55

83 3 0
                                        

"Rempeyek pokoknya lo hari ini harus nginep di rumah gue" ucap Calista saat bel pulang telah berbunyi.

"Titik nggapake koma" ucap Calista melanjutkan ucapannya.

"Ih gantian dong, kan kemarin udah di rumah Calcal sekarang giliran dirumah Arshi" ucap Arshi tidak terima karena ia belum mendapatkan giliran.

"Oke oke gue ngalah kali ini di rumah lo" ucap Calista dengan pasrah karena memang instruksi mereka terbaik jika Calista yang ingin curhat pasti Calista akan menginap di rumah Arshi dan sebaliknya lagi jika Arshi yang ingin curhat tentang masalahnya pasti ia akan menginap di rumah Calista.

"Emangnya kita mau ngapain sih Calcal?" Ucap Arshi yang masih belum paham tentang apa yang ia bicarakan dengan Calista.

"ASTAGFIRULLAH REMPEYEK JADI TADI GUE NGOMONG LO GAPAHAM?" Ucap Calista sedikit emosi dan membuat orang orang yang berada di sekitar mereka yang berada di dalam kelas langsung melihat kearah Calista dan Arshi.

Arshi spontan lansung menyentil kening Calista karena sudah membuat mereka menjadi pusat perhatian lagi saat di kelas yang sedang menyiapkan buku untuk kembali pulang membuat Calista memegang dahinya yang terasa sakit.

"Lo yang salah kenapa gue yang di salahin sih rempeyek?" Ucap Calista tidak terima karena menilai dirinya tidak salah sama sekali.

"Kok Arshi yang salah sih, jelas jelas Calcal yang teriak" ucap Arshi memanyunkan bibirnya tanpa ia ketakuhi.

"Terserah lo deh rempeyek pusing gue mikirinnya" ucap Calista memegang kepalanya dengan kedua tangannya sudah tidak sanggup menghadapi Arshi.

Calista mengangkat kedua tangannya menghadap Arshi lalu berkata "nyerah gue rempeyek mendingan kita langsung ke rumah lo" ucap Calista yang sudah tidak sanggup dan ingin langsung menggantikan topik saja.

"Yaudah ayo" ucap Arshi yang melontarkan tersenyum gembiranya kepada Calista.

Calista dan Arshi berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar kelas.

"Tunggu" ucap Fattan yang berada di belakang Arshi dan memegang pergelangan tangan Arshi.

Arshi refleks langsung mengikis tangan Fattan dari pergelangan tangannya itu.

"Maaf" ucap Fattan yang menyadari kesalahannya sehabis Arshi mnegikis tangannya pertanda tidak suka.

Jika kalian tahu Fattan juga adalah orang yang sangat peka terhadap sekitarnya.

"Iya ada apa Fattan?" Ucap Arshi yang mencoba untuk saling menyebarkan kebaikan di setiap manusia walau ia tidak tahu kebaikan apa.

Calista yang tadinya berjalan di sebelah Arshi pun ikut berbalik dan melihat Fattan yang sedang menatap Arshi dengan harapan.

Ya, Calista tahu tatapan itu tatapan yang Arshi lontarkan dengan Ellgar sama dengan tatapan Fattan bedanya tatapan Arshi terhadap Ellgar lebih dalam sehingga membuat orang di sekitarnya mengetahui bahwa Arshi sangat mengharapkan Ellgar.

Calista menyipitkan matanya menatap Fattan yang menatap Arshi.

'Ada yang ga beres nih' batin Calista.

"Lo pulang sama siapa? Mau gue anter?" Ucap Fattan yang langsung membuat Calista seperti mengintimigasi orang yang berada di depan Arshi itu.

Teng, yang benar saja pasti Fattan sangat tertarik dengan Arshi terlihat dari gaya bicaranya tutur katanya tetapi jika dilihat lihat Arshi tidak nyaman berada di dekat Fattan.

"Arshi pulang sama gue" ucap Calista yang terlebih dahulu menjawab sebelum Arshi menjawab.

Arshi melihat Calista yang juga menatapnya singkat lalu kembali menatap Fattan.

ELLGAR (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang