa.
Aleta tersenyum lembut saat menatap Ragata, “Aku akan menunjukan jalannya untukmu.” jawabnya penuh makna.
“Baiklah.” Ragata mengangguk pelan dengan senyum mengembang di wajah tampannya. Meski begitu entah mengapa hari ini hatinya terasa tak nyaman. Padahal hari ini adalah hari yang selalu dinantinya sejak beberapa minggu ini. Mungkin dia terlalu bersemangat dan bahagia sehingga dia merasa gugup seperti ini.
“Ada apa?” tanya Aleta saat Ragata tak kunjung melajukan mobil.
Ragata menggeleng cepat dan tersenyum, “Tidak ada. Kita berangkat sekarang.” katanya dan segera melajukan mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]
Romantik--Seri Ketiga 'The Way of Love: Destiny'-- Ragata Adya Dinata seorang pria kaya, tampan, dan rupawan. Pria yang memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi itu tak dapat lagi ditolak pesonanya. Sikapnya yang hangat dan romantis mampu membuat wanita...
![INFINITY LOVE - #3 [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/210287909-64-k862645.jpg)