Bab 70

769 88 4
                                        

Hello Sexy Readers,

Vote dan komen yang banyak.

Bella - WidiSyah

♥♥♥

Gema azan Maghrib berkumandang saat Widi membelokkan mobil ke garasi. Rumah minimalis yang dibelinya beberapa tahun lalu. Konsep tanpa pagar membuat hunian Widi terasa lapang dan menyatu dengan alam. Menghadap ke timur agar memperoleh sinar matahari yang cukup.

Pigura emas berukuran besar menyapa pandangan Widi saat pria itu membuka pintu, dia mengucapkan salam meski tahu takkan ada orang yang membalas. Widi tersenyum sekilas lalu melangkah ke dapur, menaruh kotak makan di atas meja dan lanjut ke kamarnya.

Widi berharap setelah makan dan shalat, dia akan segera tertidur. Namun tubuhnya terasa sakit karena akibat berkendara ratusan kilometer. Widi merebahkan diri di ranjang sembari menunggu kantuk datang. Pikirannya melayang pada Cassandra, apa kabar dengan Lithania? Dia dan wanita itu tidak pernah berjumpa lagi sejak pertemuan mereka yang terakhir. Widi menimbang hingga berkali-kali sebelum memutuskan menekan tombol kirim pada aplikasi perpesanan.

Widi Erlangga:

Assalamualaikum, Cass.

Perasaan berdebar mengikuti tatapan Widi saat Cassandra mulai mengetik.

Cassandra van den Heuvel:

Waalaikumsalam.

Terlalu lama hanya untuk sebuah kata. Kepalang tanggung, Widi sudah terlanjur bertanya, pria itu membalas pesan Cassandra sambil melampirkan sebuah gambar botol tinggi berisi cairan merah.

Widi Erlangga:

Aku bawa oleh-oleh untuk kamu dari Surabaya. Mungkin leluhur kamu mengenal pemiliknya?

Tidak ada balasan dari Cassandra, tulisan online di bawah nama menghilang, padahal Widi sudah mencoba bercanda. Pria itu tidak bohong, dia memang menyempatkan singgah membeli Siropen Telasih yang merupakan salah satu sirup khas Surabaya, yang dibangun oleh JC Van Drongelen. Beliau adalah seorang warga Belanda asli, yang membuat sirup ini pada tahun 1923. Selain itu Widi membeli beberapa buku islami untuk wanita muslim. Dia berharap, Cassandra mau berubah setelah membacanya.

Widi Erlangga:

Kamu sudah mau tidur?

Saat melihat tulisan online dan pemilik nama terlihat sedang mengetikkan pesan, dalam hati Widi bersorak, kemudian tertawa sendirian. Aih, dia sudah seperti kehilangan kewarasan. Apa yang telah dia lakukan? Bertingkah seperti orang bodoh saja.

Cassandra van den Heuvel:

Ada apa?

Widi menegakkan punggung, bersandar pada sisi ranjang. Kali ini dua kata, tetapi tanpa basa basi seperti biasanya.

Widi Erlangga:

Aku sudah bilang sama Ibuku tentang niatku untuk melamarmu, Cass.

Tak berapa lama, Cassandra membalas dengan tiga kata.

Cassandra van den Heuvel:

Ibumu ngomong apa?

Alih-alih menjawab, Widi malah mengalihkan pembicaraan.

Widi Erlangga:

Bagaimana kalau mulai sekarang kamu belajar berpakaian lebih tertutup, Cass?

Widi tidak menyangka jawaban Cassandra beberapa kali lipat panjangnya dari pesan-pesan sebelumnya. Namun, Widi sadar kalau wanita itu paham ke arah mana maksud dari isi pesannya.

Cassandra van den Heuvel:

Oh, jadi itu maunya Ibu kamu? Baiklah, aku bersedia. Lagian di sosial media Venusian Lingerie sudah nggak ada lagi feed baru yang memuat fotoku.

Feed lama pun sudah Widi hapus. Ingin rasanya dia membalas seperti itu, tetapi pesan yang terkirim berbeda.

Widi Erlangga:

Kamu bersedia menerima lamaranku, Cass?

Widi berharap pesan dari Cassandra akan sepanjang dan sedetail seperti pesan sebelumnya, tetapi yang terbaca indra Widi hanya beberapa baris kalimat.

Cassandra van den Heuvel:

Belum, kamu dan ibumu memintaku mencoba hal baru. Jika nyaman, akan kuteruskan. Mungkin itu juga yang akan menentukan jawabanku nantinya.

Widi kecewa, jelas kecewa. Namun, dia bukan pria egois yang mementingkan keinginan sendiri. Seperti halnya Rima, Cassandra pun membutuhkan waktu untuk berpikir. Widi hanya perlu sedikit bersabar, dia sudah berusaha dan berikhtiar. Selanjutnya tinggal membiarkan Sang Pemilik Hati yang memutuskan semuanya.

♥♥♥

SEXY MISTRESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang