Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak biar kami semangat nulis.
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
Dari Umar, ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Sesuatu yang halal tapi dibenci Allah adalah perceraian" [H.R. Abu Daud dan Hakim]. Tentunya bukan suatu kebetulan bila Rasulullah saw. berkata dengan susunan kalimat di atas yang menuntut kejelian umatnya untuk memahami dengan iman bahwa umatnya harus berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk bercerai, karena pada kalimat tersebut yang ditekankan adalah kebencian Allah pada perceraian itu bukan pada halalnya.
Tanpa disebutkan berkali-kali, Cassandra mengerti isi dari hadist tersebut. Tak seorang pun di dunia ini yang menginginkan pernikahannya berakhir, Cassandra juga demikian. Namun, bagaimana mempertahankan rumah tangga yang memang sudah rapuh sejak awal? Cassandra menikahi Hamizan berawal dari nafsu yang menggulungnya berkali-kali dalam gelimang dosa sebelum akhirnya memutuskan meresmikan dalam ikatan Tuhan.
"Cass, menurut kamu bagaimana dengan rancangan terbaru Arman?"
Sebulan setelah resmi bercerai, Widi semakin sering mengunjungi Cassandra. Ada saja alasan pria itu saat berkunjung. Entah itu menanyakan kabar Lithania, menawarkan diri untuk mengantar Cassandra ke rumah sakit, atau bahkan meminta Cassandra menilai rancangan Arman. Seperti sekarang. Ah, Cassandra bukan gadis berseragam putih abu-abu yang tidak mengerti makna dari semua perhatian Widi padanya. Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran pria itu. Tatapan Widi padanya pun semakin berbeda, bukan lagi tatapan seorang teman dan sahabat, tetapi tatapan seorang pria kepada wanita.
"Wid, aku tahu kamu cerdas. Berbulan-bulan mengelola VL menunjukkan kamu berbakat menjadi pengusaha fashion. Di bawah kendalimu, VL bahkan sudah memiliki gedung sendiri." Cassandra menaruh kertas gambar di meja. "Aku yakin tujuanmu ke sini bukan sekadar untuk menanyakan rancangan Arman, kan?"
Kesiap jelas tampak di wajah Widi. Sisi koleris Cassandra yang blak-blakan begitu dominan. Wanita itu jarang berbasa-basi. Widi berdeham, membasahi kerongkongan, semua kata seolah tersekat, membeku di ujung lidah. Dia sampai harus menyusun ulang semua latihan yang telah dipersiapkannya dari semalam. Mendapat todongan langsung seperti ini tentu saja membuatnya sedikit canggung.
"Iya, kamu benar. Aku menyadari kalau aku sudah jatuh cinta dengan kamu, Cass."
Widi kembali terdiam, melarikan pandangan ke sembarang arah sambil mengingat kembali ucapannya barusan. Tidak ada yang aneh, tetapi mengapa Cassandra ikutan terdiam?
"Sejak kapan?"
"Maaf, Cass. Aku nggak tahu kapan tepatnya. Tapi, aku serius dengan ucapanku." Widi menatap ke plafon, dia memejamkan mata sejenak. Meyakinkan diri wajah siapa yang muncul di dalam pikirannya. Ya, hatinya menorehkan satu nama. Cassandra van den Heuvel. "Aku menyukai sikap mandiri, optimis dan ketegaranmu. Kamu tidak lelah mengusahakan sesuatu yang kamu inginkan. Ketabahannu menghadapi penyakit Lithania membuatku terpesona."
Cassandra tersenyum tipis, wanita itu menggeleng. "Terima kasih atas perasaan tulusmu, Wid. Tetapi maaf, aku sedang nggak ingin berpacaran dengan siapa pun saat ini."
"Kita bukan lagi remaja yang melakukan pacaran untuk saling mengenal, Cass," sahut Widi tegas. "Aku bermaksud menjadikanmu istri. Aku akan melamarmu setelah masa iddah-mu berakhir."
"Astaga, Wid! Jangan denganku, please. Kamu tahu bagaimana orang-orang memandangku seperti apa." Cassandra tertawa gamang, "Pelakor, Wid!"
"Tapi itu kan masa lalu kamu, Cass. Aku mengerti bagaimana rasanya saat orang yang kita cintai menikah dengan orang lain. Aku pun pernah merasakannya."
Cassandra menggeleng kuat, sesekali berdecih lalu tertawa sarkas. "Saat ini, aku hanya ingin fokus pada Litha saja." Cassandra melirik Lithania yang tertidur di boks. "Aku bukan menantu yang baik, tak ada mertua yang tahan denganku. Menikah dengan Cassandra hanya akan menambah sekian banyak drama."
"Kamu takut orang akan membenarkan ucapan Hamizan dan mengecapmu sebagai tukang selingkuh? Aku nggak peduli ucapan orang. Cukup aku, kamu dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita. Lagipula aku nggak mau berzina, Cass," Widi kemudian merogoh saku, mengambil sebuah kotak kecil bersalut beledu merah. Pria itu membukanya, sebuah cincin platina dengan satu permata di atasnya. "Please, Cass, menikahlah denganku."
♥♥♥
Kalau mau baca cepat sampai tamat, ke Karyakarsa Belladonnatossici ya. Sudah tamat plus extra part di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
