Bab 76

938 107 14
                                        

Hello Sexy Readers,

Vote dan komen yang banyak.

Love,

Bella - WidiSyah

♥♥♥

Perjalanan bulan madu tanpa rencana Cassandra dan Widi dimulai dua hari kemudian. Semua serba mendadak, termasuk pemesanan tiket pesawat dan reservasi hotel.

"Waaah, hijau ... biruuu," teriak Cassandra saat membuka tirai lebar-lebar. Berada di ketinggian perbukitan, pemandangan Svarga Resort teramat memanjakan mata. Dibangun dengan konsep eco building yang mementingkan privasi para tamu. Walaupun didesain modern, Svarga tampak rimbun di antara pepohonan hijau. Developer resort memanfaatkan area atap sebagai lahan untuk berkebun. Pohon kelapa dan kamboja mendominasi, memberi kesan kuat aura pantai yang elegan.

Meninggalkan Lithania di Jakarta hanya bersama mertua barunya, Cassandra sempat waswas, tetapi berusaha tenang. Obat-obatan Lithania sudah dititipkan pada Rima, berikut cara dan waktu meminumkannya.

"Bukankah kamu ingin ke pantai?" tanya Widi heran saat tahu Cassandra memesan hotel ini. Letaknya memang berada di jalan raya Senggigi, tetapi jaraknya cukup jauh ke Utara jika ingin mengeksplor pantai Senggigi.

"Itu pantai Senggigi. Kelihatan kok dari sini." Cassandra menunjuk ke hamparan laut di sebelah kanan kamar mereka. "Aku milih di sini karena hotel ini didesain islami, Svarga juga tidak menyediakan alkohol, hebat kan?"

"Lagian kita ke sini untuk liburan, Cass. Bukan mabuk-mabukan." Widi mengekeh, setelah memasukkan pakaian ke dalam lemari, dia menggeser pintu kaca ke arah balkon. Pria itu melongo, sebuah kolam sepanjang balkon menyapa indra. "Kamu nggak ingin berenang di pantai?"

"Ada yang pernah bilang, keindahan tubuh perempuan hanya untuk dipandang suami." Cassandra memeluk Widi dari belakang. "Kita bisa berenang berdua di sini."

Tubuh Widi menegang, "Cass ...." Dia mendesah sembari menghela napas. "Maaf, kalau aku terlalu kaku menghadapi kamu. Jujur ..." Pria itu terdiam sejenak, "... aku dan Mutiara belum pernah melakukan itu," lanjutnya hati-hati.

Cassandra melepaskan pelukan, melangkah menghadap Widi dengan tatapan tak percaya. "Seriously? Lantas setahun bersama, kalian ngapain saja? Main rumah-rumahan?"

Widi menggaruk kepala yang tidak gatal, "Kamu tahu kan Mutiara sakit, aku ...."

Astaga! Cassandra menepuk jidat. Pantas saja saat malam pertama, mereka habiskan hanya dengan bercakap tentang di mana mereka akan tinggal. Catat! Tanpa melakukan apa-apa! Cassandra yang terlalu lelah, akhirnya tertidur berbantalkan lengan Widi setelah memutuskan akan ikut pindah ke rumah pria itu.

"Let me teach you," ucap Cassandra pelan, menautkan jemari pada jari Widi, menarik suaminya kembali ke kamar.

"I-ini masih so-re, Cass." Widi gelagapan, tetapi menurut saja saat Cassandra memintanya duduk di ranjang.

"Siapa bilang having sex hanya di malam hari?" tanya Cassandra genit sambil meloloskan kaos Polo biru Widi. "Kamu bisa meminta kapanpun kamu mau. I am yours, Pak Widi."

Widi bukan tidak tahu, dia pernah menonton film bokep saat masih badung-badungnya. Namun, ajaran dari Bunda selalu mengingatkan untuk mengekang nafsu. Mata pria itu berkilat penuh gairah, Cassandra berdiri sambil melepas satu demi satu pakaian yang melekat di tubuh, lalu duduk di pangkuan Widi. Payudara padat nan sintal dengan ujung merah muda mencuat kencang di depan matanya. Selama ini Widi menahan diri mati-matian untuk tidak menyentuhnya. Kini semua itu menjadi miliknya. Apakah dia bermimpi?

SEXY MISTRESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang