...Terkejut oleh kata-kata gadis itu, mereka bertiga menatap Effie dengan wajah pucat. Sunny merasakan sesuatu yang rapuh dan berharga hancur di hatinya, menusuknya dengan rasa sakit yang hampir fisik. Tidak. Tidak, tidak mungkin. Itu tidak mungkin benar. Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin semua ini sia-sia? Bagaimana mungkin semua harapan, impian dan keinginannya hancur begitu saja hanya dengan beberapa patah kata? Bagaimana mungkin?!
Disuatu tempat di samping Sunny, Cassia tiba-tiba berkata dengan suara kecil: "Apa maksudmu, tidak ada Gerbang?"
Effie mengangkat bahu. "Sebenarnya ini sangat sederhana. Maafkan aku karena harus memberitahu kalian, tapi jauh di lubuk jati, kalian pasti sudah mengerti. Bukankah begitu? Forgotten Shore... bukanlah tempat yang seharusnya menjadi tempat manusia untuk bertahan hidup. Itulah sebabnya kalian belum pernah mendengar hal seperti ini di sekolah atau Akademi."
Wajah Sunny berubah marah. Tentu saja! Tentu saja, jawabannya selalu dalam genggamannya. Dia terlalu naif dan bodoh untuk memahaminya.
Dream Realm/Alam Mimpi itu luas dan aneh, dengan sebagian besar wilayahnya hampir tak pernah di jelajahi manusia. Akan tetapi, setidaknya ada sedikit informasi yang tersedia tentang wilayah itu. Beberapa bahkan sepenuhnya berada di bawah kendali manusia, dengan Benteng-Benteng besar seperti Bastion yang menyediakan tempat berlindung bagi ratusan ribu orang Awakened. Namun, saat pertama kali datang ke Forgotten Shore, Sunny tidak mengenali satupun karakteristik unik tempat ini. Saat itu, ia mengira bahwa kurangnya pengetahuannya adalah penyebabnya.
Dia seharusnya menyadari kebenarannya ketika baik Nephis maupun Cassia tidak berhasil di tempat yang sama seperti yang telah dia lakukan. Mengapa wilayah seunik ini sama sekali tidak dikenal? Penjelasan yang paling logis adalah bahwa tidak seorangpun pernah kembali dari jurang mematikan ini ke dunia nyata untuk memberi tahu orang lain tentang hal itu.
Betapa bodohnya dia! Baru beberapa minggu menjalani kehidupan yang nyaman di Akademi, dan dia benar-benar lupa bahwa dunia tidak pernah berlaku adil terhadap orang-orang sepertinya. Kebenaran selalu lebih buruk daripada harapan terburuknya, jadi mengapa kali ini dia berpikir akan berbeda? Dunia adalah predator yang selalu menunggu kesempatan untuk melahapmu! Mengapa dia mengarapkan hal lain? Rasa sakit yang familiar muncul di tenggorokannya.
Sementara itu, Effie melanjutkan dengan nada lembut: "Lima belas tahun yang lalu atau lebih, sekelompok Sleepers yang kuat dan putus asa berhasil mencapai kota ini dan mengklaim kastil itu untuk mereka sendiri. Bukan karena kastil itu memiliki Gerbang, tapi karena kastil itu adalah satu-satunya tempat yang dapat menjaga mereka tetap aman. Setidaknya untuk sementara. Sejak saat itu, beberapa orang yang beruntung atau banyak akal akan menemukan jalan mereka ke kastil itu setiap titik balik matahari, hanya untuk terjebak disini bersama kami semua."
Nephis duduk dengan tenang, hanya tangannya yang terkepal yang menunjukkan badai emosi yang berkecamuk di dalam hatinya. Namun, Cassia menerima berita itu lebih keras daripada mereka berdua. Bagaimanapun, penglihatannyalah yang membawa mereka ke dalam perangkap ini. Wajahnya pucat pasi, dengan ekspresi kesakitan dan terkejut yang membentuk garis-garis halusnya. Sambil menutup mata, dia berbisik: "Tapi ini... ini tidak adil!"
Effie menatapnya dengan iba. Kemudian, dia terkekeh, tersenyum sinis dan berkata: "Kapan sesuatu pernah adil?"
...Tentu saja dia benar. Keadilan tidak benar-benar ada diluar alam imajinasi manusia. Sunny telah mempelajari pelajaran itu sejak lama.
Saat dia sedang marah dan putus asa, senyum Effie tiba-tiba kehilangan nada muramnya dan berubah menjadi seringai bahagia sekali lagi. Sambil mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, dia berkata: "Tapi tidak semuanya buruk! Setidaknya kalian sudah bertemu denganku. Kalian benar-benar sangat beruntung. Kalau kalian tidak bertemu dengan penduduk setempat, kalian pasti sudah mati."
Nephis menatapnya dan bertanya dengan nada datar: "Benarkah? Kenapa... begitu?" Cara bicaranya yang canggung kembali lagi dengan segala kemegahannya.
Effie mendesah. "Kota Gelap adalah tempat teraman di Forgotten Shore, sekaligus tempat paling mematikan. Kota ini aman karena tidak ada monster laut yang dapat melewati tembok, apalagi mencapai kastil. Namun, disaat yang sama, kota ini jauh lebih berbahaya daripada Labirin karena hampir setiap Makhluk Mimpi Buruk disini adalah makhluk Fallen."
Sunny berkedip, merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya. Makhluk Fallen... Makhluk itu jauh lebih kuat daripada Awakened. Manusia Dormant/Tidak Aktif seperti mereka tidak punya urusan untuk melawan yang terakhir, apalagi yang pertama. Satu iblis Awakened sudah lebih dari yang bisa mereka tangani tanpa harus memanggil teror sejati dari kedalaman laut terkutuk. Sesuatu yang jauh lebih kuat daripada Carapace Demon akan dengan mudah memusnahkan mereka dalam hitungan detik. Mengingat banyaknya bentuk yang bergerak diantara reruntuhan, Sunny tidak bisa menahan diri untuk tidak gemetar.
Apakah masing-masing... bentuk itu adalah monster Fallen? Bagaimana mungkin seseorang bisa bertahan hidup sehari saja di kota terkutuk ini? Mereka pasti sudah gila untuk mencobanya! Perlahan-lahan, besarnya jebakan berbahaya yang mereka alami mulai merasuki pikiran Sunny.
Effie tersenyum. "Tapi kalian berhasil melihatku sebelum turun dari tembok. Kalau tidak, Fallen One pasti sudah memakan jiwa kalian. Beruntung, sangat beruntung! Hanya sedikit orang di kastil yang pergi berburu di reruntuhan, apalagi menjelajahi sejauh ini. Bertemu dengan pemburu berpengalaman sepertiku mungkin satu-satunya kesempatan kalian untuk menghindari mengetahui wajah sebenarnya dari Kota Gelap sedetik terlambat." Dia menggelengkan kepala. "Itu seperti... satu banding seribu? Sepuluh ribu? Sejuta? Bagaimanapun, peluangnya tidak berpihak pada kalian. Keberuntungan pasti sedang jatuh cinta pada setidaknya satu dari kalian. Jadi... bergembiralah! Apa kalian mau daging? Aku benar-benar mendapatkan hasil buruan yang luar biasa hari ini. Hasil buruanku sangat luar biasa sehingga aku tidak keberatan untuk membaginya."
Nephis bahkan tidak melihat daging panggang itu dan malah mencondongkan tubuhnya ke depan, kata-katanya penuh dengan instensitas: "Jika tidak ada Gerbang disini, mengapa kau tidak mencoba pergi?"
Effie berkedip beberapa kali dan menatapnya dengan kebingungan yang tulus. "...Pergi? Dan pergi kemana?" Dagingnya hampir gosong, jadi dia mencondongkan tubuhnya ke api dan mencabut daging itu, lalu menggantinya dengan beberapa tusuk baru. Kemudian, sambil mendesah, dia menoleh pada Changing Star dan berkata: "Kau pernah ke Labirin, jadi kau tahu seperti apa tempat itu. Tidak ada yang lain selain karang dan laut terkutuk selama berbulan-bulan perjalanan ke segala arah. Kau tidak bisa berjalan kaki, kau tidak bisa berenang. Kau bahkan tidak bisa terbang, karena ada segerombolan makhluk terbang mengerikan yang bersembunyi di awan. Tapi mencoba pergi? Ya, banyak yang sudah mencoba. Mereka semua sudah mati sekarang. Sebenarnya, begitulah cara penguasa kastil pertama itu binasa."
Sunny menggertakkan giginya. "Jadi, apa? Kalian hanya bersembunyi di kastil dan menunggu kematian?"
Gadis muda yang cantik itu tertawa. "Tentu saja tidak, dasar bodoh!" Kemudian, dia menatap Sunny tajam dengan tatapan mata cokelatnya yang tampak muram dan berkata: "Sebagian besar dari kami bahkan tidak bisa masuk ke kastil. Raja meminta pajak, kau tahu? Jadi kami hanya menunggu kematian diluar kastil."
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasyTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
