92

84 1 0
                                        

"Kita makan dulu ya? Mumpung belum terlalu sore" ucap Ellgar saat sudah menjalankan mobilnya.

"Arshi ikut aja" ucap Arshi yang langsung diangguki oleh Ellgar.

Tidak ada yang memulai topik secara deluan dan membuat suasana menjadi ramai.

Bahkan sekarang benar benar hening lagu pun tidak ingin menyampaikan suaranya untuk memecah keheningan antara dua insang itu.

"Mau makan apa hm?" ucap Ellgar melirik Arshi sebentar lalu beralih ke jalanan lagi.

"Arshi lagi pengen batagor boleh?" ucap Arshi menatap Ellgar yang sedang fokus menyetir.

"Boleh, kamu paling suka batagor yang dimana?" ucap Ellgar kembali menatap Arshi yang juga sedang menatapnya.

"Di pinggiran jalanan dekat lampu merah itu loh, enak banget tau Ellgar setiap harinya Arshi di buat ngiler kalau bayangin batagor itu" ucap Arshi yang membuat Ellgar kembali megacak rambut Arshi membuat Arshi memajukan bibirnya.

"Iya iya kita kesana" ucap Ellgar melihat Arshi yang memperbaiki rambutnya.

"Ellgar ngga suka musik ya?" ucap Arshi yang menatap Ellgar.

"Suka" ucap Ellgar kepada Arshi dan masih fokus pada jalanan.

"Kenapa ngga dihidupin dari tadi sih Ellgar?" ucap Arshi menghidupkan lagu yabg berada di mobil Ellgar dan yang menurutnya adalah lagu yang cukup bagus.

"Hehe maaf" ucap Ellgar yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Setelah itu mereka telah sampai di depan tempat dimana Arshi inginkan.

Terkihat Arshi yang sangat senang karena mereka sudah sampai dan tiba di deoan toko yang Arshi maksud.

"Ayok Ellgar cepetan" ucap Arshi turun lebih dahulu daripada Ellgar dan meninggalkan Ellgar di dalam mobil sendirian.

Ellgar menggelengkan kepalanya.

"Gue ngga yakin Arshi seumuran gue, jangan jangan Arshi anak SD yang menyamar menjadi anak SMA?" ucap Ellgar yabg membenarkan pertanyaannya sendiri.

"Bisa jadi" ucap Ellgar dan menuruni mobilnya lalu berjalan kearah Arshi yang sudah menduduki meja yang terdapat di tempat makan tersebut.

"Udah pesan?" ucap Ellgar dan menduduki kursi yang berada di sebelah Arshi.

"Udah" ucap Arshi tersenyum kepada Ellgar dan tak sabar untuk menunggu makanan mereka berdua datang.

"Silahkan mas.. mbaa.. " ucap mas mas sang penjaga gerobak.

"Terimakasih mas.. " ucap Arshi laku tersenyum kepada mas mas yang mungkin lebih tua dari Arshi tentu saja.

"Sama sama mbak.. "ucap mas penjaga lalu berpamitan untuk kembali ke gerobaknya.

"Jangan senyum sama masnya lagi Arshi" ucap Ellgar yang melihat Arshi melahap batagornya senentara Ellgar belum menyentuh makanannya sama sekali.

"Keunaupa Ellgaur?" ucap Arshi yang sambil mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya.

"Nanti gue cemburu" ucap Ellgar yang langsung membuat Arshi ersedak seketika.

Dengan buru buru Ellgar langsung memberikan minuman yang berada di depan Arshi kepada Arshi.

Setelah dirasa Ellgar Arshi sudah mulai membaik Ellgar kembali melankutkan ucapannya.

"Senyuman lo itu hanya milik gue, jadi cuman gue yang berhak melihatnya oke?" ucap Ellgar yang tidak dijawab sama sekali oleh Arshi dan malah membuat Arshi cengo.

ELLGAR (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang