Caster menatap Sunny lama, lalu tiba-tiba tertawa. Bahkan Cassia pun terkikik, terhibur dengan ucapan Sunny yang sungguh-sungguh. Sambil menggelengkan kepala, pemuda tampan itu tersenyum dan berkata: "Kulihat selera humormu tidak berubah. Bagus, itu bagus. Hanya sedikit orang yang mampu mempertahankan hal itu disini."
Sunny berkedip beberapa kali dan berkata, berpura-pura tersinggung: "Apa maksudmu dengan selera humor? Itu adalah kebenaran." Alih-alih jawaban, dia malah mendapat tawa lagi. Ada makanan, keamanan, dan tawa, pikirnya tiba-tiba, teringat bagaimana Cassia menggambarkan Kastil Cerah setelah memimpikannya untuk pertama kalinya. Gadis itu juga melihat Sunny menuntunnya melewati gerbang. Penglihatannya yang bersifat kenabian ternyata sangat akurat. Membuatmu bertanya-tanya tentang penglihatan lain yang dilihatnya...
Tak mau teralihkan, Sunny mengusir perasaan tak menyenangkan itu dan menyembunyikan senyumnya. Lalu, sambil mengangkat bahu, ia mengejek. "Baiklah, jangan percaya padaku jika kau tidak mau. Itu hanya salah satu dari banyak petualanganku. Meskipun yang lainnya, harus diakui, kurang luar biasa - kau tahu, hal-hal yang biasa saja: membunuh puluhan makhluk Awakened, dibangkitkan dari pintu kematian oleh seorang putri cantik, memanggil kengerian kuno dari kedalaman laut terkutuk, mengakali iblis kuno untuk melarikan diri dari cengkeraman mereka, berlayar melalui jurang di atas perahu yang terbuat dari tulang iblis, melawan raksasa dibawah air, dan sebagainya. Omong kosong biasa seperti itu."
Saat Sunny berbicara, Cassia perlahan berhenti tertawa dan menoleh padanya dengan ekspresi sedikit terkejut di wajah. Sepertinya baru sekarang, dengan perjalanan mengerikan yang telah mereka lalui, dia akhirnya menyadari betapa anehnya semua ini sebenarnya. Jika digabungkan, fakta-fakta perjuangan berdarah mereka untuk bertahan hidup terdengar seperti sesuatu yang berasal dari dongeng. Namun, mereka berdua tahu bahwa semua itu benar-benar terjadi. Itu telah terjadi pada mereka.
Caster terkekeh. "Wow. Dibandingkan denganmu, Sunny, veritaku sendiri terdengar agak payah. Aku baru saja memasuki Dream Realm di dekat tembok kota dan menghabiskan beberapa hari melarikan diri dari segerombolan monster yang menakutkan, lalu bertemu dengan rombongan pemburu dari kastil, dan begitulah adanya." Dia mendesah. "Ngomong-ngomong, kapan kalian sampai? Aku yakin belum melihat kalian sebelumnya."
Tidak ada alasan untuk berbohong, dan Sunny tidak bisa berbohong. Sambil menatap penuh kerinduan pada sup monsternya, yang perlahan mendingin, dia mendesah dan berkata: "Kami tiba di Kota Gelap dua hari yang lalu, dan memasuki kastil kemarin saat senja."
Legacy yang tampan itu menatapnya, lalu berkedip beberapa kali: "Tunggu... tunggu... apa maksudmu? Apakah kalian benar-benar menghabiskan dua bulan di Labirin?"
Wah. Akhirnya, saat yang diwaspadainya tiba. Sunny benar-benar tidak ingin ada yang mengira bahwa dia adalah sosok yang kuat. Pertama-tama, tidak ada keuntungan yang lebih baik daripada diremehkan oleh musuh. Kedua, dia masih harus menyembunyikan fakta bahwa Changing Star bukanlah satu-satunya yang menerima Nama Sejati di Mimpi Buruk Pertama. Untungnya, dia sudah lama memikirkan alasan yang sangat meyakinkan. Saat dalam kesulitan, salahkan semuanya pada Nephis...
Sambil tertawa dalam hati, Sunny berpura-pura menggigil dan mendesah. "Ya. Aku bahkan tidak ingin memikirkannnya. Tempat itu... benar-benar neraka. Jujur saja, kalau bukan karena Changing Star, kami berdua pasti sudah lama mati." Walaupun gadis itu sendiri juga tidak akan bertahan hidup tanpa bantuannya, tapi Caster tidak perlu tahu itu.
Sunny cukup yakin bahwa menyebut nama Neph di dekat nama dua pecundang seperti Cassia dan dirinya diyakini akan membuat siapapun berpikir bahwa dia sendirian menggendong mereka berdua ke tempat aman di punggungnya.
Ternyata, dia benar. Begitu dia menyebut Nephis, ada sesuatu yang berubah di wajah Caster. Dengan tatapan aneh di matanya, pria tampan itu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan dan bertanya dengan nada yang terdengar tenang: "Changing... Nona Nephis masih hidup? Dia ada disini?" Dia sudah lupa betapa kecil kemungkinan bagi seseorang seperti Sunny untuk bertahan hidup dalam perjalanan panjang melewati mimpi buruk mematikan di Labirin.
Sunny menyipitkan matanya sedikit. Reaksi Caster sedikit lebih intens dari yang diantisipasinya. Itu hampir aneh. Akan tetapi, Legacy yang tinggi dan tampan itu tampaknya anehnya terpikat pada Nephis bahkan saat masih di Akademi. Dasar bajingan! Marah karena alasan yang tidak diketahui, Sunny menggertakkan giginya dan berkata: "Ya. Dia ada di sekitar sini."
Sambil menoleh sedikit kearah Sunny, Cassia ragu sejenak, lalu menambahkan: "Kami... kami hanya punya dua pecahan jiwa saat kami datang ke kastil. Jadi dia tinggal di pemukiman luar. Untuk saat ini."
Caster bersandar, sedikit kekecewaan muncul di wajahnya selama sepersekian detik. Kemudian, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata: "Aku mengerti."
Sunny menyesap tehnya dan bertanya: "Mengapa kau tiba-tiba begitu tertarik pada Nephis?"
Pemuda tampan itu menatapnya dengan heran. "Apa? Oh, aku... aku hanya senang mengetahui lebih banyak dari kita yang selamat." Kemudian dia mendesah dan menggelengkan kepala: "Dari apa yang dapat kupelajari, tidak lebih dari tujuh Sleepres yang dikirim ke Forgotten Shore oleh Spell tahun ini. Hingga hari ini, kupikir hanya aku yang selamat. Bagus... bagus juga mengetahui bahwa aku salah." Wajah Caster menjadi serius. "Jadi Nona Nephis bersama kalian, itu menjelaskan bagaimana kalian berhasil mencapai Kastil Cerah hidup-hidup. Tapi, tiga lainnya... aku khawatir mereka sudah lama mati. Semoga jiwa mereka beristirahat dengan tenang."
Sunny dan Cassia menundukkan kepala, berusaha menerima informasi buruk itu. Memang benar bahwa mereka tidak diperlakukan dengan baik oleh para Sleepers lainnya di Akademi. Namun, agak menyedihkan juga mengetahui bahwa beberapa anak yang mereka kenal, meskipun hanya sebentar, kini telah pergi, terbunuh oleh kekejaman Dream Realm. Mantra Mimpi Buruk yang kejam dan bengis telah memakan korban pertamanya. Siapa yang akan menjadi berikutnya?
Tanpa harus saling memandang, mereka diam-diam mengulangi kata-kata Caster: "...Semoga jiwa mereka beristirahat dengan tenang."
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasyTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
