Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak yuk!
So, enjoy.
Love
Bella - Widisyah (WidiSyah)
♥♥♥
Widi bangun dalam keadaan tanpa busana. Setelah terdiam dalam kesedihan, Cassandra panas juga. Semalam istrinya menghabisinya, mengajari posisi baru yang menantang. Kalau semua istri seperti Cassandra, maka semua suami tidak perlu ke pusat kebugaran untuk berolah raga. Dijamin kesehatan masyarakat Indonesia akan mencapai level terbaik.
Semenjak berbulan madu, tidur Widi memang jauh lebih nyenyak. Bangun pun selalu dalam mood yang baik. Dia menggeliat, merentangkan tangan ke atas untuk meregangkan otot.
"Selamat pagi, Sayang," Cassandra yang berbalut night gown merah transparan tanpa bra dan celana dalam masuk ke kamar sembari tersenyum secerah matahari yang bersinar terang.
"Hei!" Widi memekik kaget saat Cassandra menyingkap selimut yang menutupi pinggul ke bawah. Pipinya memanas saat mendapati area itu mengacung tegak.
"Balikin selimutnya!" teriak Widi panik.
Alih-alih menurut, Cassandra malah melempar apa yang Widi minta ke lantai. Matanya berkilat nakal. "Kenapa malu?" bisiknya sensual lalu duduk bersimpuh di kasur, tepat di hadapan Widi.
"Masya Allah, Cass. Ini masih pagi." Widi malu sekaligus takjub. Inikah cara Cassandra melupakan kesedihannya? Pasti berat merelakan Lithania diasuh Hamizan.
Cassandra merayap, kemudian setengah menelungkup di atas Widi. Udara yang berembus dari hidungnya mengelusi sekujur wajah Widi. "Memangnya kenapa kalau pagi?" godanya.
Kerongkongan Widi yang masih kering sebab baru saja bangun, kini semakin kerontang. "Aku mesti siap-siap ke butik."
"Tentu saja." Cassandra merosot, mengecup puncak dada Widi, memainkan ujungnya dengan lidahnya.
Widi mendesah tegang. Menunggu dalam siksa yang tak berkesudahan. Cassandra semakin merosot. Ketika tiba di celah paha suaminya yang terbuka, dia memijatnya. Hadiah pagi hari itu hanya dapat disambut Widi dengan geraman halus.
"Apa kamu suka?" tanya Cassandra tanpa melepaskan pijatannya yang melenakan.
Kepala Widi kembali rebah ke bantal. Pasrah menerima pelayanan Cassandra hingga rasa yang menggelitik itu menyapa lamat-lamat, mendekat hingga semakin hebat.
Cassandra yang paham, segera merayap ke atas tubuh sang suami. Mempersatukan diri. Menungganginya. Dia menunduk, menggelitik hidung Widi dengan ujung rambutnya sembari melepaskan night gown.
Widi terkesima, tetapi Cassandra tak membiarkannya lama-lama. Dia membawa jemari Widi ke dadanya.
"Aku istrimu, Wid. Kamu berhak menyentuhku," ucap Cassandra sembari mengendalikan permainan.
"Cass... Aku...." Widi kehilangan akal. Pinggulnya menyentak-nyentak dan kemudian menyemburkan benih.
"Sepertinya kamu harus mandi yang benar pagi ini," ucap Cassandra terengah-engah.
Tentu saja, sebab aktivitas semalam pun sudah mengharuskan Widi mandi wajib. Dia suka sekaligus benci. Kalau setiap hari begini, bisa terlambat bekerja. Widi segera turun dari ranjang, menyelesaikan urusannya termasuk menuju kamar mandi.
♥♥♥
Dua mangkuk oatmeal dengan potongan pisang, kurma, dan sedikit madu sudah terhidang di meja makan ketika Widi keluar dalam pakaian rapi siap kerja. Biasanya Widi sarapan bubur ayam atau nasi uduk dekat kantor lenkap dengan kerupuk.
"Kenapa dilihatin aja?" tegur Cassandra.
"Apa aku harus makan ini?"
"Tentu dong, perutmu sudah agak buncit." Cassandra mencubit lipatan lemak perut Widi." Aku suka laki-laki yang punya perut datar berotot."
Widi tak sampai hati menolak sarapan hasil jerih payah Cassandra. Maka dia duduk juga menghadap mangkuk oatmeal. Widi menyendok sedikit, mencicipi tekstur kental dan kasar. Sejujurnya dia sedikit jijik.
"Aku ini makhluk visual. Suamiku harus ganteng dan punya body bagus biar mataku nggak jelalatan," kata Cassandra terus terang. "Kamu nggak mau kan saat kita bercinta, aku malah bayangin Liam Hemsworth dengan abs-nya yang berlekuk enam dan seksi itu?"
Widi menunduk malu. Kenapa sekarang posisi mereka jadi terbalik? Widi bersikap seolah dia gadis pingitan perawan sementara Cassandra adalah laki-laki hidung belang. Ya ampun, perempuan alim di sekelilingnya tidak ada yang blak-blakan seperti ini. Tak ada pilihan lain, Widi pun melahap oatmeal beserta sepotong pisang berlumur madu. Meskipun aneh, dia telan juga.
"Wid, gimana kalau kita kerjasama?" Cassandra juga asyik melahap sarapan.
"Kerjasama gimana?"
"Mungkin pembeli produk Zaitun Collection senilai tertentu bisa mendapatkan bonus produk Venusian Lingerie seharga tertentu. Bisa juga kita pameran bareng."
"Image produk kita berbeda." Widi tercenung, sangat ingin menolong Cassandra tetapi juga bingung harus berbuat apa.
"Jujur deh, Wid, kamu lebih suka aku pakai lingerie atau daster?"
"Hmm..." Widi cukup lama bergumam, berperang melawan insting laki-lakinya.
"Nggak usah malu-malu."
"Jujur ya, jujur. Maaf kalau kamu tersinggung. Aku lebih suka kamu pakai lingerie."
"Nah kan! Jadi nggak masalah dong kita saling promo. Anggap aja lingerie buat muslimah yang udah menikah. Gimana?" Cassandra bertanya penuh semangat.
"Aku mesti meeting sama yang lain, nggak bisa memutuskan sendiri."
"Kasih tahu Mila dan Rini, kalau mereka setuju, aku bakal kasih satu set lingerie yang paling bagus. Apalagi Mila mau married kan?"
Widi mendengus geli. Cassandra yang bersemangat selalu penuh ide gila. Sungguh hidupnya akan penuh warna.
"Aku lupa bilang sama kamu, Mas Andi dari Silver Ibis Production kemarin bilang mau bikin series. Tokohnya penari striptease yang suka menggoda kliennya pakai lingerie. Aku mengajukan VL jadi salah satu sponsor."
Binar antusias Cassandra begitu menyala. "Mau banget, Wid! Kasih nomer HP Mas Andi itu."
Kesempatan besar yang belum tentu datang lagi ini pantang disia-siakan. Cassandra yakin VL akan sukses.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
