Bab 74

642 94 6
                                        

Hello Sexy Readers,

Vote dan komen yang banyak.

Love,

𝓑𝓮𝓵𝓵𝓪 - WidiSyah

♥♥♥

Setelah berkali-kali menolak, akhirnya Cassandra setuju untuk menikah. Setelah melihat perubahan Cassandra, Rima, ibu Widi pun merestui. Nina dan Eric terbang dari Belanda untuk menikahkan putrinya, orang tua Cassandra menyambut Widi dan keluarga dengan tangan terbuka. Hanya Jayden yang tak sempat hadir karena kesibukan. Namun, kakak Cassandra satu-satunya itu, berjanji menyempatkan menyaksikan prosesi akad melalui zoom.

Seperti permintaan Cassandra yang menginginkan pernikahan dilangsungkan secara sederhana, maka Widi hanya mengundang keluarga dan kerabat terdekat termasuk karyawan Venusian Lingerie dan Zaitun Collection.

Maka di sinilah Widi sekarang, duduk di hadapan ayah Cassandra dengan jantung berdebar cepat. Ini bukan kali pertama Widi menikah, tetapi dia masih saja tegang seperti saat mengucap kalimat sakral itu untuk pertama kalinya. Pria itu mengembuskan napas berkali-kali, terutama ketika Cassandra muncul dengan kebaya brokat putih dan tiara kecil di atas kepala wanita itu.

Nina memasang kerudung renda putih di atas kepala Widi dan Cassandra lalu duduk di samping Rima. Wanita itu terlihat bahagia menggendong Lithania. Nina bersyukur, besannya mau menerima Cassandra dan Lithania. Sementara Eric van den Heuvel tersenyum menatap keduanya lalu mengulurkan tangan mengucapkan kalimat ijab.

"Widi Erlangga, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Cassandra van den Heuvel binti Eric van den Heuvel dengan mas kawin seperangkat alat shalat dibayar tunai."

Senyum hangat Eric menguarkan dingin yang menjalar di telapak tangan.

Widi menjawab lantang dan tegas dengan kalimat kabul. "Saya terima nikah dan kawinnya Cassandra van den Heuvel binti Eric van den Heuvel dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Sah!" seru para saksi diikuti gema hamdalah memenuhi seluruh ruangan tamu apartemen mungil Cassandra yang telah disulap menjadi ruangan akad.

Setelah melalui prosesi, akhirnya Widi bisa tersenyum saat Cassandra mencium punggung tangannya. Pria itu terlihat kikuk saat tubuh sintal Cassandra mendekat, menyelipkan tangan di lengannya.

Tubuh Widi menegang sesaat, tetapi insting meminta untuk melabuhkan satu kecupan di dahi lantas berbisik pelan, "Assalamualaikum, Istriku."

Para keluarga, kerabat dan sahabat mendekat memberikan selamat dan doa. Widi dan Cassandra menyambut dengan senyum serta ucapan terima kasih. Wening yang tidak banyak bicara bersama suaminya senang akhirnya adik semata wayangnya melepas masa duda.

"Baik-baik kalian berdua. Kalau ada masalah, selesaikan dengan bijaksana." Eric memeluk putri dan menantunya sembari memberi nasihat. Setiap orang tua tidak pernah berharap, anaknya akan mengalami kegagalan pernikahan. Namun, pria Belanda itu berdoa, semoga kali ini Cassandra bisa berbahagia dengan Widi.

Nina dan Rima turut menghampiri. Lithania yang terbangun merentangkan tangan pada Widi. Bocah kecil itu tampak semakin akrab dengan ayah sambungnya.

"Wah, anak Ayah kenapa? Bosan ya sama Eyang?"

Lithania meracau entah apa, tak ada yang mengerti bahasa anak kecil. Widi tertawa pelan lalu meraih Lithania, menggendongnya menemui para tamu. Cassandra menatap punggung pria yang baru saja sah menjadi suaminya dengan penuh rasa haru.

"Bagaimana kalau kalian liburan sekalian bulan madu? Nanti Bunda yang menemani Litha, toh Bunda masih nginap di Jakarta."

Cassandra terdiam sejenak, dia memang kelewat stres beberapa bulan terakhir. Menghadapi Hamizan sembari mengurus Lithania menguras otak dan tenaga Cassandra.

"Berliburlah, Nak. Jangan khawatirkan Lithania. Bukankah kami sudah dekat sekarang?" Rima kembali membujuk. Nina dan Eric mengangguk mengiakan permintaan wanita itu.

"Iya, Sandra. Lebih baik kamu relaks sejenak. Siapa tahu sepulang kamu bulan madu bawa kabar calon adik untuk Litha." Nina dan Eric mengekeh kecil, mengabaikan Cassandra yang mendelik menatapnya.

♥♥♥

SEXY MISTRESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang