Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak supaya kami semangat.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
Lithania sudah semakin lincah berjalan kian kemari. Anak itu beranjak besar tetapi belum pernah liburan sejak ke Bali waktu itu bersama Hamizan. Kalau diingat-ingat, Cassandra mencelus sendiri. Belakangan hidupnya diwarnai kesedihan dan kekhawatiran. Maka perjalanan ke Surabaya dapat dianggap sebagai liburan. Lama mereka tidak liburan bersama keluar kota. Bersama Widi, mereka bertiga tampak seperti keluarga harmonis. Mereka berangkat selepas salat subuh tadi dan kini hari menjelang petang.
Ketika mobil Widi berhenti di sebuah rumah sederhana berpekarangan luas, tak ayal dada Cassandra semakin bergemuruh kencang. Dia menggendong Lithania yang tenang sekali. Ingin rasanya menggandeng Widi untuk mencari kekuatan, tetapi Cassandra sadar mereka belum halal bersentuhan.
"Bun, kenalin. Ini Cassandra."
Rima mengerutkan alis. Dari mobil putranya turun wanita dengan rambut ikal kecokelatan sambil menggendong bayi perempuan berusia setahun lebih. Dress sesiku warna hijau dan rok berpola A setengah betis memeluk indah tubuh sintal dan bokongnya yang indah. Motif kupu-kupu warna warni di pinggiran rok menambah anggun pemakainya. Pashmina berwarna hijau emas menudungi rambutnya dan membingkai wajah indo Belandanya.
"Ini Cassandra?" Rima terlihat pangling. Di ingatan wanita itu, Cassandra adalah model Venusian Lingerie yang doyan berpakaian seksi dan kekurangan bahan. Riasan Cassandra pun tidak seperti biasanya. Malahan sekarang hanya berpulas tipis bedak dan lip tint.
"Iya, Bu. Saya Cassandra. Maaf tidak memberi kabar, kami tiba-tiba saja muncul di sini." Satu hal yang tidak berubah dari Cassandra adalah sikap percaya diri dan mampu menyihir siapa saja yang memandangnya.
"Biar Litha sama aku, Cass." Widi meraih Lithania yang terlelap, lalu menggendong bayi itu ke ke kamar.
"Ayo, sini silakan duduk." Rima menyadari jika dia terlalu lama membiarkan Cassandra berdiri. "Kamu agak beda sama yang datang ke pemakaman Mutiara dulu."
"Widi sering ngajak saya ke kajian-kajian, Bu. Mungkin pakaian saya saat ini masih belum islami di mata Ibu, tetapi saya akan berusaha yang terbaik. Cassandra mengulurkan sebuah paper bag berisi kimono satin dengan bunga tulip merah di setiap sisinya. "Sedikit oleh-oleh untuk Ibu. Hasil rancangan saya, khusus untuk wanita muslimah."
Rima memekik pelan, antara senang dan tidak percaya. "Kamu bisa mendesain pakaian?"
"Banyakan lingerie sih, Bu."
"Wow, unik. Pantas Widi suka sama kamu." Rima menanggapi dengan antusias. Cassandra ikut tertawa kecil. "Jadi kamu sudah menerima lamaran Widi?"
Cassandra tersenyum, dia meraih jemari Rima. "Saya nggak berani kalau Ibu nggak merestui kami. Saya nggak akan pernah menerima Widi selama Ibu belum membuka hati untuk saya."
Rima terdiam sembari memperhatikan Cassandra dari ujung kaki ke kepala. Wanita itu memang belum berhijab sepenuhnya tetapi dia menunjukkan keinginan untuk berubah lebih baik.
"Ibu meminta kamu berpakaian lebih tertutup itu juga untuk kebaikan kamu, Sandra. Alangkah baiknya, jika keindahan tubuh kita cukup untuk suami kita saja. Kamu suka kalau ada pria yang memandang mesum sama kamu?"
Cassandra terdiam lalu mengangguk pelan, tak ada yang salah dengan ucapan Rima. Dia pun mengingat bagaimana Ustad memberikan kajian. Sebaik-baik istri adalah wanita salihah yang senantian menjaga kemaluan dan tidak mengumbar aurat.
"Saya mengerti maksud Ibu. Terima kasih sudah memperhatikan saya." Cassandra kembali meraih tangan Rima, dia tahu Ibu Widi ini sudah memberikan restu.
"Sayangnya Wening, mbaknya Widi ndak di sini. Dia tinggal sama suaminya. Padahal saya pengen ngenalin Cassandra sama Wening juga."
Cassandra hanya tersenyum, senang sebab setidaknya ibunda Widi sudah menyalakan lampu hijau tanda persetujuan. Perihal kakaknya, Cassandra yakin dapat mengambil hatinya.
"Jadi kapan rencana kalian meresmikan hubungan? Jangan terlalu lama bersama tanpa ikatan. Bahaya, selain mengundang fitnah juga mengundang setan."
Rima dan Cassandra tertawa bersama, Widi yang sedari tadi memperhatikan interaksi keduanya muncul bersama Lithania dalam gendongannya. Mata putri kecil Cassandra memerah akibat bangun tidur.
"Kapanpun Cassandra mau, saya akan segera melamar dengan resmi," ucap Widi bahagia.
Lithania seolah mengerti pembicaraan para orang dewasa ikut bertepuk tangan. "Anak Ayah makin pinter, ya?" tanya Widi dan dibalas anggukan cepat putri kecil itu.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
