Bab 90

584 59 7
                                        

Hello Sexy Readers,

Vote dan komen yang rame

So, enjoy.

♥♥♥

Venusian Lingerie resmi terpilih sebagai salah satu sponsor untuk The Dancer produksi Silver Ibis Production. Babak baru dalam bisnis Cassandra dimulai. Lucunya, justru kabar menggembirakan itu diterima sebelum aktor dan aktris pemain series terpilih. Cassandra jadi tahu sebabnya.

"Bu Sandra, hari ini proses casting pemeran Merlin," kata Icha mengingatkan.

"Merlin siapa?" Cassandra menggosok leher dengan obat gosok roll on. Sepagian ini perutnya mual.

"Female lead-nya The Dancer."

"Oh, penari striptease yang akan pakai produk kita ya."

"Iya, Bu Sandra diminta datang untuk ikut menilai apakah mereka pas kalau pakai lingerie."

"Bukannya dulu nama tokohnya Michelle ya?"

"Diganti, Bu," sahut Nisa dari jauh, "Katanya kurang 'nakal' kalau pakai nama Michelle, makanya diganti Merlin biar kayak Marilyn Monroe."

"Masa? Kok saya malah bayangin kakek-kakek penyihir yang jenggotnya panjang?" Sebenarnya Cassandra tak peduli sekalipun tokohnya mau diganti nama jadi Tukiyem atau Tukul Arwana, dia cuma ingin iseng.

"Ibu bisa aja." Icha terkekeh.

Nisa mengepak beberapa potong bodysuit lingerie hitam dengan taburan permata imitasi dan renda. Black swan namanya – terinspirasi dari kisah klasik gubahan yang juga difilmkan dengan tokoh utama Natalie Portman – memang diciptakan untuk mereka yang aktif, sehingga cocok untuk dipakai oleh seorang penari striptease.

Dari mejanya, Cassandra memperhatikan gerak-gerik Nisa. Perutnya semakin melilit. Lambung seakan mengamuk, menolak apa saja yang masuk ke dalamnya. Cassandra bangkit, berjalan menuju toilet dengan kepala berputar. Dia pun memuntahkan isi perut ke dalam closed.

"Astagfirullah, Bu Sandra kenapa?" Gita yang baru datang dari kantor ekspedisi tergopoh-gopoh mendatangi bosnya.

Makan siang Cassandra keluar semua, berarti perutnya benar-benar kosong. Untung saja dia tidak lupa menekan tombol flush sehingga bekas muntahan tak berbekas lagi. Cassandra mengelap bibir menggunakan tisu. Hampir saja tumbang saat hendak keluar dari toilet kalau tidak ada Gita yang meraih tangannya kemudian membimbing menuju sofa.

"Dari tadi pagi sebenarnya saya kurang enak badan. Kamu tahu sendiri kan sibuknya minggu ini." Cassandra mengelap keningnya yang dibanjiri keringat dingin. Lidahnya terasa pahit seperti demam padahal saat meraba kening, dia baik-baik saja. Meeting dengan pihak rumah produksi memang terkadang berlangsung hingga larut malam. Agaknya tubuh Cassandra mulai protes karena kurang istirahat.

"Apakah Bu Sandra tetap mau datang ke casting?" Gita bertanya prihatin.

Cassandra mengangguk, mengucapkan terima kasih pada Nisa yang datang membawa secangkir teh manis hangat yang diletakkan di meja. Dia menyesapnya sampai perutnya terasa membaik.

Gita menggenggam tangan Cassandra yang sejuk dan dia bertambah khawatir. "Saya temani ya, Bu?"

"Nggak usah, Git. Kamu urusin packing pesanan konsumen kita saja. Kayaknya nanti kita perlu hire karyawan baru. VL makin sibuk kan, belum lagi Aphrodite Mommy." Cassandra berusaha bangkit dari sofa meski kepalanya serasa ditusuk jarum. Sebenarnya Cassandra bisa saja menelepon Andi menyampaikan bahwa dia tidak enak badan, tetapi kesannya sangat tidak profesional. Apalagi ini kali pertama Venusian Lingerie terlibat dalam series yang kalau meledak, pasti ikut melambungkan produknya.

"Tapi, Ibu kayaknya sakit banget."

"Hei, I'm the boss!" sentak Cassandra, "maka kamu harus menuruti kata-kata saya."

"Baik, Bu." Gita mengangguk cepat takut dipecat.

Cassandra tersenyum samar, terlalu lemas untuk tersenyum lebar. "Yang perlu saya bawa sudah disiapkan, kan?"

Nisa memberikan totebag berisi beberapa potong Black Swan. "Kayaknya nggak bisa deh, Bu kalau semua peserta casting pakai ini. Kan nggak mungkin tukeran pakaian dalam. Kalau mau ya mereka hanya bisa membayangkan aja. Paling nanti lingerie-nya digantung."

"Thanks, Nisa. Biar saya yang urus." Cassandra menerima tote bag itu. Dia mengganti sandal jepit yang biasa dipakai kalau tidak ke mana-mana dengan high heels agar terkesan lebih formal.

"Saya berangkat, ya," pamit Cassandra pada para karyawannya.

"Hati-hati, Bu," ucap ketiga karyawannya bersamaan.

Heels sepatu Cassandra bergemeletuk melintasi ruangan. Saat akan membuka pintu menuju tangga, pandangannya berkunang-kunang. Kepalanya serasa berputar dengan lutut gemetar. Cassandra tak sempat meraih pegangan pintu. Kesadarannya hilang dan dia terjatuh membentur lantai.

♥♥♥


SEXY MISTRESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang