"Bik, ngomong ngomong Ellgarnya lagi dimana ya?" ucap Arshi ingin menyamperi Ellgar.
"Tadi kata Pak Satpam sih Den Ellgar lagi jalan jalan keliling komplek non" ucap Bik Ina mengingat tadi saat dirinya berbicara tentang Ellgar.
"Boleh Arshi susul Ellgar bik?" ucap Arshi meminta izin kepada Bik Ina.
"Boleh Non, silahkan tapi nanti kalau sudah ketemu sama Den Ellgar minta tolong bilang suruh pulang ya" ucap Bik Ina minta tolong kepada Arshi.
"Siap Bik" ucap Arshi mencontohkan gerakan hormat.
"Non Arshi jangan langsung pulang ya, makan malam disini aja" ucap Bik Ina kepada Arshi.
"Nggausah bik, Arshi yang nggaenak" ucap Arshi kepada Bik Ina.
"Gapapa Non santai saja" ucap Bik Ina seperti menenagkan Arshi.
"Kalau papa Ellgar sama mamanya Ellgar engga terima kedatangan Arshi gimana Bik?" ucap Arshi takut jika dia akan diusir.
"Non Arshi tenang saja, biar bibik yang urus nanti" ucap Bik Ina mengelus pundak Arshi dan tersenyum kepada Arshi.
"Serius gapapa bik?" ucap Arshi masih mempertanyakan.
"Gapapa non" ucap Bik Ina.
"Kalau kaya gitu, Arshi nyusul Ellgar dulu ya bik" ucap Arshi berpamitan kepada Bik Ina.
"Iya non, makasih bangak ya" ucap Bik Ina berterimakasih kepada Arshi.
"Sama sama bik, Arshi deluan ya" ucap Arshi kepada Bik Ina dan sembari berdiri dari duduknya.
"Iya Non, hati hati di jalan ya" ucap Bik Ina juga berdiri dari duduknya.
"Iya Bik" ucap Arshi lalu berjalan keluar rumah Ellgar dengan membawa cameranya.
Arshi berjalan keluar pagar rumah Ellgar setelah berpamitan kepada pak satpam lalu melihat sekeliling komplek.
"Kayaknya Arshi jalan aja deh" ucap Arshi kepada dirinya sendiri.
"Tadi sih kata pak satpamnya Ellgar jalan kearah kanan" ucap Arshi melihat jalanan kanan yang cukup sepi dan hanya ada beberapa orang.
Arshi berjalan kearah kanan, terlihat sangat sepi.
Arshi terus berjalan hingga benampakkan taman untuk anak anak dan tempat duduk.
Arshi melihat seorang lelaki, yang sepertinya mirip dengan Ellgar.
Arshi mendekati orang itu, lalu melihatnya dari samping sepertinya itu memang Ellgar.
Arshi mengambil potret Ellgar dengan diam diam tanpa si empunya mengetahui hal itu.
Bukan hanya sekali, Arshi mengambil lagi dan lagi.
Setelah sekiranya sangat cukup, Arshi melihat hasilnya lalu tersenyum.
Arshi mendekati Ellgar untuk menyamperinya.
"Hai Ellgar" sapa Arshi senang dan melambaikan tangannya saat berada di depan Ellgar.
Ellgar agak kaget melihat Arshi yang tiba tiba datang dihadapannya.
Ia agak shock tapi tetap stay cool.
"Kenapa lo selalu ada dimana mana sih" ucap Ellgar sontak langsung berdiri dan meninggalkan taman itu dan meninggalkan Arshi.
"Arshi nggaada dimana mana kok, Arshi kan cuma satu" ycap Arshi menyamakan langkahnya dengan Ellgar.
Ellga tidak menanggapi Arshi.
"Ngapain lo ikutin gue?" ucap Ellgar saat Arshi masih mengikutinya berjalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELLGAR (TAMAT)
Teen FictionLangit yang menghitam disambut dinginnya udara yang diiringi derasnya hujan yang begitu mencengkram. Sungguh kejamnya dunia ini yang tidak membawa keadilan untuk semua orang. Ini tentang hidup seseorang yang berkali kali dimatikan. Dengan senyum...
