Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
"Biar kupikirkan dulu, Wid."
Ingatan Widi melayang pada hari di mana dia memberanikan diri melamar Cassandra. Wanita itu terus saja menolak, Widi sampai kehabisan akal meyakinkan Cassandra. Namun, dia akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Setidaknya Cassandra bilang akan mempertimbangkan.
Dengan kasih-Mu Ya Rabbi, berkahi hidup ini.
Suara merdu Nisa Sabyan mengalun dari ponsel Widi. Dia tersenyum saat membaca satu kata yang tertera pada layar ponsel.
"Assalamualaikum, Bun."
Rima menjawab riang di sana,
[Waalaikumsalam, Wid. Kamu lagi di mana?]
Widi mengerutkan alis, melihat jam di dinding. Pukul dua puluh satu nol nol. Ibunya tahu kebiasaan Widi, Putranya tidak pernah keluyuran, kenapa masih bertanya?
"Widi di rumah, Bun."
Rima berdecak frustrasi.
[Bunda kira lagi kencan sama siapa gitu.]
Widi terbahak, seperti biasanya Rima selalu suka bercanda.
"Belum ada wanita yang mau kuajak kencan, Bu," sahut Widi sambil mendesah putus asa, hanya pura-pura.
[Makanya kamu pulang saja minggu depan ke Surabaya, si Arum sepupu kamu tuh mau nikah. Siapa tahu calon suaminya ada keluarga yang cocok untuk kamu.]
Kali ini Widi benar-benar mendesah putus asa, dia menyesal ikutan bercanda.
"Bun, aku bisa mencari pasanganku sendiri."
[Halah kamu ini, Le, Le, mau sampai kapan kamu menduda?]
Rima berdecak sebal di seberang sana, wanita itu masih tidak mengerti jalan pikiran puteranya. Padahal banyak pria tetangga Rima di Surabaya, belum sebulan ditinggal istri, janur kuning sudah melengkung di depan rumah. Sedangkan Widi? Mutiara meninggal lebih dari setahun. Pria-pria lain mungkin telah berhasil membuat istri kedua mereka menggelembung.
"Bun istirahat deh, nanti Widi pulang pas nikahan Arum."
[Iya, deh. Bunda tunggu kamu loh. Kalau kamu nggak datang, Bunda anggap kamu sengaja menghindari Bunda.]
"Insya Allah, Bun. Saya usahakan pulang."
Pernikahan tentu adalah suatu hal yang didambakan setiap pasangan, Widi pun begitu. Mengadakan pesta pernikahan adalah wujud berbagi rasa bahagia kepada orang terdekat, tetapi ada hal lain yang selalu Widi waspadai saat menghadiri acara tersebut. Pertanyaan kapan menikah lagi dari sanak saudara membikin Widi kurang nyaman. Ditambah dengan berondongan pertanyaan Rima, terkadang ngotot ingin menjodohkan Widi dengan puteri kenalan wanita itu.
♥♥♥
Seminggu terasa begitu cepat berlalu, maka di sinilah Widi sekarang berada di antara para sepupunya. Berseragam kemeja batik cokelat ikut menyambut tamu yang datang.
Graha Cipta lebih ramai dari biasanya, karangan bunga ucapan selamat terpasang di depan gedung. Mengusung perpaduan tema adat Jawa Tengah dan Jawa Timur, pernikahan Arum tampak sangat glamor dan mewah. Ukiran khas Jepara pada dekorasi pelaminan dicirikan dengan bentuk tumbuhan menjalar dengan tangkai kecil memanjang, di mana daunnya lebar dan ujung daun yang runcing. Kursi pengantin berbahan kayu jati dan seni ukir khas Bojonegoro menambah kesan elegan. Wisteria dan bunga warna-warni berjejer di depan pelaminan membuatnya terlihat semakin indah.
Widi menemani Rima berfoto dengan mempelai, Sepupunya terlihat sangat bahagia dapat bersanding dengan pilihan hatinya. Arum sempat bercanda saat Widi menyalaminya.
"Eh, Mas Widi. Kok sendirian. Mana gandengannya?" tanya Arum.
"Belum ada, Rum. Masmu ini nggak ganteng, makanya nggak ada yang mau."
"Halah, kata siapa. Teman Arum banyak yang cantik, Mas. Kalau mau nanti Arum kenalin. Mas Wid, cepetan nyusul Arum biar ndak jadi duda tua. Nanti ndak laku-laku."
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
