Happy long weekend, Sexy Readers!
Vote dan komen yang banyak
Antara sedih, marah, dan putus asa, Cassandra hanya dapat menatap nanar pada orang-orang yang berlalu lalang di restoran korea. Dia tengah hamil muda. Tiba-tiba saja ingin menyantap kimbap setelah tanpa sengaja menonton kanal YouTube milik seorang food vlogger. Sebelumnya dia sama sekali tak peduli pada dunia kuliner. Segenap pikirannya tercurah pada dunia fashion, bisnis, dan Lithania setelah putri sulungnya dikabarkan sekarat.
Mungkin ini bawaan bayi dalam kandungannya sehingga Cassandra ngidam berat ingin makan kimbap. Mungkin bayinya menuntut perhatian. Bukankah bayi dalam kandungan Cassandra adalah anaknya juga yang layak mendapat asupan nutrisi?
"Ini enak lho." Widi menyumpit gulungan nasi berisi daging, wertel, buncis, dan telur yang dibungkus rumput laut, lalu menyodorkan ke depan hidung Cassandra.
Untungnya Cassandra menurut. Dia membuka mulut untuk menerima suapan penuh cinta dari Widi. Suaminya tampak khawatir. Bagaimana tidak, hari ini Cassandra berkali-kali ke toilet untuk menyetorkan sarapannya ke lubang kakus.
"Gimana, enak kan?" tanya Widi berusaha terdenger seriang mungkin.
Di kejauhan, seorang anak berusia empat tahun menyantap ramyeon. Rambut hitamnya digerai dengan poni di atas alis. Ibunya memasangkan serbet agar pakaian anak itu tidak kotor dan dia menurut. Anak yang pintar sekali sebab dia memegang sendok dan garpu tanpa bantuan orang tuanya.
Apakah Lithania akan dapat mencapai usia segitu, makan bersama Cassandra dan Widi di restoran sebagaimana keluarga normal lain? Air mata Cassandra menetes.
"Maaf," ucap Cassandra seraya mengusap air mata. "Sepertinya hormone kehamilan makanya aku jadi sensitif."
"Kalau mau nangis, nangis saja," ucap Widi kalem. Cassandra yang Widi kenal adalah wanita kuat, berprestasi, cemerlang, dan pebisnis sukses. Semuanya kini lenyap tak bersisa seolah tersapu badai. Mungkin benar, badai kehidupan meluluh lantakkan dunia Cassandra hingga wanita itu lupa caranya tersenyum.
"Wid," Cassandra tiba-tiba menarik tangan suaminya, menggenggamnya erat, "maaf kalau aku bikin kamu susah terus."
"Apa-apaan kamu, Cas?"
"Aku kasihan sama kamu. Dulu menikah sama Mutiara yang sesakit itu, sekarang menikah denganku yang bawaannya sedih terus. Kapan hidupmu bahagia, Wid?"
"Hei," Widi berbisik, kemudian membawa tangannya yang digenggam Cassandra menuju perut sang istri yang mulai menyembul, "aku bahagia punya istri cantik dan sukses. Sebentar lagi akan ada calon Wi-Cas Junior."
Cassandra tersenyum geli. "Kamu kira anak kita makanan kucing, Whiskas."
"Nah begitu dong, senyum. Kamu cantik kalau senyum."
Ucapan Widi memang gombal, tetapi juga benar. Selama hidup, belum pernah ada yang mengatai Cassandra buruk rupa.
"Aku sudah gagal menjadi seorang ibu," lirih Cassandra. Bayangan Lithania tengah berjuang melawan maut berkelebat. Pantaskah dia berada di sini, bersenang-senang dengan Widi? Semuanya hanya mencipta rasa bersalah yang menggerogoti hatinya. Bagaimana dia mau tersenyum jika setiap detik dilanda penyesalan?
"Kamu ibu yang baik, Cas. Aku melihat gimana kamu menyayangi Litha."
"Aku nggak becus menjaganya. Kalau saja waktu itu kita nggak bulan madu, mungkin Hamizan nggak bisa menculiknya." Napas Cassandra sedikit sesak menahan tangis. Sekuat apa pun dia mencoba membendung air mata, tetap saja jebol juga.
Serta merta Widi menarik Cassandra ke dalam pelukan. Ini tempat umum. Beberapa tamu memandangi adegan penuh kasih sayang yang dia tunjukkan. Hanya sesaat, lalu mereka kembali sibuk dengan menu di piring masing-masing.
"Apa kamu mau aku mengambil Litha lagi dari Hamizan?"
Cassandra tidak menjawab. Dia tidak ingin Hamizan dan Widi kembali berkelahi. Kondisinya sekarang sangat tidak memungkinkan mengurus keributan di kantor polisi. Maka dia kembali menangis, mencurahkan segenap perasaan yang tercabik-cabik.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomanceCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
