Arshi mengambil tasnya yang ia gantungkan lalu memakainya dan ingin membawa nampan yang ia bawa tadi.
"Tunggu" ucap Ellgar memegang pergelangan tangan kanan Arshi.
"Iya Ellgar? Ellgar butuh apa?" Ucap Arshi yang bingung mengapa tiba tiba Ellgar memegang pergelangan tangannya.
"Gue butuh lo" ucap Ellgar dengan sadar dan menatap mata Arshi.
Arshi menatap Ellgar balik, jawaban Ellgar agak ambigu menurut Arshi.
"Besok lo datang agak pagian ya, bantuin gue makan" ucap Ellgar lalu melemparkan pandangannya kearah lain dan melepaskan pegangannya terhadap pergelangan tangan Arshi.
"Oke Ellgar" ucap Arshi lalu mengangkat tangan kanannya membentuk jempol.
Sebelum pergi Arshi ingin mengecek suhu tubuh Ellgar terlebih dahulu, ia meletakkan tangannya dan memegang dahi Ellgar yang cukup panas.
"Ellgar kalau ada apa apa telfon Arshi aja ya, pasti Arshi datang" ucap Arshi menawarkan dirinya dikarenakan ia sangat khawatir dengan keadaan Ellgar.
"Iya" ucap Ellgar hanya mengiyakan agar lebih cepat.
"Yaudah Arshi pulang dulu ya" ucap Ashi berpamitan kepada Ellgar.
"Hmm" jawab Ellgar hanya berdehem untuk mengisyaratkan iya.
Setelah mendapat jawaban dari Ellgar Arshi langsung membawa nampan yang berada di atas meja sebelah kasur Ellgar dan memegang nampan tersebut dengan kedua tangannya.
Arshi berjalan menuju pintu keluar kamar Ellgar.
"Arshi" ucap Ellgar melihat Arshi yang ingin membuka pintu keluar kamar Ellgar.
Arshi langsung memutarkan badannya menghadap Ellgar dan melihat Ellgar yang melihatnya baik.
"Lo bawa mobil kan?" Ucap Ellgar kepada Arshi dengan menanyakannya hati hati.
"Nggabawa, tadi Arshi kesini pakai ojek online" jawab Arshi masih menatap Ellgar.
"Mau supir gue anter kerumah lo?" ucap Ellgar menawarkan agar supir keluarganya untuk mengantarkan Arshi pulang.
Jujur, Arshi merasakan ketengan dan kedamaian yang terdapat dalam sikap dan tatapan Ellgar kali ini.
"Nggausah Ellgar, nanti Arshi pesan ojek online aja" ucap Arshi kepada Ellgar dan hanya tersenyum singkat.
"Yaudah, hati hati" ucap Ellgar dan melemparkan tatapannya lagi.
Apa?
Hati hati? Arshi ngga salah dengarkah?
Arshi harus tetap stay cool.
"Arshi deluan ya Ellgar" ucap Arshi cepat lalu langsung membuka pintu kamar Ellgar tetapi kali memakai tangan kirinya sementara tangan kanannya memegang nampan yang berisi mangkok kosong bubur Ellgar tadi.
Setelah itu Arshi keluar dari kamar Ellgar dan langsung menutup kembali pintu kamar Ellgar.
"Lucu banget sih" ucap Ellgar dari dalam kamar sembari tersenyum melihat kepergian Arshi tadi dari kamarnya.
Sementara di depan pintu kamar Ellgar, Arshi menghembuskan nafasnya perlahan.
Ia hanya berharap semoga saja perlahan lahan Ellgar akan bisa luluh oleh dirinya.
Arshi berjalan menuruni anak tangga lalu berjalan kembali menuju dapur untuk mengembalikan nampan tersebut kepada Bik Ina.
"Ehh Non, Den Ellgarnya mau makan Non?" ucap Bik Ina yang tiba tiba muncul disamping Arshi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELLGAR (TAMAT)
Fiksi RemajaLangit yang menghitam disambut dinginnya udara yang diiringi derasnya hujan yang begitu mencengkram. Sungguh kejamnya dunia ini yang tidak membawa keadilan untuk semua orang. Ini tentang hidup seseorang yang berkali kali dimatikan. Dengan senyum...
