Bab 75

694 104 2
                                        

Hello Sexy Readers,

Vote dan komen yang banyak.

Love,

Bella - WidiSyah

♥♥♥

Para tamu sudah pulang, meninggalkan kekacauan, tentunya dalam artian positif. Potongan kertas warna-warni berserakan di lantai, ulah dari para karyawan Venusian dan Zaitun yang sepakat membawa konfeti.

Eric dan Nina memilih menginap di salah satu hotel terdekat dengan bandara karena tak ingin ketinggalan pesawat. Pasangan orang tua Cassandra itu memang tidak sedang berlibur, keduanya hanya datang untuk menikahkan putri semata wayang.

"Wid," teriak Rima, "Bantuin Bunda beres-beres sini."

Widi dan Cassandra yang sedang menggendong Lithania menoleh. Dengan pengalaman pernah bermertuakan Fatma, Cassandra menjadi lebih sadar diri. Dia menyerahkan Litha pada Widi lalu bergegas menghampiri Ibu mertuanya.

"Biar Sandra yang membersihkan, Bun."

"Eh, jangan!" tolak Rima. "Kamu istirahat saja, temani Lithania. Biar Bunda sama Widi yang ngerjain ini. Nggak banyak kok."

"Tapi, Bun ...."

Cassandra tidak melanjutkan ucapan, seluruh pipinya memanas, memerah saat Rima tiba-tiba membisikkan sesuatu sembari mengedipkan mata ke arah Widi.

"Kamu temani Litha saja, abis itu mandi biar wangi."

Ya, Tuhan, Cassandra baru tahu kalau Rima seperti ini, dia malu sekali. Tanpa banyak kata, Cassandra berbalik badan mendekati Widi.

"Wid, eh, Mas, eh ...." Sekarang, Cassandra jadi tidak tahu harus bersikap apa pada Widi. "Kata Bunda, biar Litha sama aku saja. Kamu yang bantuin Bunda bersih-bersih

"Jangan sungkan begitu, Cass." Widi tersenyum geli saat menyerahkan Lithania yang sudah hampir terlelap. "Tetap seperti Cassandra yang biasanya." Pria itu berdiri, mengusap kepala Cassandra lalu mendekati ibunya. "Yang mana yang mau diberesin, Bun?"

Cassandra mengembuskan napas panjang, dia pun membawa Litha ke kamar, menyusui putrinya sampai bayi mungil itu tertidur pulas. Setelah meletakkan Lithania ke dalam boks, Cassandra beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Hai, lama sekali mandinya." Widi tersenyum ketika Cassandra keluar dari kamar mandi, pria itu memalingkan wajah ke dalam boks Lithania saat menyadari jika tubuh Cassandra hanya berbalut handuk. "Kamu mau liburan ke mana?" tanya Widi sembari berdeham. Sungguh, kerongkongannya kering kerontang.

"Iya, Ibu dan Mama menyarankan kita berbulan madu." Cassandra mengambil lingerie dan kimono hitam dari lemari. "Kata mereka, biar pas pulang sudah bawa kabar calon adik untuk Litha."

Widi kaget saat lengan Cassandra tiba-tiba mengalung di bahunya, dia sampai terbatuk-batuk, kali ini seperti ada batu yang tersekat di tenggorokannya.

"Kamu mandi di luar? Kok sudah rapi?" Widi mengangguk kaku seperti robot, Cassandra terbahak sambil merapikan kerah piyama Widi lalu kembali ke kamar mandi menaruh handuk.

"Bagaimana kalau Lombok? Di sana pantainya tidak kalah indah dari Bali. Kita bisa menyelam di Gili Trawangan, menikmati sunset di ... ini apa, Wid?" Celotehan panjang Cassandra terhenti berganti pertanyaan, Widi mengulurkan kartu padanya.

"Kartu debitku." Widi kembali berdeham, memberanikan diri menatap Cassandra. "Hari ini kamu sudah resmi menjadi istriku. Maka uangku adalah uang kamu juga. Pakailah untuk kebutuhan kita bertiga."

Cassandra melongo, dia tidak menyangka Widi akan menyerahkan semua miliknya. Dulu, Cassandra dan Hamizan saling memerdekakan, termasuk dalam hal urusan keuangan. Mereka tak pernah saling mencampuri.

"Lantas, kamu?"

Widi tersenyum, "Nanti aku minta sama kamu. Jika dalam rumah tangga, ibaratnya aku adalah presiden, maka kamu menteri keuangannya. Pakailah dengan bijak." Widi yang semula duduk di samping boks Lithania pun berdiri. "Istirahatlah, kamu pasti capek, aku di ...."

"Jangan keluar, di sini saja." Cassandra sontak menghambur, memeluk Widi yang mematung dengan tangan teracung menunjuk ke pintu. Wanita itu terisak, dia tak tahu harus berkata apa. Yang Cassandra tahu, Widi begitu baik padanya.

♥♥♥

SEXY MISTRESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang