BAB 31

4.9K 100 0
                                        

BAB 31

“Lo mau ngajak gue kemana, Bang?” Tanya Aiza yang celingukan memperhatikan jalan. Sepertinya, ini bukan jalan menuju apartemennya.

Yah, Setelah pertimbangan panjang, Aiza memutuskan untuk tidak pulang ke rumah Atmaja dan memilih untuk pulang ke apartemennya malam ini, ia masih malas bertemu dengan Gerald setelah kejadian tadi siang. 

Meskipun pasti akan timbul banyak pertanyaan dari orang-orang di rumah Gerald, tapi ia berharap Gerald bisa menangani mereka semua. Jika pun tidak, Aiza sudah mempersiapkan jawaban untuk setiap pertanyaan mereka... mungkin besok. Karena sekarang Aiza sengaja mematikan handphonenya, ia tidak ingin diganggu oleh siapapun.

“Kita makan malem dulu. Gue dapet traktiran makan malam gratis hari ini.”

“Emang gapapa bawa gue?” Tanya Aiza yang  tidak enak hati karena ia tidak diundang.

“Udahlah, Lo ikut aja. Lumayan kan hemat uang... CK, gue lupa kalo lo udah jadi istrinya bos.” Tambah Ali meralat kata-katanya. Aiza hanya terkekeh mendengar ucapan sarkas Ali itu.

Lelaki itu lalu menyalakan musik, seketika musik dari band terkenal Barat, one direction menggema di seluruh penjuru mobil.

Keduanya larut dalam musik itu, Ali dan musik memang perpaduan yang pas, lelaki itu memiliki selera musik yang baik. Aiza masih ingat, saat SMA lelaki itu beberapa kali selalu ditawari untuk masuk kedalam grup band sekolah. Selain selera musiknya yang bagus, lelaki itu juga menguasai hampir semua alat musik. Tapi Ali, lelaki selalu menolak, ia bilang ia hanya ingin menjadi penikmat musik tanpa mau terlibat didalamnya.

Meskipun jenius dalam hal bemusik, Ali bukanlah penyanyi yang baik. seperti sekarang, suara fals lelaki itu memenuhi gendang telinga Aiza. Tapi Aiza tidak perduli, ia juga ikut bergabung dengan Ali dan yah, suara Aiza juga tidak jauh berbeda dengan Ali. Tapi sudahlah, setidaknya Aiza bisa menumpahkan emosinya dengan berteriak mengikuti lagu.

Asyik larut dengan musik, tanpa sadar mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ali segera menggiring Aiza untuk masuk. Dari luar saja Aiza bisa melihat kalau restoran itu sudah di booking dan di dekor dengan pernak pernik khas pesta. 

Jujur, Aiza merasa tidak enak hati, karena kalau itu memang adalah acara resmi, ia bahkan tidak diundang. Parahnya lagi, ia hanya memakai setelan kantor.

Tapi kemudian, Aiza melirik kesampingnya, lebih tepatnya pada Ali yang hanya memakai hoody crem muda. parahnya lagi, lelaki itu hanya memakai celan pendek putih dan... sandal jepit? Dalam hati Aiza berdo’a Semoga saja acara di dalam hanya acara biasa dan  bukan acara formal seperti yang ada dipikirannya, karena jika benar, maka ia akan benar-benar malu. Bukan lagi karena dirinya tidak diundang, tapi karena penampilan Ali yang tidak karuan.

Dipintu masuk, Aiza bisa melihat tulisan besar di karangan bunga ‘selamat untuk G&A’. Dari tulisannya, sepertinya itu adalah acara pernikahan.

"Acara pernikahan, Bang?”

“Masuk aja dulu!” Ujar Ali kembali menggiring Aiza untuk masuk.

BRUK

Sibuk memperhatikan suasana, tanpa sengaja Aiza menabrak seseorang hingga Handphone orang itu jatuh. Panik? tentu saja ia panik, apalagi handphone itu sepertinya bukan handphone biasa, terlihat dari logo apel digigit yang terpampang disana. 

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang