Sunny merasakan angin sepoi-sepoi membelai pipinya, lalu sesuatu bergerak dalam kegelapan sumur. Sambil mencengkeram gagang Midnight Shard erat-erat, dia bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Disisi lain celah gela itu, Shadow Saint perlahan mengangkat perisainya dan meletakkan bilah pedangnya di tepinya.
...Namun, mereka tidak perlu takut. Beberapa saat kemudian, sesosok tubuh yang anggun muncul di udara, melayang diatas sumur, lalu mendarat dengan lembut diatas batu-batu di depan Sunny.
Sudut mulut Sunny berkedut. Pemilik suara menawan itu memang manusia. Dia adalah seorang pemuda yang mengenakan baju besi pipih tipis, dengan rambut merah gelap yang indah dan mata hijau yang memesona. Baju besinya yang pas terbuat dari kulit cokelat mengilap, dengan pakaian sulaman biru tua dibawahnya. Namun, untuk sesaat, Sunny berharap Kai benar-benar berubah menjadi iblis. Karena lelaki terkutuk itu tidak hanya memiliki suara paling menawan yang pernah didengarnya, tapi juga sangat tampan. Jujur saja, itu tidak adil!
Kai tinggi, ramping, dan sangat tampan. Wajahnya kecil, bentuknya sempurna, dan cantik, dengan tulang pipi tinggi dan kulit putih bersih tanpa cela. Mata hijaunya sangat tajam, dan bibirnya lembut dan penuh seperti... uh...
A-apa yang sedang kupikirkan?
Terlebih lagi, Kai tampaknya memiliki pesona hangat yang membuat beberapa orang tampak sangat tertarik. Sunny tidak akan terkejut jika mengetahui bahwa banyak gadis yang langsung jatuh hati padanya setiap kali ia kebetulan lewat. Mungkin juga termasuk pria. Yang lebih parah lagi, bajingan itu tampak seperti orang yang baik hati, tanpa sedikitpun jejak kesombongan atau keangkuhan di wajahnya yang cantik. Ada percikan humor yang tersembunyi jauh didalam matanya, dan orang bisa yakin bahwa ketika Kai tersenyum, lesung pipit yang lucu akan muncul di kedua pipinya.
Kau bahkan tidak bisa membanci orang sialan ini!
Dua minggu yang dihabiskannya dilubang gelap yang dalam tidak mengurangi pesonanya. Singkatnya, Kai adalah orang tercantik yang pernah dilihat Sunny, bahkan jika dibandingkan dengan Awakened lainnya. Ia tampak seperti salah satu idola layar kaca yang membuat orang-orang terobsesi, hanya saja entah mengapa ia tampak lebih menarik secara langsung.
Sunny melirik dirinya sendiri, merasakan keinginan kuat untuk menggertakkan giginya karena marah. Yah, ini hanyalah... ketidakadilan yang kejam, sesederhana itu.
Sementara itu, Kai memperhatikan mata merah menyala milik Shadow Saint, yang merupakan satu-satunya sumber cahaya di tengah kegelapan malam, dan tersentak mundur dengan ekspresi pucat di wajah. "Oh tidak! Kau ternyata iblis!"
Sunny teralihkan dari rasa mengasihani dirinya sendiri dan berkedip. Kemudian, dengan perasaan agak dengki, dia berkata: "Aku dibelakangmu, bodoh."
Kai membeku, lalu berbalik perlahan menghadapnya. Sunny tidak gagal menyadari bahwa pemuda itu mengulurkan salah satu tangannya, jelas siap memanggil Memori apapun yang digunakannya sebagai senjata. Karena dibutakan oleh kegelapan, Kai tentu saja tidak dapat melihatnya.
Baiklah. Jangan biarkan orang ini tahu bahwa aku tidak secantik dia untuk beberapa saat lagi. Berpura-pura tenang, Sunny bertanya: "Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa aku punya Echo? Dia ada disana. Yah, begitulah. Maksudku, itu bukan mataku."
Sleeper yang tampan itu ragu-ragu selama beberapa detik, lalu berkata: "Sunless? Kau benar-benar manusia?"
Hingga saat itu, mereka berdua hanyalah suara-suara tanpa tubuh bagi satu sama lain. Namun kini, Sunny telah memastikan bahwa Kai bukanlah sosok mengerikan dimasa lampau... atau setidaknya dia tidak tampak seperti sosok mengerikan... mantan tahanan sumur itu masih berada dalam kegelapan, baik secara harfiah maupun kiasan.
"Terakhir kali aku memeriksa, aku masih manusia, ya. Jika kau memiliki Memori untuk menghasilkan cahaya, kau dapat memanggilnya dan melihatnya sendiri."
Kai bertahan. "Apakah Makhluk Mimpi Buruk tidak akan tertarik dengan cahaya?"
Cerdas dan berhati-hati. Aku menyukainya. Sunny menggelengkan kepala. "Biasanya, mereka akan melakukannya karena halaman ini sangat terpencil. Ditambah lagi, tidak banyak monster di area ini. Kurasa itulah sebabnya para penjahat itu memilih tempat ini untuk memenjarakanmu."
Sambil mendesah lega, Kai memanggil lentera kertas yang bersinar dengan cahaya kuning lembut.
Sunny mendesis. "Argh! Sial!" Mengandalkan Shadow Sense untuk melacak gerakan pemuda itu, Sunny mengangkat tangan dan menutupi matanya. Terbiasa dengan kegelapan, mereka tidak siap untuk kemunculan cahaya yang begitu tiba-tiba. Tentu saja, Sunny tahu bahwa ini akan terjadi. Ia membiarkan dirinya dibutakan sesaat untuk memberi Kai rasa aman dan meyakinkannya tentang ia yang seorang manusia.
"Oh maaf." Pemuda yang tampan itu menurunkan lentera sedikit dan mendongak, mencoba untuk akhirnya melihat pembebasnya yang misterius.
Lalu, dengan sedikit terkejut, Sunny menundukkan kepalanya dan melihat ke bawah. Bagus. Ini sama sekali tidak memalukan!
Kai menatap Sunny selama beberapa detik dan setelah menyadari bahwa dia memang manusia, ia tersenyum mempesona. Senyumnya sama menawannya dengan bagian tubuhnya yang lain. Bahkan lesung pipi yang dibayangkan Sunny pasti akan muncul, ternyata ada disana dengan segala keindahannya. Itu sungguh menjengkelkan.
"Wah... sungguh mengejutkan. Aku hampir yakin kau akan berubah menjadi monster yang mengerikan. Tapi ternyata tidak. Kau benar-benar manusia, dan juga sangat imut!"
Sunny terbatuk. Apa... dia baru saja memanggilku 'imut'? Beraninya dia! Uh, maksudku... terima kasih? Apa yang terjadi?
Sementara itu, Kai mengerutkan kening. "Tapi, Sunless..."
"Apa?!"
Sleeper cantik itu berkedip beberapa kali. "Bolehkah aku bertanya sesuatu? Kalau kau benar-benar tidak tinggal dikastil atau di pemukiman luar, lalu dimana kau tinggal?"
Sunny mengangkat bahu. "Maksudku, apakah masih ada pilihan yang tersisa? Aku tinggal dikota."
Kai ragu sejenak, namun kemudian, tiba-tiba secercah cahaya kesadaran menyala dimata hijaunya yang memesona. "Oh! Kurasa aku pernah mendengar tentangmu! Bukankah kau anak gila yang tinggal sendirian di reruntuhan itu?"
Sunny menatapnya dengan tatapan membunuh. Kenapa semua orang terus memanggilku 'anak gila'? Aku tidak gila! Dengan mendesah dalam, dia menjawab: "Benar, itu aku. Ngomong-ngomong, kau bisa memanggilku Sunny. Begitu kau mengenalku lebih baik, kau akan menyadari bahwa aku sebenarnya tidak segila yang orang-orang pikirkan."
Kai menatapnya dengan ragu. Melihat itu, Sunny menyeringai. Ia memutuskan untuk sedikit menggoda pemuda tampan yang menyebalkan itu. Tentu saja, dengan keterbatasan Flaw-nya, itu akan memerlukan sedikit kemahiran.
Dengan nada yang terlalu antusias, Sunny berkata: "Dan aku sebenarnya tidak tinggal sendiri. Aku punya banyak makhluk yang menemaniku, bahkan bisa disebut sebagai teman-temanku. Ada batu yang bisa bicara yang terkadang menyuruhku melakukan sesuatu. Ada juha bayanganku, bayangan itu punya banyak pendapat menarik!" Ia menatap Kai dengan senyum tulus. Saat wajah tampan pemuda itu sedikit pucat, Sunny tertawa. "Wah, santai saja, kawan. Aku hanya bercanda."
Kemudian, Sunny menatap bayangannya dan menambahkan dengan nada marah dan gelap: "Mereka bukan teman sejatiku. Aku benar-benar tidak tahan dengan batu itu, dan bayangan itu dan aku hampir tidak pernah berbicara akhir-akhir ini..."
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow Slave
FantasyTumbuh dalam kemiskinan, Sunny tidak pernah mengharapkan sesuatu yang baik dari kehidupan. Namun, bahkan dia tidak mengantisipasi akan dipilih oleh Nightmare Spell/Mantra Mimpi Buruk dan menjadi salah satu dari Awakened - kelompok elit orang-orang y...
