"Kalau gitu Arshi masuk dulu ya Ellgar" ucap Arshi kepada Ellgar dengan wajah tertunduk.
"Maaf ya Arshi" ucap Ellgar yang berada di depan Arshi.
"Untuk apa?" ucap Arshi menatap Ellgar yanh juga menatapnya.
"Semuanya" ucap Ellgar yang langsung diangguki oleh Arshi.
Arshi memasuki rumahnya setelah berpamitan dengan Ellgar.
Ia tidak tahu harus berkata apa lagi, Ellgar pernah membuatnya jatuh cinta kepada Ellgar, tetapi Arshi juga harus tahu Ellgar tidak mempunyai kewajiban atas membalas perasaannya.
Arshi menaiki tangga rumahnya lalu menutup pintu kamarnya saat ia sudah tiba di kamarnya.
Arshi meletakkan semua barang yang menghadangnya lalu menjatohkan dirinya di ranjang empuk miliknya itu.
Arshi menhembuskan nafasnya dengan berat.
Mengapa Ellgar selalu terbang di pikirannya setiap jam, menit, detik pasti selalu Ellgar yang muncul di dalam otak Arshi.
"Jadi Arshi harus gimana?" ucap Arshi melesukan raut wajahnya.
"Jawaban Ellgar jelas jelas menggantung bagi Arshi" ucap Arshi lagi lagi negatif thingking.
Dengan cepat Arshi menggelengkan kepalanya.
"Arshi ngga boleh negatif thingking, harus positif pokoknya harus" ucap Arshi mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Arshi duduk dari tidurnya lalu mengambil tas totebag yang tadi diberikan oleh Fattan yang berada di sebelahnya.
Arshi menumpahkan semua isinya ke kasur menampakkan banyak jenis roti yang Fattan berikan kepadanya.
Ini Fattan sedang ada acara atau apa?
Atau Fattan sedang marah dengannya dengan begitu Fattan memberikannya roti yang sangat banyak.
"Ahh ngga mungkin" ucap Arshi menggelengkan kepalanya.
"Mungkin cuman kebetukan kali ya" ucap Arshi yang meyakinkan jawabannya sendiri.
Arshi mengambil handuknya dan memasuki kamar mandi dengan membawa baju baru yang akan ia pakai setelah mandi di tangannya.
Hari ini Arshi lagi mood untuk mandi alhasil ia menggunakan bathtub untuk berendam selama beberapa menit.
Ia butuh refreshing dikarenakan otaknya yang sekarang sedang banyak pikiran dan tidak encer.
Ia harus menetralkan tubuhnya dan memberi waktu istirahat untuk tubuhnya.
Setelah kurang lebih satu jam Arshi mengeluari kamar mandi dengan aroma tubuh yang sangat ia suka.
Arshi mengeluari kamar mandi dan mengerinkan tubuhnya.
"Haii" sontak Arshi melihat sekelilingnya.
Ia melihat dari jendela meja belajarnya, meja riasnya, dan terakhir Arshi melihat kearah kasurnya yang sepertinya sedang aneh.
"Kenapa lo liatin gue kaya gitu sih" ucap Calista yang sedang membaringkan tubuhnya membuat Arshi terkejut.
Pasalnya ini perdana Calista kerumahnya tanpa mengabarinya karena biasanya Calista pasti akan menangakan seperti 'Arshi ada dirumah ga?' dan sebagainya.
"Kirain siapa" ucap Arshi yang mendekati Calista yang sedang berbaring santal dengan dirinya yang merentangkan tangannya di kasur Arshi untuk memberikan sensasi nyaman.
Arshi berjalan menuju meja riasnya lalu segera mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"Gimana?" ucap Calista terdengar ambigu di telinga Arshi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELLGAR (TAMAT)
Teen FictionLangit yang menghitam disambut dinginnya udara yang diiringi derasnya hujan yang begitu mencengkram. Sungguh kejamnya dunia ini yang tidak membawa keadilan untuk semua orang. Ini tentang hidup seseorang yang berkali kali dimatikan. Dengan senyum...
