BAB 89

3.5K 155 35
                                        

TING

Begitu pintu lift terbuka, Gerald langsung berlari menuju ke unit milik Aiza. Tanpa mau membuang waktu ia segera memasukan kode apartemen itu, tapi sayangnya ia gagal.

Gerald yakin ia menekan tombol yang benar, tapi ia kembali gagal. Sekali, dua kali Gerald mencobanya dengan hati-hati, tapi lagi-lagi nihil hingga perangkat itu nonaktif otomatis.

Tidak mau menyerah, Gerald akhirnya menekan bel pintu dan mulai memanggil Aiza.

“Az, gue tahu lo didalem? Ini gue, Az. Buka pintunya.”

Berkali-kali Gerald memanggil nama Aiza, mengetuk pintu itu dari mulai pelan hingga akhirnya menjadi gedoran keras putus asa. Namun percuma, tidak kunjung ada respon dari dalam, hanya tetangga-tetangga unit Aiza yang mulai berdatangan karena terganggu oleh suara-suara yang dibuat oleh Gerald.

“WOI, LO BISA DIEM GAK! SUARA LO GANGGU ORANG-ORANG!” Teriak seorang lelaki sangar seumuran Gerald yang hanya menggunakan kaos oblong putih dan celana selutut hitam.

“Az, buka pintunya, Az! Gue tahu Lo ada didalem. Gue tahu Lo marah sama gue, benci sama gue, tapi gue mohon buka pintunya! Gue mau ketemu sama Lo, Az!” Seakan tuli, Gerald terus saja memohon dan mengetuk pintu itu keras.

Lelaki sangar itu mulai kehilangan kesabaran, ia menarik tubuh Gerald dan menjauhkannya dari pintu.

“Lo ngerti bahasa manusia gak sih? Lo ganggu orang-orang disini, brengsek!” teriak lelaki itu tepat didepan wajah Gerald. “Keamanannya juga kemana, lama banget datangnya.” Berang orang itu yang sudah sangat terganggu.

Gerald menatap sekeliling, ada sekitar tujuh orang disana dan semua tatapannya sama, kesal dan marah, tapi Gerald tidak perduli, ia kembali mendekati pintu untuk kembali memohon.

Sayangnya, baru selangkah ia mendekat, tubuhnya sudah kembali ditarik, kali ini lelaki itu menghempas tubuh Gerald keras hingga ia tersungkur di lantai.

“Sekarang Lo pergi dari sini! Istri Lo juga gak mau nemuin Lo, mungkin dia muak sama orang modelan kayak lo.”

Mendengar itu wajah datar Gerald berubah merah padam. Lelaki itu bergegas bangun dan dengan berani berdiri berhadapan dengan lelaki yang tak kalah membara dengan dirinya.

“Jaga omongan Lo, brengsek!”

Lelaki itu mendengus keras penuh ejekan. “Lo jaga dulu sikap Lo supaya istri Lo gak kabur dari Lo.”

“Kurang ajar!”

BUG

Dengan sekali hantaman, lelaki berkaos oblong itu langsung mundur beberapa langkah dengan sudut bibir yang terluka.

“Brengsek!” Lelaki itu menyeka sedikit darah di ujung bibirnya lalu menerjang tubuh Gerald hingga terjadi pergelutan sengit disana.

Orang-orang disana yang kebanyakan perempuan tidak berani menengahi, begitu juga dengan dua orang bapak-bapak yang fisiknya sudah lemah, mereka hanya bisa berteriak histeris melihat hantaman demi hantaman menerjang dua tubuh itu tanpa ampun.

Beruntung, dua orang penjaga dengan tubuh gagah datang dan langsung memisahkan dua orang yang tengah kesetanan itu.

“Lepas!”

Keduanya meronta belum puas melampiaskan amarah mereka masing-masing. Tapi tenaga mereka tidak cukup kuat untuk melawan para penjaga dengan fisik lebih besar dari mereka.

“Lepas! gue mau hajar orang gak tahu diri itu.” Teriak lelaki berkaos oblong itu masih berusaha meronta meski percuma.

“Gue Cuma berusaha nyari istri gue, Anjing!”

MARRIED WITH MY FRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang