Sunny benar-benar dapat memahami betapa buruknya situasi tersebut dari sudut pandang pemuda bersuara indah itu. Satu-satunya hal yang lebih buruk daripada mendekati sumur gelap yang mengerikan sambil mengira ada makhluk kuno dan sangat jahat bersembunyi didalamnya adalah terkunci didalam sumur gelap yang mengerikan ini sambil mengira ada makhluk keji yang sedang menatapmu dari atas. Setidaknya Sunny punya kesempatan untuk melarikan diri jika keadaan menjadi semakin buruk. Orang malang didalam sumur itu benar-benar tidak punya tempat untuk lari.
Tentu saja, masih ada kemungkinan bahwa semua ini hanyalah tindakan licik yang dilakukan oleh monster yang sangat mengerikan. Sunny harus mengingatnya saat menyelidiki teori lainnya.
Jadi... kalau dia memang manusia, bagaimana caranya agar dia percaya kalau aku bukan monster? Itu bukan tugas yang mudah bagi Sunny. Sejak awal, ia memang tidak pernah pandai berkomunikasi dengan orang lain, dan tiga bulan isolasi total tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Malah, keadaan menjadi lebih buruk. Sekarang, bahkan Sunny kadang-kadang merasa tidak nyaman ketika berbicara sendiri.
Eh... apa yang akan dikatakan Cassia? Sunny berdeham. "Apakah kau seorang... manusia? Aku juga. Aku juga manusia. Kita berdua adalah... manusia." Kerja bagus, bodoh! Setelah usaha yang menjijikan itu, Sunny tidak akan terkejut lagi saat mengetahui bahwa pemuda dibawah bukan manusia. Siapa pula manusia yang berbicara seperti itu?
Pemuda didalam sumur terdiam. Kemudian, dia berkata: "Ya, semuanya telah berakhir untukku. Ah, baiklah. Kurasa aku sudah cukup beruntung."
Sunny mendesah berat. "Jangan panik, bodoh! Aku ini manusia."
Pemuda bersuara menawan itu tertawa: "Maaf jika saya tidak percaya pada Anda." Dia menggunakan sebutan hormat, seolah-olah mengakui Sunny sebagai seorang tetua. Itu masuk akal, mengingat dia yakin Sunny adalah sosok mengerikan dari zaman purba. Sosok mengerikan dari zaman purba secara teknis akan dianggap sebagai tetua, jika mempertimbangkan semua hal.
Sunny mengerang dalam hati. "Kenapa kau menggunakan sebutan hormat? Aku yakin aku lebih muda darimu."
Pemuda itu ragu-ragu. "Tunggu, kau benar-benar manusia?"
Sunny tersenyum penuh kegembiraan, merasa bahwa dia membuat kemajuan. "Ya, aku benar-benar manusia."
Suara itu kembali terdengar belasan detik kemudian: "Bagaimana mungkin kau sendirian disini di tengah malam? Kau juga tampaknya tidak membawa sumber cahaya. Tolong jangan marah, tuan monster, tapi itu bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh manusia. Mungkin kau harus lebih giat lagi dalam menulis ceritamu lain kali saat kau keluar untuk memangsa jiwa-jiwa yang tidak bersalah? Hanya, yah, sekedar nasihat."
Sunny mendesah. "Lucu sekali. Aku bisa berjalan-jalan dikota dimalam hari karena Aspek-ku memungkinkan aku bersembunyi dalam kegelapan. Aku juga bisa melihat menembus sesuatu. Bagaimana kau bisa berakhir disumur ini?"
Pemuda itu terdiam sebelum menjawab. "Bagaimana seseorang biasanya berakhir dalam situasi ini? Sekelompok penjahat memutuskan untuk memerasku demi Memori-ku. Aku menolak dengan sopan, dan disinilah aku. Mereka telah menahanku disini selama beberapa minggu, mencoba segala macam cara untuk membuatku mentransfer Memori-Memori itu pada mereka. Namun, harus kukatakan, usaha mereka sangat ceroboh. Dalam hal mengetahui cara meneror orang, orang-orang itu sama sekali bukan sasaeng yang berpengalaman."
Sunny tidak tahu apa itu sasaeng, jadi dia berasumsi bahwa itu adalah jenis Makhluk Mimpi Buruk yang sangat jahat. Sisa ceritanya sedikit mudah dipercaya. Tentu saja, butuh orang bodoh yang sangat istimewa untuk memilih reruntuhan, dari semua tempat, untuk menahan seorang tahanan, tapi penjahat tidak dikenal karena kecerdasannya. Ditambah lagi, rencana mereka tampaknya berjalan dengan cukup baik sampai saat mereka mengalami nasib sial karena bertemu Sunny.
Nah... sekarang Sunny tahu apa maksud semua ini. Hanya urusan manusia yang membosankan. Betapa mengecewakannya. Nephis dan Cassia juga tidak dalam bahaya apapun, setidaknya tidak dalam masalah ini. Misterinya terpecahkan. Dia telah menghabiskan sepanjang malam untuk omong kosong ini. "Begitu ya. Baiklah... selamat tinggal." Sunny mendesah kesal, ia berbalik dan mulai berjalan pergi.
Namun, pemilik suara indah itu menghentikannya. "Tunggu! Tunggu! Apa kau... apa kau benar-benar manusia?"
Sunny meringis. "Benar! Aku sudah bilang padamu!"
Pemuda didalam sumur itu buru-buru bertanya. "Bisakah kau keluarkan aku dari sini? Kurasa orang-orang itu tidak akan kembali malam ini. Jika kau membantuku melarikan diri, aku akan membalas budi padamu!"
Sunny menggaruk bagian belakang kepalanya, lalu mengerutkan kening. "Dengan cara apa?"
Setelah jeda sebentar, suara menawan itu lagi, kali ini agak ragu-ragu: "Yah, mungkin kau tidak tahu ini, tapi aku orang yang cukup kaya. Aku punya banyak sekali pecahan jiwa di istana. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa aku punya sedikit harta. Setengahnya akan menjadi milikmu jika kau bisa mengeluarkanku dari lubang ini. Untuk sepuluh pecahan, setidaknya!"
Sunny tiba-tiba mendapat ide. Tentu saja, dia tidak membutuhkan sepuluh pecahan yang ditawarkan pemuda itu. Tapi, fakta bahwa dia memiliki pecahan-pecahan itu... berpotensi sangat berguna. Jika Sunny ingin menghindari perhatian yang tidak perlu saat membeli Memori dengan tumpukan pecahan jiwanya, dia akan membutuhkan proksi yang cocok. Seorang Sleeper dengan banyak pecahan miliknya sendiri, yang berutang budi pada Sunny, adalah kandidat yang sempurna.
Sunny tersenyum. "Apakah orang-orang tahu kau memiliki kekayaan ini?"
Pemuda itu menjawab, dengan sedikit nada terkejut dalam suaranya. "Apakah mereka... tahu? Ya, kurasa mereka tahu. Aku dikenal menghabiskan banyak uang dari waktu ke waktu. Untuk hiburan dan juga, uh... beberapa hal lainnya. Bisa dibilang aku pecinta seni."
Sempurna... jadi tidak akan ada yang terkejut jika dia tiba-tiba mulai menghabiskan pecahan pada Memori. Tapi, ada masalah kecil. Sunny bisa melepaskan jeruji itu, tapi dia tidak punya cara untuk membantu orang malang itu keluar dari sumur yang dalam. Bahkan jika dia menggunakan Prowling Thorn, Sunny ragu tali tak kasat mata itu akan mencapai jauh ke bawah. Panjang maksimumnya tidak begitu mengesankan. Dan dia tentu saja tidak akan memanjat ke dalam sumur menyeramkan itu sendiri. Ditambah lagi, Sunny masih menyimpan sedikit kecurigaan tentang identitas pemuda bersuara menawan itu. Dia hampir yakin bahwa pemuda itu manusia... tapi sedikit keraguan yang tersisa sudah cukup untuk membuat paranoianya membunyikan alarm.
Setelah ragu-ragu sejenak, Sunny berkata: "Siapa namamu?"
Suara merdu itu menjawab: "Kai."
Sunny mendesah. "Baiklah, Kai. Aku tidak tahu bagaimana cara memberitahumu hal ini... tapi kecuali kau bisa terbang, aku tidak akan bisa membantumu melarikan diri."
Pemuda itu terdiam. Setelah jeda panjang yang diliputi keheningan mematikan, dia kemudian berkata dengan nada aneh: "...Aku bisa."
Sunny berkedip. "Apa?" Apakah dia salah dengar? Tidak, itu tidak mungkin. Mungkinkah Kai hanya ingin mengatakan apa saja karena putus asa untuk melarikan diri?
Tahanan sumur itu terkekeh. "Aku bisa terbang. Itulah Kemampuan Aspek-ku."
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasyTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
