Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak ya.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
"Wid, sepertinya aku nggak bisa deh mengikuti keinginan ibumu."
Widi nyaris terjengkang dari ranjang. Astaga, mimpinya buruk sekali. Dia menoleh pada jam di atas nakas. Pria itu bergegas ke kamar mandi. Setiap akhir pekan Widi gunakan untuk mengantar Lithania kontrol. Hari ini tentu lebih istimewa, setelah bertemu Dokter Munawar, mereka akan menghadiri kajian islami di salah satu masjid di Jakarta. Uztad yang memberikan ceramah pun terkenal lucu dengan materi kekinian dan tidak membosankan. Cassandra pasti akan senang diajak ke sana.
Widi bersemangat mandi lalu sarapan. Dia memacu mobil ke rumah Cassandra. Sebuah pemandangan mengejutkannya ketika pintu utama dibuka.
"Halo, Wid." Cassandra sangat memesona dengan balutan setelan kemeja panjang hitam dari Zaitun Collection dan celana ala Putri Jasmin seperti dalam cerita Aladdin. Pashmina merah menutupi sebagian rambut ikal kecokelatan.
Widi menganga beberapa saat lamanya jika saja Cassandra tidak menjetikkan jemari.
"As-salamualaikum, Cass," sapa Widi gelagapan.
"Bagaimana penampilanku?" Cassandra memutar tubuh, bergaya bak model.
Widi makin kikuk dibuatnya. Pria itu lantas meraih Lithania yang merentangkan tangan padanya. Fiuh! Untung saja, bayi Cassandra mengerti kalau dia sedang grogi, tak tahu harus melakukan apa. Lithania mengenakan sarimbit yang sama dengan ibunya.
"Wah, Litha makin cantik." Widi tersenyum semringah, sebenarnya dia masih ingin menambahkan Ibunya juga cantik, sayangnya Widi tidak berani.
Cassandra tertawa saat mengunci pintu, wanita itu melangkah anggun ke arah mobil. Transplantasi sel punca Lithania belum ada perkembangan berarti. Donor untuk putri kecil Cassandra belum tersedia. Proses yang melelahkan, tidak hanya untuk Lithania, Cassandra pun demikinan. Ada masa di mana dia ingin menyerah, tetapi Lithania begitu menggemaskan menghilangkan semua keraguan Cassandra untuk tidak letih berusaha. Dokter Munawar pun selalu memberikan kekuatan, memberikan terapi terbaik untuk Lithania sambil terus berusaha mendapatkan pendonor yang cocok.
Cassandra memangku Litha di jok sebelah kemudi. Mengajaknya bermain dengan boneka panda.
"Oh iya, Wid. Bagaimana reaksi Ibu kamu?" Cassandra yakin Ibu Widi takkan menerima anaknya menikahi janda untuk kedua kalinya, terlebih jika wanita itu tahu latar belakang Cassandra.
"Awalnya nggak setuju, tapi aku berhasil meyakinkannya kalau kamu bisa berubah." Widi menunjuk Cassandra dengan dagu dari atas ke bawah. "Seperti sekarang, kamu berbeda dari biasanya."
Cassandra mengekeh, "Ini hanya uji coba lho, Wid. Aku belum terbiasa untuk memakai hijab setiap harinya." Wanita itu merapikan pashmina di kepalanya. Tangan Lithania bergerak nakal menarik kerudung ibunya.
"Bunda akan menyetujuinya. Bunda sempat bilang, kalau tidak akan menuntutmu mengubah penampilan secara drastis, kamu cukup nggak mengumbar aurat, Cass."
Cassandra selalu berprinsip, tubuhnya adalah miliknya pribadi, aset berharga yang orang lain tidak berhak untuk mengklaim dan memintanya melakukan sesuatu pada kepemilikannya. Namun, dakwah Uztad yang Cassandra dengarkan di radio semalam menghantamnya telak. Suatu hari nanti dia akan meninggalkan dunia yang fana, menghadap Sang Pencipta dan waktunya bisa kapan saja. Sungguh menakutkan jika dia kembali pada Sang Maha Kuasa dalam keadaan belum bertaubat.
Sesungguhnya pakaian menunjukkan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, Allah swt menegaskan sebaik-baik pakaian adalah takwa. Takwa akan melindungi pemakainya dari azab neraka. Sedangkan salah satu bentuk pelaksanaan takwa kepada-Nya bagi seorang Muslimah adalah menutup aurat dengan jilbab.
Ada hadis yang berbunyi "Tiap selangkah anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat, maka ayahnya selangkah mendekat ke neraka." Oh, tidak! Cassandra tak pernah memimpikan Eric akan membusuk di neraka karena ulahnya.
"Cass," Widi memecah lamunan Cassandra dan membawanya kembali ke dunia nyata, "kalau minggu depan kamu kubawa berkenalan dengan Bunda dan Mbak Wening ke Surabaya, gimana?"
"Secepat ini?" Cassandra tidak tahu dia sudah siap atau belum. Boleh jadi keluarga Widi akan menghakiminya dan memang berhak.
"Ya. Aku serius sama kamu, Cass." Widi mengulang pernyataannya.
"Ya udah."
"Ya udah gimana?"
"Ya udah, aku ikut." Cassandra tak percaya saat dia mengiakan saja ajakan Widi. Lepas dari ikatan pernikahan dengan Hamizan bukan hal yang dia inginkan. Cassandra terbiasa mandiri, mengatasi masalah sendiri. Namun, berdua dengan Widi sepertinya dunia akan lebih ringan untuk dihadapi.
Tangan Widi terkepal meninju udara. Dia sangat senang dengan kemajuan hubungannya. Cassandra ikut tersenyum. Ah, hatinya ikut menghangat.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
