Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
"Kamu dengar kan apa kata Arum tadi?" tanya Rima saat mereka baru saja tiba di rumah.
"Teman Arum banyak yang cantik, Mas. Kalau mau nanti Arum kenalin. Mas Wid, cepetan nyusul Arum biar ndak jadi duda tua. Nanti ndak laku-laku." Widi menirukan ucapan sepupunya sambil tertawa. "Saya bahkan belum berganti pakaian, Bunda sudah bertanya macam-macam."
"Ndak lucu, Wid." Rima menghela napas saat mengenyakkan punggung pada sofa. "Mau sampai kapan kamu begini? Kenapa sih kamu betah amat sendiri?" Rima bergidik, pikiran aneh berseliweran di otak wanita itu. Berlarian mencipta satu pertanyaan. Jangan-jangan putranya memiliki kelainan?
"Sebenarnya saya sudah ada calon kok, Bun," sahut Widi kalem.
Mata Rima sontak berbinar bahagia. Apa yang paling diharapkan orang tua ketika anaknya telah beranjak dewasa dan mapan? "Beneran? Baik ndak orangnya?"
"Dia wanita yang baik, Bunda yang sangat menyayangi putrinya." Widi melanjutkan dengan hati-hati sambil memperhatikan reaksi Rima.
"Janda lagi?" Rima tertawa geli, "Kali ini kamu memilih yang punya anak? Buy one get two?" Rima mengangkat jari telunjuk lalu disusul dengan jari tengah. "Bunda ndak masalah kalau dia bukan gadis, yang penting hatinya baik dan mencintai keluarganya."
Widi tercenung sejenak, masalah pertama sudah dia lewati dengan lancar. Sekarang yang kedua, Widi lalu mengeluarkan ponsel, mencari pada kotak penyimpanan gambar. Widi sengaja mengambil foto Cassandra saat menggendong Lithania. Tentunya tanpa sepengetahuan Cassandra.
"Namanya Cassandra, Bu." Widi mengulurkan ponsel, memperlihatkan foto Cassandra bersama Lithania.
Alis Rima mengumpul di tengah dahi. Wanita itu sedang berusaha mengingat sesuatu. Widi menanti tanggapan Rima dengan ketar-ketar. Berdebar bersama kelesah.
"I-ini kan wanita yang membuat Mutiara bercerai dari suami pertamanya kan, Wid?" Rima bertanya memastikan, wanita itu mengembalikan ponsel Widi.
"Iya, Bun. Cassandra yang itu."
"Dia bukan wanita yang baik, Wid." Rima melipat tangan di dada. "Nggak ada wanita baik yang tega merenggut kebahagiaan sahabatnya." Rima lalu menatap Widi tajam. "Bunda sempat melihatnya saat pemakaman Mutiara. Ibu dengar dari Ibu Mutiara kalau wanita itu selalu suka berpakaian seksi menggoda pria, dia bahkan hamil duluan sebelum menikah ...." Rima sontak terdiam, mencerna ulang kata-katanya. "Astaghfirullah, Wid. Jangan-jangan kamu ...." Rima menutup mulut.
"Astaghfirullah, Bun. Saya masih ingat semua yang Bunda ajarkan. Saya nggak pernah menyentuh wanita yang bukan mahramku." Kalau saja ibunya tahu, Widi mati-matian menahan nafsu saat bersama Cassandra. Menjaga hati dan pikirannya meliar ke mana-mana.
"Baguslah kalau begitu. Jadi kamu nggak perlu bertanggung jawab padanya. Masih banyak wanita lain, Wid. Gadis atau janda, Bunda nggak masalah. Tapi kenapa harus dia?"
"Saya menyayanginya, Bun, juga menyayangi putrinya. Setiap manusia memiliki sisi kelam dalam hidupnya, tapi saya yakin Cassandra sudah berubah."
"Halah! Dia itu sengaja bersikap seolah-olah berubah, tapi yang dilakukannya itu untuk menggoda kamu, Wid. Kamu tuh nggak tahu mana yang benar-benar tulus, mana yang cuma akal bulus." Nada suara Rima semakin meninggi. Jelas saja dia tidak menginginkan putranya terjebak pada rayun pelakor seperti Cassandra.
Widi pun tak mau kalah, pria itu memastikan kalau Cassandra bisa berubah. Apa yang dia lihat selama ini sama sekali tak ada yang dibuat-buat. Cassandra selalu bersikap tulus kepada siapa saja. Ketulusan itu pula dulu yang menjerumuskan Cassandra pada dosa. Namun, Widi yakin, Cassandra tidak akan mengulangi kesalahannya
"Saya hanya ingin menikah dengan Cassandra saja, Bun, nggak mau yang lain."
"Terserah kamu! Tetapi ingat, Bunda nggak pernah merestui kamu."
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomantikCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
