Hello Sexy Readers,
Vote dan komen yang banyak!
Love,
Bella - WidiSyah
♥♥♥
Gema azan Subuh membangunkan Widi, pria itu menoleh pada Cassandra yang masih terlelap pulas tanpa sehelai benang pun. Ah, Widi sampai lupa mengerjakan kewajibannya karena kecapaian. Percintaan panas dan panjang membuat stamina pria itu terkuras habis.
Tak ingin membangunkan Cassandra, Widi beranjak pelan ke kamar mandi, membersihkan hadas besar hasil pergumulan bersama istrinya. Cassandra terlalu unik, Widi berdecak kagum sembari menengadah memandang langit hitam kelam. Siapa yang tidak akan betah berlama-lama dengan pilihan toilet open air Svarga?
"Assalamualaikum, Pak Suami," goda Cassandra saat Widi selesai mengerjakan shalat. Entah sejak kapan wanita itu terbangun. "Kamu tega deh, nggak membangunkanku. Mentang-mentang baru buka segel." Cassandra melipat tangan menutupi dada telanjangnya sembari mencebik. "Kamu bohong kalau nggak tahu bercinta," sindir wanita itu lagi, pura-pura kesal.
"Waalaikumsalam," jawab Widi kikuk dengan pipi memerah, dia mengabaikan celotehan panjang Cassandra. "Kamu ingin shalat? Masih ada waktu." Widi melirik penanda waktu yang melingkar di pergelangan tangan. "Habis sarapan kita keluar jalan-jalan."
"Arrrghhh! Kenapa kamu kaku sekali, Pak Suami?" Cassandra mengerang pelan, lalu turun dari ranjang, "Padahal aku ingin mandi berdua denganmu." Wanita itu melangkah anggun ke kamar mandi tanpa menutupi tubuh telanjangnya, meninggalkan Widi yang hanya bisa menatap dengan bibir membuka.
Selesai salat dan sarapan, Widi memberikan Cassandra kejutan dengan mengajak wanita itu ke Pura Meru yang merupakan salah satu peninggalan Hindu Jawa kuno. Pura ini memiliki arsitektur pura yang cukup unik, yaitu Meru dengan atap bertingkat. Menurut sejarah, Pura Meru dibangun pada abad ke-18 oleh 33 desa di Pulau Lombok. Cassandra dan Widi menyempatkan berfoto selfie berlatarkan tiga meru bertingkat, menjulang, dengan atap hitam berbahan ijuk.
"Untuk seseorang yang religius sepertimu, aku kaget kamu mengajakku ke sini." Cassandra tertawa sambil menggandeng lengan Widi. Mereka duduk beristirahat di Sekepat, semacam gazebo dengan empat tiang penyangga.
"Kamu ingin kufoto?" Widi berdiri menunjukkan ponsel. Cassandra membuka topi rotan lebar yang dia beli di pasar Mandalika. Widi menyarankan karena cuaca panas di pulau Lombok. Rambut ikal panjang kecokelatan berkilau diterpa mentari. Senyum Cassandra mengembang manis saat Widi memberi aba-aba. Dress bermotif floral tanpa lengan dengan rok tunik sebetis mencetak lekuk indah tubuh semampai Cassandra. "Cantik," decak Widi kagum mengulurkan ponselnya.
"Iya, dong. Istri siapa dulu." Cassandra kembali menggoda dengan mengedipkan mata. Widi menunduk jengah, menyembunyikan semburat merah yang menjalari pipi.
"Dulu, tempat ini dibangun dengan tujuan menyatukan beberapa tempat, biasanya digunakan untuk bernegosiasi serta menghakimi orang-orang yang melakukan kejahatan." Widi mencoba mengalihkan pembicaraan, jangan sampai dia kehilangan akal menerkam istrinya di tempat terbuka. "Aku mengajakmu ke sini untuk mengingatkan, tempat ini ibaratnya sebuah rumah untuk sebuah keluarga. Apapun masalah kita kelak, akan kita selesaikan dengan kepala dingin dan pikiran dewasa. Kita bisa bermusyawarah untuk mencari keputusan terbaik." Widi menggenggam jemari Cassandra. "Jika pendahulu kita mampu menyatukan banyak kepala, kenapa kita tidak bisa? Sedangkan kita hanya berdua?"
"Jangan biarkan masalah berlarut-larut tanpa ada penyelesaian karena ...." Cassandra menggantung ucapannya, mengulang yang pernah disampaikan Widi saat mereka menikah.
"Hanya akan semakin memperkeruh suasana," ucap keduanya serempak dengan tawa berderai.
♥♥♥
KAMU SEDANG MEMBACA
SEXY MISTRESS
RomansCassandra van den Heuvel merebut Hamizan Parama dari Mutiara, sahabatnya sendiri. Mereka menikah dan terlihat bahagia dengan kelahiran Lithania sementara Mutiara wafat meninggalkan Widi, suami barunya. Widi yang masih belum bisa melupakan Mutiara me...
