Tanpa membuang waktu lagi, Sunny terjun ke Soul Sea/Laut Jiwa miliknya. Meskipun kondisi mentalnya berubah, keadaannya tetap tenang seperti biasa. Hamparan air yang tenang dan sunyi membentang ke kejauhan yang kosong, dengan Shadow Core/Inti Bayangan melayang diatasnya seperti bintang gelap. Bola-bola cahaya kecil melayang di udara di sekitarnya, memantul di permukaan laut yang tenang.
Bayangan-bayangan yang sunyi masih ada disana, berdiri tak bergerak di tepi kegelapan. Dibandingkan sebelumnya, jumlah mereka telah membengkak. Monster-monster dari segala bentuk dan ukuran kini ada diantara mereka, membuat koleksi musuh-musuh Sunny yang terbunuh tampak semakin mengesankan. Berjalan melewati mereka, ia melirik satu per satu dari waktu ke waktu, mengingat pertarungan-pertarungan yang mendebarkan itu dengan campuran rasa takut dan bangga. Ini adalah museum pribadinya, monumen kelam untuk semua dosanya.
Tunggu... dosa? Kenapa dosa? Tepat pada saat itu, Sunny tersandung dan berhenti. Tidak jauh darinya, sebuah bayangan kurus berdiri diantara kumpulan makhluk mengerikan, menatapnya dengan mata kosong. Bayangan itu dulunya milik seorang pemuda, yang usainya tidak jauh lebih tua dari Sunny sendiri. Ia tinggal di pemukiman kumuh diluar gerbang istana, berjuang untuk bertahan hidup seperti orang lain. Sebelum... sebelum...
Sunny mengalihkan pandangan. "Jangan menatapku seperti itu. Itu salahmu sendiri, bodoh. Kau seharusnya tidak menanyakan semua pertanyaan itu padaku!"
Dari tiga orang yang telah dibunuhnya dengan tangannya sendiri, pembunuh ini satu-satunya yang membuat Sunny merasa sesuatu. Karena pembunuhan itu tidak dilakukan ditengah panasnya pertarungan atau untuk membalas dendam pribadi. Pembunuhan itu... pembunuhan itu dilakukan dengan darah dingin. Itulah alasan mengapa Sunny harus meninggalkan istana - diantara alasan lainnya.
Sunny meringis. "Sudah kubilang berhenti menatapku! Tetaplah diam dan jangan ganggu aku dengan omong kosongmu!"
Sambil mendengus marah, Sunny berbalik. Tak lama kemudian, dia berjalan melewati bayangan Blood Fiend, pemimpin kelompok pemburu, dan Stone Saint yang mematikan. Melirik sosok batu yang anggun itu, Sunny melupakan semua bayangan kurus sebelumnya dan tersenyum. Dia ada disini untuk melihat Echo-nya.
Prospek untuk memiliki Echo lain dibawah komandonya sudah sangat menggairahkan. Scavenger yang setia dan sangat ramah telah banyak membantu Sunny dimasa lalu, meningkatkan performa tempurnya secara drastis. Bagaimanapun, meskipun memiliki Aspek Divine/Ilahi dan Kemampuan yang sangat kuat, Sunny masih seorang Dreamer, satu tingkat dibawah Echo.
Namun... si Scavenger hanyalah seekor binatang buas... sementara si Stone Saint adalah monster. Kekuatannya sebanding dengan kekuatan para Carapace Centurion yang ganas, jauh melampaui apapun yang bisa dicapai Sunny di tempat terkutuk ini. Sifat aneh dari patung hidup yang kokoh itu membuatnya semakin tangguh. Memiliki pelayan seperti itu akan membuat banyak hal yang mustahil menjadi mungkin. Tapi, Sunny menginginkan lebih. Dia menunggu untuk melihat keajaiban apa yang akan dilakukan Aspek-nya, berharap hasilnya akan melampaui harapan terliarnya.
Tak lama kemudian, Sunny berdiri dibawah matahari hitam Inti Bayangan-nya, mengamati bola-bola cahaya yang melambangkan Memori-nya. Sekarang jumlahnya menjadi sembilan. Yang benar-benar ia gunakan adalah Puppeteer's Shroud, Midnight Shard, Prowling Thorn, Ordinary Rock, dan Endless Spring.
Menikmati penantian itu, Sunny memanggil mereka satu per satu dan membaca tanda bercahaya di sekitar Memori. Dia mendapatkan belati setelah mengalahkan makhluk aneh yang menyerupai landak lapis baja yang mengerikan. Hujan duri tulang bergerigi telah meninggalkan beberapa lubang ditubuh Sunny, tapi hadiahnya sepadan.
Memori: [Prowling Thorn]
Peringkat Memori: Awakened.
Tingkat Memori: II
Tipe Memori: Senjata.
Deskripsi Memori: [Belati terbang ini tidak dapat diduga dan berubah-ubah seperti kasih sayang seorang gadis cantik, namun, mungkin, tidak mematikan.]
Pesona Memori: [Rose of Betrayal/Mawar Penghianatan.]
Deskripsi Pesona: [Prowling Thorn terhubung dengan penggunanya melalui tali tak kasat mata. Tali ini kuat tapi mudah berubah - seperti ikatan sentimental yang berbahaya.]
Setelah membaca deskripsi itu untuk pertama kalinya, Sunny tidak dapat menahan diri untuk bertanya-tanya apakah Spell pernah dicemooh oleh kekasihnya. Rune-rune itu praktis memancarkan kepahitan.
Berikutnya dalam daftar adalah Memori-nya yang paling berbahaya, batu yang bisa bicara.
Memori: [Ordinary Rock.]
Peringkat Memori: Awakened.
Tingkat Memori: I
Tipe Memori: Alat.
Deskripsi Memori: [Hanya batu biasa.]
Pesona Memori: [Tidak ada yang spesial.]
Deskrpsi Pesona: [Kata-kata lebih kuat dari pedang. Batu lebih kuat dari kata-kata.]
Lucunya, Ordinary Rock/Batu Biasa, yang mampu mengulang berbagai bunyi, telah jatuh ke tangan seseorang yang tidak bisa berbohong. Sekarang, batu itu menjadi Memori paling jujur di dua dunia. Hal itu juga membuat Sunny berpikir dua kali sebelum membuka mulutnya. Terkadang.
Memori terakhir yang ia putuskan untuk dilihat mungkin adalah yang paling berbahaya baginya. Itu adalah botol kaca cantik yang diberikan Cassia pada Sunny sebagai hadiah perpisahan.
Memori: [Endless Spring.]
Peringkat Memori: Tidak aktif.
Tingkat Memori: IV.
Tipe Memori: Alat.
Deskrpsi Memori: [Seorang iblis yang sedang dilanda cinta pernah memenjarakan sungai yang deras dalam botol kaca yang rapuh ini. Botol itu adalah hadiahnya untuk roh gurun yang cantik.]
Pesona Memori: [Gift of Water/Hadiah Air.]
Deskrpsi Pesona: [Botol ini berisi air untuk membuat bunga-bunga bermekaran di jantung gurun yang paling tak bernyawa.]
Yang ini agak romantis. Sepertinya Spell itu tidak jelas saat menjelaskannya, sampai-sampai Sunny bahkan tidak tahu apakah dia serius. Sambil mendesah, dia mengabaikan bola cahaya berisi Endless Spring dan mendongak. Empat Memori lainnya tidak terlalu berguna. Memori tersebut adalah perisai menara yang sangat berat, baju zirah yang lebih buruk dari Puppeteer's Shroud dalam segala hal, mata kaca yang mampu menghasilkan sinar merah terang yang tidak berbahaya, dan lonceng perak yang sangat keras - Memori pertama yang pernah didapatkannya.
Tiga sisanya diberikan padanya karena membunuh monster yang relatif lemah di jalan-jalan kota terkutuk itu. Ia berharap dapat menukarnya dengan sesuatu yang lebih cocok selama kunjungannya berikutnya ke istana, kapanpun itu.
Melupakan Memori, Sunny akhirnya memfokuskan perhatiannya pada bola cahaya paling terang yang mengambang di kekosongan gelap diatas kepalanya. Echo barunya. Ia memerintahkannya untuk turun dan melihat bola itu meluncur turun, menyentuh permukaan air yang gelap beberapa menit kemudian. Bola itu perlahan meredup, memperlihatkan sosok batu yang tersembunyi di dalamnya.
Ditengah keheningan Laut Jiwa, Sang Stone Saint tampak persis seperti patung. Tingginya kira-kira sama dengan Sunny, tampak mungil jika dibandingkan dengan Makhluk Mimpi Buruk lainnya yang ahrus dihadapinya di Forgotten Shore. Penampilannya juga sangat mirip dengan manusia. Kalau bukan karena warna abu-abu gelap dan kulitnya yang seperti granit, Sunny mungkin akan mengira monster aneh itu sebagai Sleepers. Asalkan, dia tidak bisa melihat banyak bagian tubuh patung itu dibalik baju besi gelapnya yang anggun, sifat makhluk aneh ini tetap menjadi misteri.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
ФэнтезиTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
