Sunny butuh waktu untuk menemukan jalan kembali ke katedral. Menjelang fajar, Makhluk Mimpi Buruk yang berburu dimalam hari menjadi gelisah. Ia harus sangat berhati-hati saat mengintai melalui jalan-jalan sempit, menjaga bagian bayangan yang paling gelap. Meskipun tidak ada bulan atau bintang di malam yang gelap di Forgotten Shore, banyak monster disini memiliki cara mereka sendiri untuk melihat bentuk yang bergerak dalam kegelapan. Kemampun mereka untuk melihat dalam kegelapan agak diimbangi oleh Atribut Child of Shadow/Anak Bayangan milik Sunny, yang membuatnya tidak dapat dibedakan dari bayangan apapun yang dimasukinya.
Namun, Sunny tetap harus berhati-hati. Ditempat terkutuk ini, tidak ada yang pasti - kecuali bahaya, kematian, dan teror.
Beberapa saat kemudian, ia memanjat pilar-pilar katedral yang sudah dikenalnya dan muncul di atapnya yang luas. Berjalan dipunggung bukit lebar yang memisahkan dua hamparan ubin kuno yang miring, Sunny mendekati Kai, yang berdiri dengan gugup agak jauh. Pemuda tampan itu menggenggam busur panjang yang terbuat dari tanduk di tangannya, menatap ke dalam kegelapan dengan ekspresi tegang di wajahnya yang pucat.
Sunny berhenti beberapa langkah darinya dan menatap busur itu cukup lama. Tidak banyak waktu tersisa. Untuk menghindari anak panah melesat diantara matanya, Sunny memutuskan untuk mengumumkan kedatangannya dengan sapaan lembut. "Hai, Kai. Aku disini."
Sang pemanah berbalik dengan ekspresi terkejut dan mengangkat tangan, seolah mencoba memanggil lenteranya. Namun, ia mengurungkan niatnya, takut menarik perhatian yang tidak diinginkan. Sebaliknya, Kai menelan ludah dan berbisik: "Pelankan suaramu! Bagaimana jika iblis Fallen itu mendengar kita?"
Sunny berkedip. Oh, benar juga. Dia orang yang sangat berhati-hati. Itu adalah sifat kepribadian yang bagus untuk dimiliki, sejauh yang dia ketahui. Semakin paranoid, semakin baik. Sambil tersenyum dalam hati, Sunny berkata: "Tenang saja, dia tidak akan melakukan itu."
Kai menatapnya dengan ragu, lalu bertanya: "Apa kau yakin?"
Sunny mengangguk. "Ya." Dia siap menjelaskan alasan dibalik kepercayaan dirinya ini, tapi, secara mengejutkan, Kai langsung mempercayainya dan menjadi tenang.
Sementara itu, Kai dengan hati-hati melihat sekeliling dan bertanya: "Jadi apa yang akan kita lakukan disini?"
Sunny menunjuk kearah kumpulan ubin yang pecah tidak jauh dari mereka dan menjawab dengan nada tenang: "Aku akan memanjat lubang itu dan mengambil sesuatu dari katedral. Kau tunggu saja disini sampai aku kembali."
Mata Kai melebar. "Apakah kau gila? Bagaimana dengan iblisnya?"
Bagaimana dengan bajingan itu? Sunny tak dapat menahan diri untuk tidak berfantasi tentang membantai makhluk sialan itu selama beberapa detik. Hari itu akan tiba. Kembali ke situasi saat ini, ia berkata: "Bagaimana dengannya? Sudah kubilang, aku pandai bersembunyi. Selama aku tahu dengan siapa aku berhadapan, mereka tidak akan bisa menyadari keberadaanku kecuali aku menginginkannya."
Sunny telah mempelajari bagian pertama kalimat itu dengan cara yang sulit. Sebenarnya, bajingan itulah yang mengajarinya bahwa menyembunyikan bayanganpun ada batasnya. Begitulah Sunny berakhir dengan isi perutnya berada diluar dan memiliki informasi penting ini. Beberapa pelajaran hanya perlu diterima satu kali saja untuk mengingatnya selamanya.
Kai menatapnya dengan ekspresi aneh lagi. Sunny mengerutkan kening. "Apa?"
Pemuda tampan itu menggelengkan kepala. "Tidak, tidak. Hanya saja... itu adalah Kemampuan yang luar biasa. Sejujurnya, aku ingin sekali memiliki Kemampuan seperti itu."
Sunny melotot ke arahnya dan berkata sambil menggertakkan gigi. "Kata orang yang bisa terbang! Lagipula, kenapa kau ingin menyembunyikan wajahmu yang simetris sempurna itu? Bosan dilirik oleh supermodel yang sedang kasmaran?"
Kai mendesah. "Semacam itu. Bagaimana kau tahu?"
Sunny membuka mulut, lalu menutupnya lagi. "...Pokoknya, tunggu aku disini. Aku tidak akan lama." Sambil melirik ke arah Sleeper yang menawan, dia menggelengkan kepala dan berjalan menuju lubang yang tersembunyi dibalik beberapa ubin yang pecah.
Tak lama kemudian, Sunny kembali ke sarang rahasianya. Sambil melihat sekeliling dengan sedikit khawatir, dia mendesah dan melepaskan ransel yang terbuat dari kulit monster di punggungnya. Kemudian, ia menurunkan potongan daging Carapace Centurion diatas piring perak dan berjalan menuju peti besi. Sejujurnya, Sunny benar-benar tidak ingin pergi ke manapun didekat kastil. Gagasan itu saja membuatnya ingin tinggal di ruangan yang gelap, sunyi, dan familiar ini selamanya. Namun, dia tidak bisa. Jika dia ingin membuat Shadow Saint lebih kuat, dia harus kembali ke pemukiman manusia dan menghadapi ketakutannya.
Terserah. Aku akan masuk dan keluar saja. Kai yang akan mengerjakan semuanya. Sambil mendesah berat, Sunny mengangkat tutup peti itu dan mulai mengisi ranselnya dengan pecahan-pecahan jiwa. Puluhan kristal indah segera berkilauan di dalamnya. Sunny hanya mengambil setengahnya, tapi jumlahnya sudah cukup untuk mendorong banyak orang melakukan pembunuhan.
Dia tidak bisa menyalahkan mereka. Di Forgotten Shore, pecahan jiwa melambangkan uang, dan uang melambangkan kehidupan. Tanpa pecahan jiwa, kau tidak bisa membeli tempat didalam kastil yang aman atau mendapatkan makanan tanpa harus mempertaruhkan kematian dilabirin kota yang terkutuk. Siapapun akan bersedia melakukan pembunuhan agar bisa bertahan hidup.
Terus katakan hal itu pada dirimu sendiri. Dengan seringai marah, Sunny menutup ranselnya rapat-rapat, memastikan tidak ada cahaya yang masuk melalui jahitannya, lalu berbalik. Sambil melirik ke tempat persembunyiannya yang damai untuk terakhir kali, dia memejamkan mata sejenak, lalu berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang.
Sudah waktunya untuk kembali ke istana.
...Dan semua kenangan buruk yang ditinggalkannya disana sebelum melarikan diri.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasiTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
