BAB 42
Ah, udara pagi yang sejuk pedesaan memang selalu sukses membuat mood semua orang kembali terbangun.
Seperti Gerald, saat ini ia sedang asyik olahraga kecil di depan rumah Aiza. Awalnya, ia ingin ngegym, tapi melihat langit biru dan matahari yang bersinar cerah diluar, Gerald tentu tidak bisa mengabaikannya dan memilih untuk berolahraga diluar sembari menikmati alam.
Sementara Aiza, gadis itu tengah asyik membaca buku ditaman kecil dengan beralaskan matras. Sebenarnya, Gerald membawa matras untuk dirinya berolahraga, tapi dengan santainya gadis itu menduduki matras biru itu dan membaca buku disana. Alhasil, ia harus push up dan sit up tanpa matras dan hanya beralaskan rumput hijau.
“Az, minum.” Ujar Gerald meminta minuman yang ada didekat Aiza.
“Ini minuman gue. Lo bawa aja sendiri.” Balas Aiza tanpa mengalihkan fokusnya dari buku.
Gerald beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri Aiza dan mendudukan dirinya disamping gadis itu. Dengan tanpa permisi ia meraih botol minum Aiza dan meminum hampir seluruh air didalamnya.
“Er. Lo kok abisin minuman gue, sih.” Protes Aiza saat ia melihat minumannya hampir habis.
“Minuman lo itu minuman gue juga.” Balas Gerald santai.
Mendengar itu Aiza mendesis keras lalu memukuli Gerald membabi buta dengan buku ditangannya. Gerald tidak marah ia malah tertawa senang karena berhasil membuat istrinya kesal. Ia hanya menutupi wajahnya takut buku yang cukup tebal itu akan melukai wajah tampannya.
Tiiin
Beruntunglah suara klakson dari motor diluar pagar menghentikan pukulan Aiza. Mereka berdua kompak menoleh kearah sumber suara. Dilihatnya Syahid tengah melambaikan tangan kearah mereka tanpa turun dari motornya.
“REK MILU MOAL?” Teriak Syahid dari luar pagar dengan bahasa yang tidak dimengerti Gerald.
“Apa katanya?” Tanya Gerald pada Aiza.
“Mau ikut gak?” Jawab Aiza menerjemahkan ucapan Syahid.
“KEMANA?” Jawab Gerald ikut berteriak. Aiza yang berada disamping Gerald refleks menutup telinganya. Gadis itu lalu menepuk keras bahu Gerald memperingatkan lelaki itu untuk tidak berteriak secara mendadak.
“KEBUN.”
“Az, disini ada motor gak?” Tanya Gerald pada Aiza yang mulai kembali fokus membaca.
“Ga ada. Kalo sepedah ada kayaknya di gudang.” Jawab Aiza tanpa mengangkat kepalanya dari buku yang dibacanya.
“Yaudah kita naik sepeda aja. Ayo!” Ajak Gerald sembari beranjak dari duduknya.
“Gue gak ikut.” Ujar Aiza masih asyik membaca bukunya.
“Gapapa sih kalo lo gak mau ikut. Cuma hati-hati aja nanti bayang putih yang duduk di sofa di kamar gue pindah ke ruang tengah atau ke kamar lo atau kemana aja dirumah ini. Jadi lo hati-hati aja.”
Buk
Aiza memukul keras tumit Gerald dengan buku tebal di tangannya. Tak ayal, lelaki itu meringis kesakitan karena kali ini Aiza memukulnya cukup keras.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romance"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
