Karena dia mau.
Untuk pertama kalinya, hati Sunny tidak dipenuhi rasa takut dan putus asa. Sebaliknya, hatinya dipenuhi kemarahan yang membara. Ia lelah tunduk dibawah tekanan dunia, diam-diam berpegangan pada secercah harapan, selalu takut, selalu ingin melakukan apa saja, meninggalkan apa saja, hanya untuk bertahan hidup di hari berikutnya. Itu tidak cukup lagi. Sebaliknya, dia ingin membuat dunia tunduk pada keinginannya. Dia ingin hidup seperti manusia, bukan seperti binatang.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, Sunny telah berubah tanpa menyadarinya. Entah bagaimana, ia menjadi tidak puas dengan cara hidupnya sebelumnya, yang mana satu-satunya tujuannya untuk bertahan hidup dengan segala cara mengalahkan segalanya. Hidup atau mati selalu menjadi satu-satunya hal yang penting. Namun sekarang, cara hidupnya lebih penting. Apa gunanya tidak punya tuan kalau dia hidup seperti budak?
Sambil menggertakkan gigi, Sunny terjun ke jurang yang gelap. Air dingin memeluknya seperti kain kafan. Dia tidak bisa melihat dalam kegelapan terkutuk ini, hanya mengandalkan indra bayangannya untuk bimbingan. Garam meresap ke bekas gigitan di tangannya dan luka di lehernya, membuatnya terasa perih. Tanpa mempedulikan rasa sakit, Sunny menggunakan kekuatannya yang besar untuk mendorong dirinya semakin dalam ke dalam kegelapan.
Ia bisa merasakan tentakel raksasa bergerak di air di sekitarnya, menarik potongan-potongan perahu Carapace ke dalam mulut raksasa yang bersembunyi di suatu tempat jauh di bawah. Sekali atau dua kali, ia harus memutar tubuhnya dengan putus asa agar tidak tersentuh oleh salah satu dari tentakel itu. Namun, Cassia belum terlihat. Paru-parunya mulai terasa terbakar.
Sunny menyelam lebih dalam. Pada kedalaman ini, tekanan air mulai memengaruhi gerakannya, membuat setiap gerakan terasa lebih berat. Bahkan dengan tubuhnya yang diperkuat oleh bayangan, ada batas seberapa kuat tubuhnya dapat bertahan. Sunny menduga bahwa tanpa Blood Weave, dia pasti sudah mati lemas sejak lama. Lebih buruknya lagi, ia merasa seolah-olah dia semakin dekat dengan tubuh asli dari monster tak dikenal yang telah menghancurkan perahu mereka. Ia masih tidak bisa merasakan bentuknya yang besar, tapi dilihat dari lingkar tentakel yang mengelilinginya, monster itu pasti tidak jauh darinya.
Dan kemudian, Sunny akhirnya menyadari sesuatu. Tak jauh darinya, sebuah bayangan kecil tengah berjuang melawan bayangan yang jauh lebih besar dan ganas. Cassia!
Mengumpulkan seluruh tenaga, Sunny berenang ke arah gadis buta itu secepat yang ia bisa. Saat ia mendekat, ia dapat melihat detail kejadiannya. Cassia ditarik ke bawah, tentakel yang lebih kecil melingkari tubuhnya. Dia masih berjuang, mencoba melepaskan diri, tapi gerakannya semakin lemah setiap detiknya. Dia tercekik.
Dipenuhi amarah, Sunny mendorong dirinya ke depan dan meraih tentakel itu, merasakan daging licin berdenyut dalam genggamannya. Jika punya pilihan, dia akan menghindari menyentuh benda itu dengan cara apapun. Namun, bertarung di bawah air itu sulit... jika dia ingin memberikan pukulan yang kuat, dia harus mencari bentuk dukungan terlebih dahulu.
Memanggil Midnight Shard, Sunny mengerahkan seluruh otot tubuhnya dan menebas tentakel itu, tepat di bawah titik di mana tentakel itu melingkari tubuh bagian bawah Cassia. Ia tahu bahwa ia tidak akan mampu melakukan kerusakan serius dengan serangan itu, yang diperlambat hingga merangkak oleh perlawanan berat dari air hitam. Akan tetapi, pedangnya yang menakjubkan masih cukup tajam untuk memotong tentakel berdaging itu, menyebabkan awan darah hitam menyembur keluar dari luka itu.
Tentakel itu bergerak dengan ganas dan melesat ke samping, seolah mencoba melepaskan diri dari penyerang. Terbang menembus kegelapan, Sunny berpegangan erat-erat dan menggerakkan bilahnya ke atas, mengiris daging spons itu hingga terpisah. Dia tidak pernah berharap untuk memotong tentakel itu dengan satu serangan. Kekuatan apapun tidak akan memungkinkan hal itu terjadi. Untungnya, pedang mampu menembus, menebas... dan memotong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasiTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
