Sunny terbangun dari perasaan tertekan yang menenggelamkan seluruh dunia. Matahari terbenam semakin dekat, dan bersamanya, bayangan jurang Crimson Spire/Menara Merah sekali lagi jatuh di kota terkutuk itu. Puncak menaranya yang jauh dapat dilihat dari mana saja di reruntuhan yang suram ini, menjulang diatas Forgotten Shore seperti pertanda gelap abadi. Puncaknya seperti cyclopean dan sangat tinggi, dengan akar yang tumbuh dari lautan karang merah yang tak berujung dan puncaknya tersembunyi disuatu tempat dibalik tabir awan kelabu.
Dalam beberapa bulan terkahir ini, Sunny sudah terbiasa dengan kehadirannya dan belajar untuk tidak memedulikannya. Memikirkan Menara itu adalah jalan pasti menuju kegilaan. Lagipula, disuatu tempat di dalam bangunan yang tak terbayangkan itu terletak satu-satunya harapan mereka untuk kembali pulang. Dan harapan adalah racun.
Sambil menguap, Sunny berdiri dan meregangkan lengannya. Suasana hatinya yang baik, yang sempat hilang entah mengapa, kini sudah kembali. Sekarang setelah ia punya waktu untuk mengingat kejadian malam sebelumnya, Sunny semakin mengerti betapa menakjubkannya keberuntungannya akhir-akhir ini. Perolehan Stone Saint dan transformasinya menjadi Bayangan adalah keajaiban. Hidupnya akan berubah menjadi lebih baik!
Namun, Sunny harus memikirkan semuanya dengan matang. Ia berada di wilayah yang belum dipetakan dalam hal cara membudidayakan monster peliharaannya. Kegembiraan awal yang ia rasakan setelah menyadari bahwa Shadow Saint mampu mengonsumsi Memori untuk mengumpulkan pecahan bayangan telah sirna. Sebagai gantinya, kini muncul serangkaian pertanyaan yang tidak mengenakkan.
Sunny telah menghabiskan sekitar enambulan di Forgotten Shore. Selama ini, ia hanya mampu mengumpulkan tiga Memori yang cocok untuk diberikan pada Bayangan, sehingga ia hanya memiliki enam pecahan bayangan. Dengan kecepatan kemajuan saat ini, dia harus menunggu selama enam belas tahun penuh untuk melihat kerja kerasnya membuahkan hasil dan mencari tahu apa sebenarnya yang akan terjadi setelah Stone Saint mengumpulkan semua dua ratus pecahan bayangan yang diminta rune.
Bahkan diantara pasukan elit Gunlaug, tidak ada seorangpun yang bertahan hidup di Forgotten Shore selama lebih dari sepuluh tahun. Raja Istana sendiri baru berada ditempat ini selama delapan tahun, dan hanya bertahan hidup selama itu sebagian besar karena keberuntungan. Memang, kemampuan bertarung Sunny akan meningkat drastis begitu ksatria batu yang mematikan itu ditambahkan ke dalam persamaan, tapi tetap saja, itu terlalu lama. Sunny harus memikirkan sesuatu.
Saat sedang menghitung, mata Sunny tertuju pada peti besi yang menyimpan harta karun pecahan jiwa yang ia kumpulkan dengan susah payah. Karena terganggu, ia terdiam beberapa saat, lalu dengan ragu-ragu mendekati peti itu dan menatap tutupnya. Menurut standar Forgotten Shore, dia adalah orang yang sangat kaya. Kekayaannya dapat membelikan banyak barang di kastil, dari yang relatif sederhana hingga yang semakin langka dan sulit di temukan.
...Beberapa hal yang dapat dengan mudah dibeli di jurang keputusasaan yang bahkan tidak ingin dipikirkannya.
Namun, yang paling menarik menurut Sunny adalah kemungkinan memperoleh memori dalam jumlah besar. Memori yang kuat dengan pesona yang berguna tidaklah murah. Bahkan, harganya sangat mahal. Tapi, ia tidak peduli dengan kualitasnya. Karena Stone Saint bisa mendapatkan jumlah pecahan yang sama dengan Memori yang paling tidak berguna sekalipun, yang Sunny butuhkan hanyalah kuantitas.
Jika Sunny menghabiskan semua pecahannya, kekuatan Stone Saint akan langsung melonjak dalam jumlah yang cukup besar. Dimasa depan, Sunny juga akan mampu mengolah Bayangan dengan kecepatan dua kali lipat - setengah dari material yang berasal dari Memori akan dia peroleh dari membunuh monster, yang lainnya dari Memori yang akan dia beli dengan pecahan jiwa yang ditinggalkan monster. Itu berpotensi mengurangi keseluruhan jangka waktu menjadi periode yang cukup masuk akal.
Namun, ada masalah besar dengan rencana ini. Begitu Sunny mulai menghabiskan banyak pecahan jiwa, ia pasti akan menarik banyak perhatian. Berurusan dengan para pemberani yang mencoba merampoknya, meskipun tidak menyenangkan, bukanlah masalah besar. Tapi jika Gunlaug sendiri tertarik dengan aksinya... itu akan menjadi bencana.
Dan kemudian ada Nephis, yang kehadirannya membuat segala rencana menjadi sia-sia karena alasan yang hanya dia dan Sunny yang tahu. Semua orang tampaknya buta dan tuli terhadap kebenaran, yang merupakan sumber masalahnya.
Sunny mengerutkan kening dan menjauh dari peti. "Aku mungkin akan kembali ke ide ini nanti. Tapi pertama-tama, aku ahrus memeriksa apakah mengonsumsi Memori adalah satu-satunya cara bagi Bayangan untuk tumbuh lebih kuat."
Sunny masih ingin tahu apakah Stone Saint dapat menyerap pecahan bayangan dengan membunuh Makhluk Mimpi Buruk, sama seperti yang dilakukannya.
****
Beberapa waktu kemudian, Sunny dengan hati-hati bergerak melalui labirin batu kota terkutuk. Mampu menyatu dengan bayangan, ia memiliki keunggulan tertentu dibanding siapapun yang berani menjelajahi reruntuhan terkutuk ini dalam kegelapan malam yang pekat. Namun, bahkan ia selalu hanya selangkah lagi dari kematian. Menarik perhatian para penguasa jalanan yang sebenarnya, makhluk-makhluk Fallen yang tinggal disini sejak zaman dahulu, akan menjadi akhir baginya. Dan Sunny tidak punya keinginan untuk itu.
Manusia hanya bertahan hidup disini dengan mempelajari cara menghindari makhluk Fallen Ones dan mencari monster yang lebih lemah untuk diburu. Tidak banyak makhluk yang lebih lemah yang mampu bertahan dikota terkutuk ini, jadi memburu mereka selalu berbahaya.
Tapi, itulah yang Sunny jadikan sebagai profesinya, dan itulah yang ia lakukan sekarang. Akhirnya, ia sampai di daerah tempat ia pernah melihat makhluk tertentu di masa lalu. Anehnya, Sunny sangat mengenal monster jenis itu. Bagaimanapun, salah satu dari mereka hampir merenggut nyawanya di masa lalu. Di suatu tempat di sekitar jalan ini, seekor Carapace Centurion telah membuat sarangnya.
Memanjat diatas pilar batu yang tinggi, Sunny berdiri tak bergerak dalam kegelapan dan menunggu mangsanya muncul. Waktu berjalan sangat lambat, tapi seorang pemburu yang baik harus memiliki banyak kesabaran. Matanya yang gelap menembus tabir malam, mengamati reruntuhan yang menyeramkan.
Satu jam berlalu, lalu satu jam lagi. Sunny menunggu. Tak lama kemudian, kesabarannya akhirnya membuahkan hasil. Dari kegelapan pekat salah satu bangunan yang runtuh, sebuah bentuk besar yang familiar muncul dengan segala keindahannya yang mengancam. Centurion bercangkang melangkah keatas batu-batu bulat, cangkang hitamnya dihiasi dengan pola-pola merah tua, dua sabit tulang yang mengerikan menggesek batu.
Sunny tersenyum. Sang Carapace Centurion hanya sempat mengambil satu langkah sebelum dua api merah tiba-tiba menyala dalam bayangan gelap dan melahap jalan yang hancur itu.
Kemudian, seorang ksatria batu yang anggun melangkah keluar dari kegelapan. Mengangkat perisainya, dia meletakkan bilah pedangnya di tepinya. Gumpalan kabut abu-abu seperti hantu merembes dari balik baju besinya, cahaya gelap yang aneh memancar dari kulitnya. Kegelapan di sekitarnya tampak bergerak, seolah ingin memeluknya seperti mantel gelap.
Kedua monster itu - yang satu besar dan buas, yang satunya kecil dan kuat - membeku berhadapan satu sama lain.
...Dan kemudian, semua kekacauan terjadi.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasiTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
