Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
Pesawat terbang yang membawa Widi dan Cassandra mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno Hatta tepat pukul empat Waktu Indonesia Barat. Widi sudah meminta Mila memesan taksi daring untuknya dengan dua titik. Kantor polisi dan apartemen Cassandra. Nissan Evalia berwarna silver berhenti tepat di depan Widi dan Cassandra.
"Atas nama Pak Widi?" Supir taksi itu turun, tergopoh-gopoh menghampiri. Melihat Widi mengangguk, pria separuh baya itu membantu menaikkan koper ke bagasi.
Pria itu teramat sabar untuk ukuran supir taksi daring yang berlomba-lomba mencari penumpang demi mencapai target. Dia menunggu cukup lama tanpa mengeluh saat Widi dan Cassandra sedang memberikan laporan penculikan.
Widi dan Cassandra sempat mendebatkan perihal polisi akan bertindak setelah masa tunggu satu kali dua puluh empat jam. Keduanya yang semula melaporkan anggota keluarga yang hilang, berubah menjadi laporan penculikan.
Apa namanya jika bukan penculikan? Lithania baru berusia satu setengah tahun, putri kecil Cassandra bukan penyihir yang dapat menghilang dan muncul dengan tiba-tiba. Setelah memberikan semua data yang mungkin polisi butuhkan, Widi dan Cassandra meninggalkan kantor polisi.
Tangisan Rima kembali pecah saat Widi dan Cassandra tiba di apartemen.
"Sandra, maafin Bunda. Bunda ndak becus menjaga Lithania."
Cassandra memeluk mertuanya, wanita itu menggeleng kuat. "Bukan salah Bunda, kok. Kita juga nggak tahu kalau penculiknya mampu membobol keamanan apartemen."
"Ndak, Bunda yang salah. Andai saja Bunda nggak berlama-lama di kamar mandi, semua ini nggak bakalan kejadian, Sandra." Rima kembali terisak, perasaan bersalah menghantui wanita itu.
"Tolong berhenti menyalahkan diri sendiri, Bun." Widi akhirnya menengahi, saat dua wanita beradu pendapat takkan ada habisnya. Istri dan ibunya sama-sama ngotot menyatakan rasa bersalah. "Kita sama-sama berdoa semoga Lithania segera ditemukan, ya."
Keesokan harinya, Cassandra masih bisa bersabar. Masuk hari kedua, dia mulai gusar. Cassandra seperti menghitung detik demi detik ketiadaan Lithania. Wanita itu beberapa kali menghubungi kantor polisi, tetapi belum ada hasil. Di hari ketiga, Cassandra nyaris putus asa, hingga ponselnya tiba-tiba saja berdering. Nomor telepon kantor polisi yang sengaja Cassandra simpan muncul pada layar.
[Selamat siang, apa benar dengan Ibu Cassandra?]
Jantung Cassandra seolah berdetak lebih cepat, Ibu Widi turut mendengarkan di samping Cassandra. Wanita itu meminta Cassandra mengaktifkan loud speaker. Mereka berharap ada titik terang.
"Iya, Pak. Saya Cassandra."
[Apakah ibu ada waktu untuk ke kantor hari ini? Kami ada kabar baik untuk Anda.]
"Tentu saja, Pak. Apakah Litha, maksud saya apakah putri saya sudah ditemukan?"
Ah, Cassandra merasa petugas polisi di seberang sana terlalu berbelit-belit. Apa susahnya menginfokan keberadaan Lithania? Cassandra ingin seger menjemput putrinya.
[Ibu ke kantor dulu, karena sebaiknya masalah ini cukup diselesaikan dengan kekeluargaan.]
Jangan-jangan dia kenal penculiknya? Pikiran Cassandra melayang kepada asisten rumah tangga yang dulu dipecatnya? Apakah Sulis ingin membalas perlakuan Cassandra dan Hamizan padanya?
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
Storie d'amoreCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
