Sret
Tiba-tiba saja tubuhnya ditarik paksa untuk berdiri dari kursi taman hingga genggaman tangan Aiza dan Stevan terlepas.
Aiza segera menoleh ke arah orang yang menariknya itu bersiap untuk menghardiknya. Tapi kemudian tatapan tajam dan aura membunuh yang dilayangkan orang itu pada Stevan membuat nyalinya ciut.
Wanita itu hanya bisa menelan ludahnya paksa dan bergumam lirih memanggil nama lelaki itu. “Gerald!”
Stevan ikut berdiri dari duduknya melihat Aiza ditarik paksa seperti itu. “Jangan kasar sama dia, Gerald! Dia...”
“Stevan!” Potong Aiza sembari menggeleng pelan memperingatkan lelaki itu untuk diam.
“Jadi lo serius mau nikkahin Aiza?” Tanya Gerald yang sepertinya mendengar perkataan Stevan dan salah paham. “Ok, Lo boleh ambil dia setelah kontrak gue sama dia selesai. Setelah itu, gue samasekali gak peduli sama apapun yang kalian lakuin.” Ucap Gerald yang langsung menarik Aiza setelah ia membuang asal jaket milik Stevan yang tersampir di bahu Aiza.
Stevan sudah bersiap untuk menyusul Aiza, ia tidak tega melihat Aiza ditarik seperti itu oleh Gerald, tapi Aiza dengan isyarat matanya memerintahkan Stevan untuk tidak ikut campur membuat lelaki itu hanya bisa diam dengan tangan terkepal melihat Aiza diperlakukan seperti itu.
Gerald manarik Aiza menuju parkiran rumah sakit, Beberapa kali Aiza meminta Gerald untuk melepaskan tangannya atau setidaknya memelankan langkahnya karena Aiza kewalahan menyamakan langkahnya dengan lelaki itu. Tapi Gerald tidak menggubrisnya, sepertinya kemarahan Gerald sudah sampai diujung tanduk, tapi entah karena apa. Karena jika alasannya adalah Stevan, Gerald tidak akan segan untuk melampiaskan kemarahannya pada lelaki itu.
Gerald langsung melanjutkan mobilnya bahkan sebelum Aiza selesai memasang sabuk pengamannya. Seperti kesetanan, Gerald melanjutkan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat Aiza harus memegang pegangan diatas pintu mobil.
“Er, pelanin mobil lo!” Teriak Aiza yang ketakutan.
Tapi lagi-lagi Gerald tidak menggubrisnya dan tetap melanjutkan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata membuat Aiza refleks memegang perutnya berusaha melindungi sesuatu yang ada didalamnya.
Katakanlah ia Bodoh, padahal tadi ia begitu yakin kalau ia akan menyingkirkan bayinya. Tapi entahlah, ada setitik rasa takut di hati Aiza kalau janin itu akan terluka.
Dengan kecepatan yang diatas rata-rata itu, Gerald berhasil memangkas hampir setengah waktunya untuk sampai dikediaman Atmaja.
Yah, Gerald tidak membawa Aiza ke apartemen mereka, tapi ke rumah keluarga Atmaja. Aiza sudah menanyakan alasannya, tapi lelaki itu tidak menghiraukannya dan terus fokus ke jalanan yang kebetulan sangat lengang.
Tanpa mau menunggu Aiza, Gerald langsung keluar dari mobilnya tanpa menyerahkan kunci mobilnya pada penjaga yang akan membawa mobil itu ke basement rumahnya.
Penjaga itu dengan sopan membukakan pintu untuk Aiza membuat Aiza yang masih setengah syok akhirnya sadar dan keluar dari mobil itu.
Wanita itu langsung menyusul Gerald yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah keluarga Atmaja. Dengan cepat Aiza memasuki rumah itu dan langsung menuju ruang tamu. Terlihat Gerald tengah berdiri didepan empat orang seperti tengah disidang.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED WITH MY FRIEND
Romansa"Aaaa" Aiza tidak bisa menahan suaranya karena terkejut melihat Gerald, sahabatnya sendiri tengah tertidur disampingnya, dibawah selimut yang sama dengan kondisi topless. Gerald yang mendengar teriakan Aiza seketika terbangun, ia terkejut dan bin...
