Awalnya mereka menatap bingung dengan keberadaan Prame yang mengikuti Nanon. Itu mengingatkan mereka pada saat sebelum Prame pergi. Dulu Prame selalu mengikuti Nanon kemanapun. Meskipun dia harus sekolah tapi Prame tidak pernah mengabaikan tugasnya untuk menjaga Nanon.
"Kak Prame?" Bass menatap Prame bingung. "Kak Prame kembali?"
"Apa kabar kalian semua?" Prame tersenyum menatap teman-teman Nanon.
"Kenapa kak Prame kembali?" tanya Pineare penasaran.
"Tn. Max menginginkan aku mengawal Nanon lagi"
"Non setuju?" Bas melirik Nanon yang sejak tadi hanya diam saja tidak menanggapi teman-temannya.
"Mungkin Non terlalu marah padaku" Prame melirik Nanon yang mengabaikannya.
"Wajar sih" gumam Sammy mengerti. "Kak Prame pergi begitu saja tanpa pamit padanya. Tentu saja dia marah"
"Paw ayo antar Non ke kelas" rengek Nanon.
"Biar aku yang mengantarmu" tawar Prame.
"Tidak perlu" ketus Nanon. "Non mau diantar Paw saja. Kau tunggu di kantin saja"
"Baik" Prame hanya menganggukkan kepalanya. "Jika ada apa-apa langsung hubungi aku"
"Ya" acuh Nanon
"Kami juga harus ke kelas" Nani melirik teman-temannya. "Permisi kak"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Prame menatap sedih Nanon yang mengabaikan keberadaannya. Melihat bagaimana Nanon manisnya memperlakukan Ohm membuatnya sedih. Andai saja saat itu dia tidak pergi mungkin hubungan mereka tidak akan sedingin sekarang. Dia pasti masih akan melihat sisi manja Nanon padanya.
"Kak Prame baik-baik saja?" tanya Phram. Dia cemas melihat Prame sedih sambil menatap Nanon. "Non tidak mau bicara pada kak Prame?"
"Sepertinya Non sangat marah" Prame tersenyum pada Phram. "Memang salahku pergi begitu saja"
"Non sangat sedih saat itu" Bas menatap Prame kesal. "Dia mengurung diri di kamar hingga beberapa hari kami bahkan selalu melihat matanya bengkak"
"Bas pasti sangat marah padaku karena membuat sahabatmu sangat sedih" Prame menatap Bas maklum.
"Tentu saja!" seru Bas kesal.
"Maafkan aku ya?" Prame tersenyum. Dia mengusap kepala Bass lembut. "Jangan galak-galak. Nanti tidak ada yang mau"
"Enak saja! Bas sudah punya tunangan!" kesal Bas. Dia menjauhkan tangan Prame dari kepalanya "Memangnya kak Prame yang masih jomblo sampai sekarang!"
"Bagaimana Bas tahu kalau aku masih jomblo?" Prame menatap Bas jahil. "Jangan asal tebak"
"Tatapan mata kak Prame masih sama saat menatap Nanon" kata Bas pelan. "Kak Prame masih suka ya sama Nanon"
"Bas tahu?" gumam Prame. Dia mencoba tersenyum pada Bas.
"Semuanya tahu" Bas mengalihkan perhatian dari Prame. "Termasuk Ikin dan Nani. Karena itu mereka selalu memusuhi kak Prame. Mereka cemburu pada kakak"
"Cemburu?" Prame menatap Bas bingung. "Kenapa?"
"Karena Nanon begitu manja pada kak Prame" sahut Sammy. "Mereka kan dulu sangat menyukai Nanon"
"Tapi sekarang mereka sudah punya pasangan sendiri" kata Prame tersenyum saat melihat Billkin dan Nani sedang bersama pasangan mereka masing-masing.
"Begitulah" gumam Sammy. "Itu panjang ceritanya"
"Orang itu....?" Prame menatap interaksi antara Nanon dan Ohm. "Mereka sudah lama bersama?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Forget You
RomanceKetika ingatan tentang masa lalu yang menyakitkan kembali lagi Manakah yang akan dipilih? Tetap melupakan atau menghadapinya Ketika seseorang yang pernah menyakitimu datang memohon ampunanmu Apa yang akan kamu lakukan memaafkan atau melupakannya? Ke...
