Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak
So, enjoy.
♥♥♥
[Mila, saya titip butik. Ada urusan sebentar.]
Melalui WhatsApp, Widi menginstruksikan Mila untuk menjaga butik sementara dia pergi. Ada urusan penting menyangkut orang yang dicintai.
Jam di ponsel menunjukkan pukul 12.30. Widi sudah menunaikan salat zuhur dan menuju mobil. Perutnya keroncongan, waktunya mencari makan siang. Mobilnya menuju ruko tempat The Parama Kitchen bermarkas. Papan Venusian Lingerie sudah diturunkan. Kini ruko dua lantai itu ditempati sepenuhnya oleh Hamizan yang memperluas bisnis. Lantai dua khusus diperuntukkan bagi pengusaha yang ingin meeting. Menu untuk makan para peserta rapat tentu saja disediakan oleh The Parama Kitchen.
Widi mengakui strategi bisnis Hamizan sangat brilian. Lahir di keluarga pengusaha lama tentu saja berdampak pada kemampuan Hamizan sebagai pebisnis. Tampan dan sukses, pastinya tak sulit bagi Hamizan mencari pengganti Cassandra. Mungkin sebentar lagi Litha akan punya ibu tiri.
Mungkin akan bagus jika ibu tiri Litha seperti Ashanty yang menyayangi Aurel. Namun bagaimana jika wanita yang dipilih Hamizan malah berwatak seperti ibu tiri Cinderella? Widi sungguh ngeri membayangkannya. Maka, dia membuat sebuah keputusan nekat.
"Selamat siang, Pak. Untuk berapa orang?" sapa seorang pegawai The Parama Kitchen saat Widi masuk.
"Dua orang."
"Silakan." Pelayan itu mengantar Widi ke meja berkapasitas dua orang yang masih kosong. Restoran ini lumayan ramai pada jam makan siang. "Ini buku menunya, jika butuh bantuan panggil saya, Hanni," ucapnya seraya tersenyum tulus.
"Bisa tolong panggilkan Pak Hamizan Parama?"
"Maaf?"
"Bisa tolong panggilkan Pak Hamizan Parama?" ulang Widi, "Saya ada perlu."
"Apakah Bapak sudah membuat janji?"
"Bilang saja Widi Erlangga mau bertemu." Widi menambahkan senyum agar Hanni tidak ketakutan.
"Baik, Pak," ucap Hanni lalu melesat menuju sebuah ruangan.
Widi membolak-balik buku menu. Sungguh dia tidak berselera bersantap siang di sini. Namun demi sopan santun, dipilihnya juga salah satu menu.
"Selamat siang, Wid." Hamizan mengenakan jas tanpa dasi untuk menyambut Widi.
"Selamat siang, Ham." Widi berdiri menyalami Hamizan layaknya rekan bisnis kemudian menoleh pada Hanni yang mengantar bosnya lalu berkata, "Gado-gado siram dan nasi merah."
Hanni mencatat melalui iPad. "Ditunggu ya, Pak," ucapnya kemudian berlalu.
"Apa kabar dengan Litha?" tanya Widi.
"Saya tidak akan berbohong. Kondisinya memburuk." Hamizan terlihat sangat lelah. "Sore ini saya mau ke RSKS."
Kalau Cassandra tahu, bisa-bisa akan syok. Mungkin pingsan. Widi tak tega memberi tahukan pada istrinya.
"Begini, Hamizan, saya punya ide." Widi tidak yakin Hamizan akan menerima idenya, tetapi tidak ada salahnya mencoba.
Hamizan bergeming di tempat seperti patung batu, menunggu lanjutan apa yang akan keluar dari mulut Widi.
"Bagaimana jika Litha dikembalikan pada Cassandra?" tanya Widi.
"Dikembalikan?"
"Ya, Anda sudah mengambilnya padahal pengadilan sudah menetapkan hak asuh ada di tangan Cassandra."
"Saya cuma tidak mau Litha tinggal bersama ayah tiri. Dia perempuan, akan sangat berbahaya jika tinggal serumah dengan laki-laki yang bukan mahram."
Widi tak percaya dengan pendengarannya. Apakah Hamizan menuduhnya berniat mencabuli Litha? Demi Tuhan rasanya Widi ingin melayangkan bogem mentah merusak wajah tampan nan angkuh itu.
"Saya tidak akan melakukan perbuatan serendah itu," sahut Widi berusaha meredam emosi.
"Saya sebagai ayah kandungnya hanya mengantisipasi. Lebih baik sedia payung sebelum hujan daripada meminum obat."
Perumpamaan macam apa itu? Widi ingin menyahut demikian, tetapi pelayan keburu datang menghidangkan pesanannya. Potongan sayur segar dilengkapi potongan telur yang kemudian disiram saus kacang, ditemani nasi merah yang dibungkus daun pisang.
Widi berusaha bersikap sesantai mungkin. Dibukanya bungkusan nasi merah. Harum daun pisang menggelitik indra penciuman dan meriuhkan konser di perutnya. Dia menyendok gado-gado, "Silakan, Ham," ujarnya. Hamizan membalas tawaran Widi dengan anggukan.
"Cassandra menangis terus setelah menjenguk Lithania. Anak itu membutuhkan ibunya dan Anda kelihatan sangat kerepotan. Saya yakin jika diurus Cassandra, kondisi Litha akan membaik," lanjut Widi setelah menelan makanan.
Hamizan bersandar di kursi, memandangi Widi dengan tatapan tajam dan dingin. Semua karyawannya akan gemetar ketakutan, sebaliknya Widi justru membalas tatapan itu.
"Seharusnya dia pikirkan itu sebelum menggugat cerai saya," ucap Hamizan. "Penyesalan selalu datang terlambat."
"Saya pikir .... "
"Saya pikir," potong Hamizan, "ide Anda tidak dapat diterima. Silakan lanjutkan makan siangnya." Kemudian Hamizan berdiri. Menjauhi Widi di kursinya dan tidak menoleh lagi.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
